Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Konseling Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Berbasis Solution Focused Brief Therapy Elna Sari
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 4 (2023): Agustus 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i4.908

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok usia remaja saat ini yaitu kesehatan reproduksi, dan salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah perilaku seksual pada remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konseling Solution Focused Brief Therapy terhadap peningkatan pengetahuan tentang perilaku seksual pranikah pada remaja. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pra eksperimen dengan metode the one group pretest-postest design dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata pengetahuan responden mengalami peningkatan setelah diberikan konseling. Hal ini ditunjukan rata-rata pengetahuan responden (pre-test) adalah 11,11 dengan nilai standar deviasi sebesar 3,211 dan rata-rata pengetahuan (post-test) adalah 18,58 dengan nilai standar deviasi sebesar 3,406. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh Konseling Solution Focused Brief Therapy (SFBT) terhadap pengetahuan perilaku seksual pranikah pada remaja.
Risiko dan Return dalam Model Ekonomi Perusahaan Pelayaran: Implikasi Teoretis terhadap Ketahanan Logistik Kesehatan Elna Sari; Eliyanti Agus Mokodompit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.653

Abstract

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjamin pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil. Transportasi laut memegang peran vital sebagai tulang punggung logistik kesehatan nasional. Namun, keberlanjutan layanan pelayaran sangat dipengaruhi oleh dinamika risiko dan return dalam model ekonomi perusahaan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis keterkaitan antara risiko ekonomi pelayaran dan ketahanan logistik kesehatan di wilayah kepulauan. Dengan menggunakan metode systematic literature review (SLR) dan pendekatan naratif-deskriptif, literatur dikumpulkan dari basis data Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Sebanyak 42 artikel dipilih berdasarkan kriteria relevansi tematik dan kualitas metodologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa risiko operasional, risiko pasar, dan risiko regulasi menjadi faktor utama yang mempengaruhi keberlanjutan layanan pelayaran. Ketidakseimbangan antara risiko tinggi dan return rendah menyebabkan banyak perusahaan menghindari rute ke daerah non-komersial, yang berakibat pada keterlambatan distribusi logistik kesehatan. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi kebijakan dalam bentuk insentif berbasis risiko dan integrasi sistem pemantauan risiko ke dalam perencanaan logistik nasional. Rekomendasi bagi penelitian lanjutan adalah pengembangan model prediktif kuantitatif berbasis data real-time untuk mendukung pengambilan keputusan lintas sektor.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Peran Kader Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia di Desa Kapu Jaya Ayu Naningsi; Endang Sri Mulyawati; Elna Sari; Febbryanti Findayani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3109

Abstract

Laju bertambahnya populasi lansia menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada periode 2019-2024 termasuk dalam kategori Masyarakat yang Menua dengan proporsi lansia mencapai 7% dari total populasi, dan diperkirakan akan berpindah ke kategori Masyarakat yang Sangat Menua pada tahun 2045 dengan persentase lansia mencapai 21% dari total penduduk. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan lansia dilakukan mulai dari tingkat keluarga, masyarakat melalui posyandu lansia dan posbindu, serta layanan di fasilitas kesehatan dasar. Pos pelayanan terpadu (Posyandu) untuk lansia adalah salah satu cara dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi lansia agar mereka dapat menjaga kualitas hidup yang baik. Namun, pelaksanaan layanan kesehatan di Posyandu Lansia masih belum optimal di beberapa daerah karena program posyandu yang ada jarang dimanfaatkan oleh lansia. Dukungan dari keluarga sangat berkaitan dengan partisipasi aktif lansia dalam memanfaatkan posyandu serta peran kader, guna meningkatkan kondisi kesehatan lansia dalam menggunakan layanan di posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi hubungan dukungan keluarga dan peran kader terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Desa Kapujaya, penelitian ini menggunakan pendekatan kuanitatif dengan desain penelitian crossectional. Sampel terdiri atas 65 orang dengan penentuan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia, ada hubungan peran kader dengan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia. Simpulan: Dukungan keluarga dan peran kader merupakan elemen yang berkaitan dengan penggunaan posyandu untuk lansia. Dengan adanya dukungan keluarga, lansia cenderung lebih berpartisipasi aktif dalam kegiatan di posyandu lansia.
Pengaruh Terapi Bermain Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Anak Selama Hospitalisasi Di Ruang Anggrek Rsud dr. H.L.M.Baharuddin, M. Kes Fitri Diana Astuti; Wa Ode Rahmadhia Harsa; Elna Sari; Bety Anisa Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3547

Abstract

Masa hospitalisasi pada anak usia prasekolah dapat menyebabkan Post Traumatic Stress Disorder (PSTD yang dapat menyebabkan trauma hospitalisasi berkepanjangan bahkan setelah anak beranjak dewasa. Salah satu cara yang efektif untuk mengurangi kecemasan akibat dampak hospitalisasi anak yaitu dengan terapi bermain. Untuk mengetahuai Pengaruh Terapi Bermain Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Anak Selama Hospitalisasi di Ruang Anggrek RSUD dr. H. L. M. Baharuddin, M. Kes. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Anggrek RSUD dr. H.L.M.Baharuddin, M.Kes sejak Juli sampai dengan Agustus tahun 2025. Rancangan penelitian ini adalah Pra-Eksperimen Design dengan teknik The One Group Pretest-Posttest dengan besar populasi 165 orang dan sampel sebanyak 32 orang purposive sampling di mana penulis akan memilih sendiri sampel yang menjadi responden sesuai yang dikehendaki peneliti. Dengan menggunakan uji statsitik parametrik t-test diperoleh hasil uji t berpasangan didapatkan nilai t-hitung = 6.482 dan nilai P = 0,000. Nilai sig.2-tailed lebih kecil dari pada nilai kritik 0,05 (0,000 < 0,05) berarti H0 ditolak dan Ha diterima. ada pengaruh sebelum melakukan terapi bermain dan sesudah melakukan terapi bermain terhadap tingkat kecemasan Anak selama hospitalisasi di Ruang Angggrek RSUD dr. H. L. M. Baharuddin, M.Kes tahun 2025. Saran dalam penelitian ini yaitu diharapkan agar dapat dijadikan sebagai bahan masukan terutama di bidang keperawatan anak untuk mengurangi tingkat kecemasan anak dengan melaksanakan program bermain pada anak usia pra sekolah
Traffic Card Media with Jigsaw Method: Improving Knowledge, Attitude, and Sanitation Hygiene for Stunting Prevention Nur Juliana; Wa Ode Megasari; Rasniah Sarumi; Elna Sari; Wahidah Rohmawati; Muhammad Ihsan Tamsri
Asia Pacific Journal of Management and Education (APJME) Vol 8, No 1 (2025): March 2025
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/apjme.v8i1.3790

Abstract

Indonesia continues to face significant challenges in reducing stunting rates, particularly in rural areas. The primary contributing factors include a lack of parental knowledge, unsupportive lifestyle attitudes, and poor environmental sanitation. Nutrition education plays a crucial role in raising mothers' awareness of stunting. This study sought to evaluate mothers’ knowledge, attitudes, and sanitation hygiene practices regarding toddlers aged 24 to 60 months while incorporating traffic card media and the jigsaw method in group discussions to strengthen these factors for effective stunting prevention. It adopts a quantitative research design with a one-group pretest-posttest approach. The study was conducted in the working area of the Wapunto Health Center from July to October 2023. A simple random sampling technique was used, involving 21 respondents. Data were analyzed using a non-parametric Wilcoxon test. The pretest and posttest average scores for each variable were as follows: knowledge (67.95 to 81.95), attitude (61.43 to 80.05), and sanitation hygiene (80.95 to 90.95), indicating an overall improvement. The p-values were 0.05 for all variables, with knowledge and attitude each at p = 0.000 and sanitation hygiene at p = 0.002, demonstrating a significant effect of the intervention. Traffic card media proves to be an effective educational tool for increasing public awareness of stunting prevention by improving knowledge, attitudes, and sanitation hygiene practices.
Counseling as a Smoking Behavior Service Strategy for Students at SMA Negeri 4 Jeneponto Fatmawati M Saing; Elna Sari; Rasniah Sarumi; Endang Sri Mulyawati L; Dewi Rahmawati
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 5 No 2 (2025): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v5i2.1881

Abstract

Smoking in adolescence has a long-term impact on physical health as well as social and psychological development. This study aims to analyze the effectiveness of group counseling services in reducing smoking behavior among SMA Negeri 4 Jeneponto students. The study used a quasi-experimental design with a quantitative approach, involving two groups: the intervention group that received Group Counseling (KKp) services and the control group that received Group Counseling (BKp) services. A total of 40 smoking students were selected through purposive sampling techniques. The instrument in the form of a structured questionnaire that measures the knowledge, attitudes, and actions of smoking, has been tested for validity and reliability. Data was collected through pre-test and post-test, as well as documentation of the counseling process. The normality test showed abnormal data distribution, so the analysis was carried out using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results showed significant improvements in student knowledge, attitudes, and actions in the intervention group (p < 0.05), while the control group showed no significant changes. The average post-test scores of the intervention group were higher, and more respondents achieved the “good” category in all three domains. The conclusion of this study is that group counseling is effective in reducing smoking behavior among high school students, especially at SMA Negeri 4 Jeneponto.