Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Peraturan Mahakamah Agung No. 1 Tahun 2016 Tentang Mediasi Atas Perkara Hibah (Studi Kasus Pengadilan Agama Makassar Kelas 1A) Muhammad Nur; Muh. Ilyas Umar; Maryati Maryati
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 4 No. 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v4i1.186

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi-strategi yang dilakukan mediator dalam memediasi perkara perceraian dan untuk mengetahui tingkat keberhasilan mediator dalam memediasi perkara hibah dari data yang diperoleh lima tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif serta teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara mendalam serta analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mediator di Pengadilan Agama Makassar memiliki tiga strategi yang digunakan dalam memediasi perkara khususnya perkara hibah yaitu pertama, mediator harus tahu betul duduk perkara dalam perkara hibah. Kedua, mencari tahu apa keinginan dari kedua belah pihak. Ketiga, memunculkan solusi-solusi yang bisa diterima kedua belah pihak. Adapun tingkat keberhasilan mediasi belum bisa dikatakan efektif dikarenakan sembilan perkara yang masuk proses mediasi hanya sekitar 1 yang berhasil dimediasi. Pengadilan Agama Makassar Kelas I A dalam menerapkan proses mediasi telah sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung No 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.
Kedudukan Anak Angkat Terhadap Harta Peninggalan Oang Tua Angkatnya (Analisis Terhadap Pasal 209 Ayat 2 Kompilasi Hukum Islam Melalui Pendekatan Maslahat) Fadila Fadila; Said Syarifuddin Abu Baedah; Muh. Ilyas Umar
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 4 No. 2: OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v4i2.236

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kedudukan anak angkat terhadap harta yang ditinggalkan oleh orang tua angkatnya, disamping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pendekatan maslahat dalam menegakkan keadilan terhadap harta hak waris anak angkat berdasarkan pasal 209 ayat 2 Kompilasi Hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif yuridis normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hukum Islam memperbolehkan mengangkat anak namun dalam pengangkatan anak ada hal yang dilarang yang mengakibatkan wali-mewali, saling mewarisi, anak angkat yang memakai nasab orang tua angkatnya. Anak angkat tidak mendapatkan warisam dari orang tua angkatnya, namun dapat memperoleh melalui jalur wasiat wajibah, hal ini diterangkan pada pasal 209 ayat KHI. Hakim telah menegakkan keadilan dalam pembagian warisan terhadap anak angkat di pengadilan agama sesuai dengan pasal 209 ayat 2 KHI, yang telah memberikan kemaslahatan kepada anak angkat.
Perbandingan Putusan Pengadilan Sengketa Ekonomi Syariah Melalui Proses Mediasi Dengan Proses Pengadilan (Studi Kasus Putusan Sengketa Ahli Waris di Pengadilan Agama Kabupaten Maros) Aulia Ananda; Muh. Ilyas Umar; Hasanna Lawang
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 4 No. 2: OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v4i2.269

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan putusan yang dihasilkan dari proses mediasi dan proses pengadilan, khususnya dalam konteks sengketa ahli waris di Pengadilan Agama Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif. Data yang diperoleh melalui wawancara dengan hakim pegawai pengadilan, serta melalui studi dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi memiliki keunggulan dalam hal efisiensi waktu dan biaya serta lebih mendorong terciptanya kesepakatan yang saling menguntungkan bagi para pihak bersengketa mengenai proses ini serta minimnya itikad baik dari salah satu pihak. Di sisi lain penyelesaian melalui proses pengadilan memberikan kepastian hukum yang lebih tinggi dan hasil yang dapat dieksekusi secara hukum, tetapi memerlukan waktu yang lebih lama dan biaya yang lebih besar, serta berisiko merusak hubungan antar pihak.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Mediasi Sebagai Bentuk Penyelesaian Sengketa Harta Waris Di Pengadilan Agama Tri Wulandari. M; Muh. Ilyas Umar; Hasanna Lawang
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 2 No. 1 (2023): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v2i1.327

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi kendala selama proses mediasi di Pengadilan Agama. Kedua, untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap mediasi sebagai bentuk penyelesaian sengketa waris di Pengadilan Agama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan atau field research kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode wawancara dan analisis pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, dalam perkara ini mediasi dinyatakan gagal adapun kendala mediator dalam memediasi kedua pihak adalah tingginya masing-masing ego setiap pihak sehingga sulitnya menyatukan perbedaan prinsip bagi keduanya, karena adanya perbedaan prinsip dalam keluarga ini maka tidak ada yang ingin mengalah. Kedua, dalam tinjauan Hukum Islam menyelesaikan masalah kewarisan dalam keluarga sangat dianjurkan melalui proses musyawarah atau kekeluargaan.