Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EKSTRAKSI ASPAL BUTON DENGAN MENGGUNAKAN ASAM CUKA Surianti Surianti; Irzal Agus
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.514 KB) | DOI: 10.55340/jmi.v10i1.663

Abstract

Aspal Buton merupakan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang sangan besar dan merupakan aspal alam berupa batuan dengan berbagai ukuran. Saat ini, Aspal Buton belum dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan aspal dalam negeri belum ada teknologi yang sesuai speg Asbuton. Pada penelitian ini menggunakan asam cuka untuk meningkatkan kadar bitumen pada Aspal Lawele dan Aspal Kabungka dengan variasi berat yaitu 5 kg dan 10 kg. Dari hasil penelitian peningkatan kadar bitumen tertinggi terdapat pada aspal Lawele dengan berat 5 kg sebesar 13,59 dari kadar bitumen murni sebesar 36,60%.
KINERJA PAVING BLOCK ASPAL MENGGUNAKAN AS BUTON LAWELE (LGA) SEBAGAI LAPIS PERMUKAAN JALAN Irzal Agus; L.M. Sjamsul Qamar
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.064 KB) | DOI: 10.55340/jmi.v10i1.664

Abstract

Penelitian ini berupa pembuatan paving block dengan bahan utamanya adalah pasir dan abu batu, sama halnya dengan paving block dari semen, tetapi bahan perekatnya adalah aspal buton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dari jalan yang terbuat dari paving block yang berbahan dasar As Buton Lawele. Perencanaan benda uji dilakukan dengan menentukan komposisi campuran agregat. Kadar aspal pada penelitian ini dilihat dari Variasi LGA yaitu 20%, 25%, dan 30%. Total benda uji yang dibuat 9 buah briket dan 50 buah paving block aspal. Campuran dengan variasi LGA 20 % diperoleh nilai density 1,51 gr/cm³; VMA 32,21 %; VIM 4,45 %; VFB 86,22 %; Stabilitas 1512,14 kg; flow 3,7 mm; MQ 414,58 kg/mm. Campuran dengan variasi LGA 25 % diperoleh nilai Density 1,47 gr/cm³; VMA 38,15 %; VIM 3,92 %; VFB 89,74 %; Stabilitas 1630,06 kg; Flow 4,3 mm; MQ 413,41 kg/mm. Campuran dengan variasi LGA 30 % diperoleh nilai density 1,43 gr/cm³; VMA 43,83 %; VIM 3,52 %; VFB 91,97 %; Stabilitas 1704,15 kg; flow 4,47 mm; MQ 389,67 kg/mm. Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium dan uji gelar dapat disimpulkan bahwa Asbuton Lawele dapat digunakan sebagai bahan pembuatan paving block aspal untuk lapis permukaan jalan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai stabilitas marshall, dan untuk uji gelar paving block aspal yang menggunakan campuran dengan LGA 30% dari pada saat pemasangan sampai dengan saat ini belum menunjukkan adanya tanda-tanda keretakan, ini berarti bahwa paving block aspal tersebut stabil terhadap gilasan kendaraan.
Kajian Eksperimental Kekuatan Lentur Pelat Beton Self Compacting Concrete (SCC) Irzal Agus
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 10 No. 2 (2021): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.952 KB) | DOI: 10.55340/jmi.v10i2.670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perilaku lentur pelat beton SCC dengan menganalisa lendutan, pola retak, momen dan kelengkungan yang terjadi akibat pembebanan. Pelaksanaan penelitian dengan membuat benda uji pelat beton SCC dengan ukuran lebar 40 cm, tinggi 12 cm dan panjang 170 cm dengan jumlah 3 sampel. Digunakan tulangan tarik 3 Ø 10 mm, dan tulangan susut digunakan Ø 8–20 cm. Kuat tekan beton SCC didesain fc’ 46,35 MPa, tegangan leleh baja 458,26 MPa. Untuk pembacaan lendutan digunakan enam dial geuge dan pembacaan pembebanan dilakukan setiap interval 2 kN. Hasil penelitian menunjukan bahwa momen crack yang terjadi pada ketiga sampel pelat yaitu sebesar 4,96 kNm, 5,09 kNm dan 4,96. Momen ultimate rata-rata yang dihasilkan pada masing-masing variasi pelat sebesar10,23 kNm, 10,23 dan 10,36 kNm. Rasio kelengkungan daktilitas 10,36.
Desain Beton Berongga (Porous Concrete) Dengan Variasi Faktor Air Semen (FAS) Sebagai Beton Ramah Lingkungan Irzal Agus
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.143 KB) | DOI: 10.55340/jmi.v11i1.825

Abstract

Beton berongga (porous concrete) adalah beton tanpa agregat halus dan hanya terdiri dari agregat kasar, semen dan air serta bahan kimia tambahan. Penelitian terhadap beton berongga dilakukan dengan menggunakan bahan material kerikil lokal gradasi ukuran maksimum 20 mm, serta variasi faktor air semen (FAS) 0,27, 0,30 dan 0,35. Pengujian sifat fisik material beton yang dilakukan berupa pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, uji perkolasi serta volume pori. Untuk ketiga pengujian ; kuat tekan dan kuat tarik belah pada umur 3 hari, 7 hari dan 28 hari. Benda uji untuk pengujian kuat tekan, kuat tarik belah berupa silinder berdiameter 15 cm x tinggi 30 cm, pengujian porositas dan perkolasi. Pada pengujian sampel beton berongga umur 28 hari memiliki kuat tekan rata-rata terbesar pada FAS 0,35 yaitu 11,04 MPa, dan kuat tarik belah sebesar 3,41 MPa, serta hasil pengujian volume pori rata-rata sebesar 21,13 %. Pengujian perkolasi untuk FAS 0,27 dapat mengalirkan air selama 7,75 detik/liter, FAS 0,30 dapat mengalirkan air selama 9 detik/liter dan FAS 0,35 dapat mengalirkan air selama 14,5 detik/liter. Sampai pada umur 60 hari rumput dapat tumbuh diatas permukaan beton berongga dengan dan tanpa tanah di atasnya.
Karakteristik Uji Marshall Campuran Asbuton Tipe Lawele Bitumen Rendah Menggunakan Modifier Aspal Lawele L.M. Sjamsul Qamar; Irzal Agus
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.82 KB) | DOI: 10.55340/jmi.v11i1.827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai marshall test pada campuran Asbuton Tipe Lawele Bitumen Rendah Menggunakan Modifier Aspal Lawele dengan metode campur panas hampar panas. Dalam penelitian ini penentuan komposisi agregat dilakukan dengan cara trial and error. Digunakan modifier aspal lawele dengan perbandingan 70:30. Lawele Bitumen rendah adalah 25 % dan total bitumen dalam campuran sebesar 5.5%, 6.0%, 6.5%. Dibuat perkerasan dengan metode campur panas hampar panas masing-masing 5 sampel. Pengujian marshall test dilakukan setelah melewati proses pemanasan sampai suhu 150°C sebelum penghamparan. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa nilai marshall test pada variasi total bitumen 6.0% lebih baik daripada variasi kadar 5.5% dan 6.5%.
Uji Kuat Tekan Beton Menggunakan Air Laut Serta Pengaruhnya Terhadap Variasi Perendaman Irzal Agus
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jmi.v12i1.1261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan air laut pada campuran beton serta bagaimana pengaruhnya terhadap variasi perendaman yang dilakukan yaitu perendaman menggunakan air laut dan air tawar ditinjau terhadap nilai kuat tekan pada beton. Material yang digunakan adalah material lokal yang ada di kepulauan Buton, selanjutnya dilakukan pengujian karakteristik material agregat halus dan kasar untuk mendapatkan perencanaan campuran yang ideal. Setelah benda uji di rendam selama 3, 7 dan 28 hari maka selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan beton. Hasil uji kuat tekan beton untuk variasi perendaman menggunakan air laut pada umur 3 hari rata-rata mencapai 96,17 kg/ (9,62 MPa), umur 7 hari rata-rata mencapai 141,37 kg/ (14,14 MPa) dan untuk umur 28 hari rata-rata mencapai 203,88 kg/ (20,38 MPa), sedangkan pengujian beton dengan variasi perendaman penggunakan air tawar diperoleh nilai kuat tekan beton untuk umur 3 hari rata-rata mencapai 83,67 kg/ (8,36 MPa), umur 7 hari rata-rata mencapai 129,83 kg/ (12,98 MPa) dan untuk umur 28 hari rata-rata mencapai 200,04 kg/ (20,00 MPa), selisih nilai kuat tekan beton dari kedua variasi tersebut pada umur 28 hari tidak jauh berbeda dimana selisihnya hanya sebesar 1,89%.
Penyuluhan Sumur Resapan Sebagai Upaya Konservasi Cadangan Air Tanah Dan Pengendalian Genangan Air Di Kota Baubau Nurhayati Nurhayati; Irzal Agus; Surianti Surianti
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 6, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v6i4.2546

Abstract

The population increase in urban areas will be directly proportional to the increase in the number of settlements and housing, so a lot of lands will change its function resulting in damage to water catchment areas. Technological developments and development are increasing, disrupting rainwater catchment areas and reducing the ability of rainwater to infiltration. When the rainy season, the problem in RT 18 is a lot of  runoff that cannot quickly absorb into the reservoir, resulting in stagnant water which is quite disturbing to residents' activities. Meanwhile, during the dry season, the borehole water discharge is greatly reduced and seawater intrusion occurs into the well. To overcome this there must be a solution offered to overcome these problems. Therefore one method to build public awareness is through counseling about the importance of infiltration wells. The results of the implementation showed that before counseling the participants' understanding test results were only 14.17% and after counseling the participants' understanding was 77.5%. There was an increase in participants' understanding of 63.33%.            Keywords: infiltration wells; runoff; water conservation, water absorption Abstrak: Peningkatan jumlah penduduk di perkotaan akan berbanding lurus dengan peningkatan jumlah pemukiman dan perumahan, sehingga banyak lahan akan beralih fungsi yang berakibat pada rusaknya daerah resapan air. Perkembangan teknologi dan pembangunan yang makin meningkat, membuat lahan resapan air hujan terganggangu dan mengurangi kemampuan air hujan meresap kedalam tanah. Pada saat musim penghujan tiba permasalahan yang terjadi di RT 18 yaitu banyak limpasan air yang tidak bisa cepat menyerap ke dalam tahan sehingga terjadi genangan air yang cukup mengganggu aktivitas warga. Sedangkan ketika musim kemarau debit air sumur bor sangat berkurang serta terjadi instrusi air laut ke dalam sumur. Untuk mengatasi hal tersebut harus ada solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu salah satu metode untuk membangun kesadaran masyarakat yaitu melalui penyuluhan tentang arti penting sumur resapan. Hasil pelaksanaan menunjukkkan sebelum dilakukan penyuluhan hasil test pemahaman peserta hanya 14,17% dan setelah penyuluhan pemahaman peserta 77,5%. Terjadi peningkatan pemahaman peserta sebesar 63,33%. Kata kunci: limpasan; pelestarian air, resapan air, sumur resapan,
Analisis Pengaruh Perawatan Terhadap Nilai Kuat Tekan Pada Beton Self-Compacting Concrete (SCC) Irzal Agus; Riska Riska
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jmi.v12i2.1436

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar nilai kuat tekan beton self-compacting concrete (SCC) terhadap pengaruh variasi perawatan beton yang direndam dalam air dan tidak direndam pada umur beton 3, 7, dan 28 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan benda uji berbentuk silinder 15 cm x 30 cm. 15 buah benda uji untuk beton SCC yang direndam air dan 15 buah benda uji untuk beton SCC yang tidak direndam. Hasil nilai dari uji kuat tekan beton SCC pada umur 3 hari dengan metode perawatan dengan cara di rendam dalam air diperoleh hasil rata-rata sebesar 15,12 MPa, sedangkan yang tidak direndam diperoleh hasil rata-rata sebesar 13,91 MPa atau mengalami penurunan sebesar 8,00%. Pada umur 7 hari beton SCC yang direndam memiliki kuat tekan beton rata-rata sebesar 23,37 MPa, sedangkan yang tidak direndam diperoleh hasil kuat tekan rata-rata sebesar 22,68 MPa atau mengalami penurunan kuat tekan sebesar 2,95%, begitu juga dengan beton SCC pada umur 28 hari memiliki kuat tekan beton rata-rata 37,11 MPa, sedangkan yang tidak direndam diperoleh hasil kuat tekan rata-rata sebesar 36,65 MPa atau mengalami penurunan kuat tekan sebesar 1,24%.
Analisis Kuat Tekan Beton Berongga menggunakan Kerikil Alam serta pengaruhnya terhadap Faktor Perawatan Irzal Agus; Sayiful Sayiful
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jmi.v13i1.1609

Abstract

Beton berongga (porous concrete) yang digunakan terdiri dari agregat alam (batuan bulat) dengan gradasi terbanyak yakni lolos ¾” dan 3/8”, tanpa menggunakan pasir, air dan bahan tambah retarder. Pada penelitian ini menggunakan faktor air semen (FAS) sebesar 0,35. Pengujian sifat fisik material beton yang dilakukan berupa pengujian kuat tekan dan volume pori. Pengujian beton berongga dilakukan pada umur 3 hari, 7 hari dan 28 hari. Benda uji untuk pengujian kuat tekan dan volume pori berupa silinder berdiameter 15 cm x tinggi 30 cm. Hasil pengujian sampel beton berongga pada umur 28 hari yang direndam memiliki kuat tekan rata-rata terbesar 95,70 kg/cm2, sedangkan yang tidak direndam sebesar 83,80 kg/cm2, atau mengalami penurunan sebesar 12,43%, sedangkan hasil pengujian volume pori rata-rata beton berongga pada umur 28 hari yang direndam sebesar 19,98 %, sedangkan yang tidak direndam sebesar 19,97% atau hampir tidak mengalami perubahan.
Identifikasi Faktor yang Berpengaruh terhadap Penentuan Pemenang Lelang Jasa Konstruksi: (Studi Kasus Proyek Konstruksi Pemerintah Kabupaten Buton) Nurhayati Nurhayati; Irzal Agus
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v19i1.5245

Abstract

The implementation of construction projects involves many parties in terms of interaction and coordination. In order for the owner's wishes to be realized, the owner will choose a qualified contractor to carry out the construction through an auction process. There are several factors that influence to be able to win an auction. This study aims to determine the factors that influence the winning bidder for construction services in the Buton Regency government project which covers three (3) projects at the Public Works & Spatial Planning Office, the Education Office and the Transportation Office. The object of research from the three offices is a building project. Questionnaires were given to the contractors and then the data were analyzed using SPSS, namely regression analysis, model test, F test, T test and autocorrelation. From the results of the analysis obtained three (3) dominant factors that influence the winner of the construction service auction, namely the sub-work (X2), the good relationship between the owner and the contractor (X26) and the communication system in the project (X35).