Dadan Wildan
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Keberadaan Organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) bagi Eksistensi Budaya Bali di Kota Cimahi Arini Putri Wiriantiningrum; Dadan Wildan; Siti Komariah; Mirna Nur Alia Abdullah
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 3 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v9i3.1363

Abstract

Maintaining a culture s existence is not easy, the existence of a culture-based organization becomes essential for its existence. This makes the Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Organization have a role in maintaining the existence of Balinese culture. The aim of this research is to find out how the background, contribution, and impact of the WHDI organization on the existence of Bali culture. The research uses a qualitative approach with observational data collection techniques, interviews, documentation studies, and literature studies. The results of this study show that the existence of the Wanita Indonesian Hindu Dharma organization has an impact on the Bali culture s existence through programs run from the respective fields ranging from social, cultural, religious, economic, and organizational.
Etnopedagogik: Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Rampak Genteng Sebagai Sumber Pembelajaran Sosiologi Dini Miftakhul Jannah Dwi Putri; Dadan Wildan; Siti Komariah
Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 14, No 1 (2024): Sosietas : jurnal pendidikan sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosietas.v14i1.71495

Abstract

This research explores the cultural phenomenon of the Ceramic Music Festival (Rampak Genteng) in Jatiwangi, Majalengka, focusing on its integration into sociology education. The festival, initiated by the Jatiwangi Art Factory community, celebrates local wisdom through music created from clay, emphasizing the community's longstanding expertise in tile-making. The study employs qualitative field research, utilizing interviews and literature review as data collection methods. It investigates how the festival embodies local wisdom, encompassing values such as religiosity, communal solidarity, artistic expression, historical significance, and economic resilience. These values are integral to sociology education, enriching lessons on community empowerment and social harmony. Project-Based Learning (PJBL) serves as a pedagogical approach to integrate these values into the sociology curriculum effectively.
Implementasi Nilai Kearifan Lokal Cublak Cublak Suweng dalam Pembelajaran MERDEKA Yanuarita Nur Hanifa; Dadan Wildan; Siti Komariah
SOCIUS Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i2.668

Abstract

Kearifan lokal menjadi muatan penting untuk diinternalisasikan pada setiap generasi karena mencerminkan nilai-nilai, pengetahuan, dan praktik yang diwariskan secara turun temurun yang mampu mendukung keberlangsungan sosial dan lingkungan. Nilai-nilai lokal memiliki relevansi untuk menghadapi dunia yang terus berubah dan didominasi oleh pengaruh teknologi. Oleh karena itu perlu adanya interseksi antara kearifan lokal dan perkembangan teknologi di dunia pendidikan untuk menciptakan iklim pembelajaran yang interaktif, responsif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis. Inovasi pembelajaran melalui implementasi kearifan lokal pada permainan tradisional Cublak Cublak Suweng dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menjembatani antara kearifan budaya dengan kemajuan global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi nilai kearifan lokal Cublak Cublak Suweng dalam pembelajaran MERDEKA. Teori yang digunakan sebagai dasar analisis adalah teori struktural fungsional skema AGIL dari Talcott Parsons. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnopedagogi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah studi literatur dan observasi partisipan pada pembelajaran sosiologi di SMAN 2 Cibinong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal permainan tradisional Cublak Cublak Suweng dalam pembelajaran MERDEKA menciptakan iklim belajar yang interaktif, inklusif, dan rekreatif sekaligus melestarikan budaya nasional di era digital. Pendekatan ini mentransfer nilai moral dari makna "suweng" sebagai harta sejati serta mendorong keterlibatan aktif siswa sebagai digital native.