Syahrul Affan
STAI Jam’iyah Mahmudiyah Tanjung Pura Langkat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Scramble Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Di Kelas IX MTS Ummi Saodah Laurina Elysia Br Sembiring; Syahrul Affan
Student Research Journal Vol. 1 No. 2 (2023): April : Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sjryappi.v1i2.161

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu apakah model pembelajaran scramble dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas X MTs Ummi Saodah Desa Kwala Gebang Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar akidah akhlak pokok bahasan Beriman kepada hari akhir kelas X MTs Ummi Saodah Desa Kwala Gebang.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (class Action Reasearch) yang terdiri dari dua siklus. Prosedur penelitian meliputi perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MTs Ummi Saodah Desa Kwala Gebang dengan jumlah siswa 18 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok pada siklus I sebesar 38%. berada pada kategori kurang, sedangkan pada siklus II diperoleh skor rata-rata kelompok sebesar 88% berada pada kategori baik. Hal inimenunjukkan telah tercapai hasil belajar secara klasikal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkan model pembelajaran scramble pada siswa kelas IX MTs Ummi Saodah dalam proses pembelajaran, maka hasil belajar Akidah Akhlak, kehadiran dan keaktifan siswa meningkat.
Hukuman Bagi Pelaku Zina Menurut Hukum Islam Ditinjau Dari Hak Asasi Manusia Ismail; Suaib Lubis; Syahrul Affan
Stigma Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/stigma.v4i2.69

Abstract

Dalam penelitian ini, fokus penelitian yang dipilih adalah untuk mengetahui faktor-faktor utama yang menyebabkan perzinahan sehubungan dengan asumsi bahwa faktor utama yang menyebabkan perzinahan dan pergaulan bebas adalah kurangnya pengetahuan agama yang ditanamkan pada remaja tersebut. Hukum pidana di Indonesia pada masa kekaisaran Islam diambil dari hukum Islam, seperti halnya di bidang-bidang lain yang berlaku pada waktu itu. Namun, setelah Belanda menjajah Indonesia, hukum pidana Barat (Belanda) secara bertahap mulai diterapkan di Indonesia. Hukuman rajam sampai mati bertentangan dengan, antara lain, (1) Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia, (2) Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Kejam, Tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat lainnya, (3) Konvensi tentang Hak-Hak Sipil dan Politik, dan (4) UU 1945 dan hukum-hukum lain yang berlaku di Indonesia. Hukuman tersebut tidak diterapkan kepada sembarang orang, tetapi hanya dapat diterapkan kepada orang yang telah terbukti secara hukum dan pasti telah melakukan perzinahan dalam keadaan berstatus muhsan (sudah menikah dan memiliki hubungan sah berdasarkan pernikahan tersebut).   In this study, the chosen research focus is to determine the main factors that cause adultery in relation to the assumption that the main factor causing adultery and promiscuity is the lack of religious knowledge instilled in the teenager. Criminal law in Indonesia during the Islamic empire was taken from Islamic law, as was the case in other fields that were in force at that time. However, after the Dutch colonized Indonesia, Western (Dutch) criminal law gradually began to be applied in Indonesia. The penalty of stoning to death is contrary to, among others, (1) the Universal Declaration of Human Rights, (2) the Convention against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment, (3) the Convention on Civil and Political Rights, and (4) the 1945 Law and other laws in force in Indonesia. This punishment is not applied to just anyone, but can only be applied to people who have been legally and definitely proven to have committed adultery in a state of muhsan status (already married and having a legal relationship based on that marriage).  
Implementasi Metode Super Memory System Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Di Kelas VIII SMP IT Jannatul Firdaus Riska Anisa; Syahrul Affan
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2022): September : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v1i3.1016

Abstract

Super memory system adalah suatu system untuk memperkuat daya ingat dengan mempertinggi tingkat perhatian dan dengan membagikan perhatian dengan menggunakan tehnik daya ingat yang disebut manipulasi otak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII berjumlah 40 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian bahwa pelaksanaan pembelajaran Pendidika Agama Islam di kelas VIII SMP IT Jannatul Firdaus dengan penerapan metode metode super memori system sesuai dengan rencana yang telah dibuat, Hasil belajar siswa kelas VIII SMP IT Jannatul Firdaus pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi menjelaskan Kitab-kitab Allah, setelah penerapan Metode Super Memori System pada siklus I meningkat menjadi 47,22 (17 siswa) dengan persentase ketuntasan sebesar 20 % dan persentase ketuntasan belajar belum mencapai 85 %. Dan siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 77,08 (26 siswa) dengan persentase ketuntasan 75% dengan selisih peningkatan dari siklus I menuju siklus II sebesar 20%. Dan siklus III nilai rata-rata siswa mencapai 80,69 (32 siswa) dengan persentase ketuntasan 88,88% dengan selisih peningkatan dari siklus II menuju siklus III sebesar 13%. Dengan demikian siklus III mengalami peningkatan, sehingga peneliti berkesimpulan bahwa tidak perlu dilanjutkan lagi pada siklus berikutnya.