Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kedalaman Serta Tempat Aplikasi Kompos Biochar Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Pada Lahan Kering Entisol Maria Angela Mediatri Elu; Eduardus Yosef Neonbeni; Deseriana Bria; Natalia Desy Djata Ndua
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 10 No 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v10i1.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh kedalaman dan tempat aplikasi kompos biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) di lahan kering entisol. Percobaan ini menggunakan desain faktorial dengan dua faktor, yaitu kedalaman (5 cm, 15 cm, dan 25 cm) serta tempat aplikasi (olah lubang dan olah alur). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total, bobot segar tajuk, bobot segar akar, panjang akar, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar. Hasil analisiss varians menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara kedalaman dan tempat aplikasi pada seluruh parameter yang diamati. Namun, perlakuan tunggal memberikan pengaruh signifikan pada beberapa parameter. Kedalaman 5 cm dan 25 cm memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah daun (21 HST) serta bobot segar akar. Pada perlakuan tempat aplikasi, pengolahan olah lubang secara konsisten menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan pengolahan olah alur, terutama pada tinggi tanaman (14-28 HST), jumlah daun, bobot segar total tanaman, bobot segar tajuk, bobot segar akar, panjang akar, dan bobot kering tajuk. Hal ini disebabkan olah konsentrasi kompos biochar pada pengolahan olah lubang lebih dekat dengan zona perakaran sehingga ketersediaan hara lebih optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya penentuan kedalaman dan metode aplikasi biochar untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi pada tanah marginal. Aplikasi biochar pada kedalaman 5 cm atau 25 cm serta pengolahan olah lubang dapat menjadi strategi efektif untuk memperbaiki sifat tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, dan meningkatkan produktivitas tanaman pakcoy di lahan kering entisol.
Peningkatan Pengetahuan Kelompok Tani Nekto Nopala dalam Pembuatan Pupuk Kompos Blok Berbasis Limbah Ternak Ture Simamora; Oktovianus Rafael Nahak TB; Eduardus Yosef Neonbeni
Batoboh Vol 10, No 2 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i2.5711

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Nekto Nopala di Desa Kiuloa, Kabupaten Timor Tengah Utara, dalam pembuatan pupuk kompos blok berbasis limbah ternak, khususnya feses sapi. Selama ini, limbah ternak belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung menjadi sumber pencemaran lingkungan. Padahal, jika dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik yang berguna bagi kesuburan tanah dan peningkatan produktivitas pertanian. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan mengenai manfaat dan proses pembuatan kompos blok, demonstrasi teknis di lapangan, serta pelatihan langsung yang melibatkan seluruh anggota kelompok. Pendekatan partisipatif digunakan agar peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan, keterampilan teknis, dan kesadaran lingkungan. Kompos blok yang dihasilkan memiliki bentuk padat, mudah diaplikasikan, serta berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Selain memberikan solusi pengelolaan limbah ternak, kegiatan ini juga mendukung kemandirian dan keberlanjutan usaha tani-ternak di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Diharapkan, teknologi ini dapat direplikasi oleh kelompok tani lain dalam rangka mendukung sistem pertanian terpadu dan ramah lingkungan