Ilman Zuhri Yadi
Universitas Bina Darma Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengukuran Kesiapan Pengguna Website SIKN di Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan Menggunakan Metode Technology Readiness Index (TRI) Aulia Nurul Rahmadini; Evi Yulianingsih; Ilman Zuhri Yadi; Rahayu Amalia
Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jtik.v9i2.1797

Abstract

Penelitian ini mengukur tingkat kesiapan sistem informasi kearsipan nasional (SIKN) di Dinas Kearsipan Provisi Sumatera Selatan (studi kasus lembaga kearsipan daerah/LKD). Setelah melakukan studi literatur, penelitian ini dimulai dengan menyebarkan kuesioner yang disusun berdasarkan variabel yang ada pada metode TRI (Technology Readinnes Index) kepada 50 responden, dari 17 Lembaga Kearsipan Daerah. Metode TRI merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur kesiapan pengguna website. Hasil dari pengisian kuesioner oleh responden diuji nilai validitas serta reliabilitasnya untuk mendapatkan variabel dan indikator yang valid dan juga reliabel. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh/sampel sensus untuk menentukan sampel. Indikator yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Optimis (Optimism), Inovasi (Innovativeness), Ketidaknyamanan (Discomfort), dan Ketidakamanan (Insecurity). Indikator yang digunakan terdiri dari 23 butir pernyataan dan terbagi dalam 4 dimensi diantaranya, 4 indikator pada variabel optimism, 5 indikator dari variabel innovativenes, 7 indikator dari variabel discomfort, dan 7 indikator dari variabel insecurity. Hasil dari pengujian menggunakan TRI, didapatkan hasil tingkat kesiapan pengguna terhadap website SIKN tergolong kedalam kategori Medium. Hal tersebut diperoleh dengan melihat hasil dari total TRI yang didapatkan yaitu 3,51. Nilai tersebut berada diantara 2,89 sampai 3,51 (2,90 ≤ TRI ≤ 3,51). Variabel Optimism mendominasi skor total TRI dengan nilai 1,20 yang menunjukkan bahwa para pengguna  merasa optimis dan memiliki pandangan yang positif terhadap website SIKN mereka percaya bahwa SIKN dapat memberikan efek positif terhadap pekerjaan mereka.
Analisis Pengukuran Kesiapan Pengguna Website SIKN di Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan Menggunakan Metode Technology Readiness Index (TRI) Aulia Nurul Rahmadini; Evi Yulianingsih; Ilman Zuhri Yadi; Rahayu Amalia
Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jtik.v9i2.1797

Abstract

Penelitian ini mengukur tingkat kesiapan sistem informasi kearsipan nasional (SIKN) di Dinas Kearsipan Provisi Sumatera Selatan (studi kasus lembaga kearsipan daerah/LKD). Setelah melakukan studi literatur, penelitian ini dimulai dengan menyebarkan kuesioner yang disusun berdasarkan variabel yang ada pada metode TRI (Technology Readinnes Index) kepada 50 responden, dari 17 Lembaga Kearsipan Daerah. Metode TRI merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur kesiapan pengguna website. Hasil dari pengisian kuesioner oleh responden diuji nilai validitas serta reliabilitasnya untuk mendapatkan variabel dan indikator yang valid dan juga reliabel. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh/sampel sensus untuk menentukan sampel. Indikator yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Optimis (Optimism), Inovasi (Innovativeness), Ketidaknyamanan (Discomfort), dan Ketidakamanan (Insecurity). Indikator yang digunakan terdiri dari 23 butir pernyataan dan terbagi dalam 4 dimensi diantaranya, 4 indikator pada variabel optimism, 5 indikator dari variabel innovativenes, 7 indikator dari variabel discomfort, dan 7 indikator dari variabel insecurity. Hasil dari pengujian menggunakan TRI, didapatkan hasil tingkat kesiapan pengguna terhadap website SIKN tergolong kedalam kategori Medium. Hal tersebut diperoleh dengan melihat hasil dari total TRI yang didapatkan yaitu 3,51. Nilai tersebut berada diantara 2,89 sampai 3,51 (2,90 ≤ TRI ≤ 3,51). Variabel Optimism mendominasi skor total TRI dengan nilai 1,20 yang menunjukkan bahwa para pengguna  merasa optimis dan memiliki pandangan yang positif terhadap website SIKN mereka percaya bahwa SIKN dapat memberikan efek positif terhadap pekerjaan mereka.
PENGEMBANGAN ANTAR MUKA APLIKASI MOBILE MESIN PENERJEMAH BAHASA DAERAH SUMATERA SELATAN BERBASIS MODULAR MENGGUNAKAN FRAMEWORK FLUTTER Syafaat Prasetia; Yesi Novaria Kunang; Ilman Zuhri Yadi; Susan Dian Purnamasari
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.6570

Abstract

Bahasa daerah Sumatera Selatan terdiri dari Bahasa Jawa, Kayu Agung, Komering, Lematang, Melayu, Ogan, Basemah dan Pedamaran. Setiap bahasa tersebut menjadi identitas setiap daerah di provinsi Sumatera Selatan. Akan tetapi, sudah tidak banyak khususnya anak muda yang menggunakan atau mengenal bahasa daerah Sumatera Selatan.  Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan antar muka aplikasi penerjemah bahasa daerah Sumatera Selatan yaitu bahasa Basemah, Palembang, Komering ke Indonesia, maupun sebaliknya. Metode yang digunakan adalah extreme programming yaitu metode pengembangan perangkat lunak yang responsif terhadap perubahan, terdiri dari beberapa iterasi yang dapat dilakukan berulang kali sesuai kebutuhan. Tools yang akan digunakan untuk membuat tampilan aplikasi yaitu Flutter yang merupakan framework untuk aplikasi mobile yang memungkinkan pengembangan aplikasi dengan kinerja tinggi. Hasil yang dari penelitian ini berupa antar muka aplikasi untuk menghubungkan model machine translator seq2seq (sequence-to-sequence) yang dikembangkan sebelumnya menggunakan API Flask. Berdasarkan hasil pengujiang menggunakan metode SUS (Systems Usability Scale) dari 20 responden, antar muka yang dikembangkan mendapat skor SUS 78 (good).