Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SWARNA

PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN HIDUP MENJADI LEBIH BAIK DENGAN MEMANAJEMEN WAKTU Pricilia Syanne Gosal; Clarissa Liaupati; Ria Sakinah Waji
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 9 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, September 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i9.858

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari kanak-kanak. Pada masa remaja, tugas perkembangannya tentu sudah berbeda dari saat individu masih berada di kanak-kanak. Bertambahnya tugas perkembangan individu pada masa remaja membuat beberapa tidak mampu mengatur waktunya dengan baik. Sehingga dilakukan PKM berupa Psikoedukasi pada salah satu SMA swasta di kota Makassar. Solusi yang ditawarkan berupa pemaparan materi mengenai time management dan melakukan praktik step by step melakukan time management. Target luaran kami yaitu peserta mampu mengatur waktunya lebih baik meskipun sedang memiliki banyak tugas, mengatur organisasi, dan kegiatan lain diluar kegiatan akademik. Kegiatan PKM dilakukan pada Jumat, 21 Juli 2023 pukul 14.00- 15.00 WITA. Sebelum melakukan psikoedukasi, dilakukan pre-test terlebih dahulu untuk melihat pengetahuan siswa mengenai time management kemudian akan dibandingkan dengan hasil post-test untuk melihat apakah ada perngaruh dari pemberian psikoedukasi yang dilakukan. Keberhasilan psikoedukasi dapat terlihat pada perbedaan skor dari pre-test dan post-test yang telah diperoleh.
PSIKOEDUKASI TIME MANAGEMENT KEPADA ANGGOTA OSIS SMA ZION MAKASSAR Euodia Mosse; Aesybel Rachel Doping; Ria Sakinah Waji
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 9 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, September 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i9.859

Abstract

Manajemen waktu merupakan salah satu keterampilan penting kepemimpinan, bahkan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan suatu rencana di dalam organisasi. Permasalahan yang seringkali timbul bagi siswa-siswi SMA Zion Makassar, yaitu banyaknya tugas-tugas yang telah diberikan dari gurunya. Namun dalam hal tersebut memang sering menjadi sebagai sebuah permasalahan bagi anak-anak di jaman yang sekarang ini. Ada juga siswa-siswi yang mengeluh mengenai ujian yang diberikan dari gurunya, mereka mengeluh karena pada saat hari ujian telah tiba, maka masih ada saja tugas yang diberikan. Maka dari itu mereka tidak dapat membagi dan mengatur waktunya dengan baik. Apalagi terhadap siswa-siswi yang mengikuti organisasi sekolah atau yang biasanya disebut sebagai (OSIS). Seringkali mereka merasa terbebani karena adanya tugas-tugas dari guru dan ditambah lagi program kerja kedepannya yang mereka harus jalankan.
PSIKOEDUKASI UNTUK MENGHINDARI TERJADINYA PENINGKATAN PELECEHAN SEKSUAL YANG TERJADI DI LINGKUNGAN SEKOLAH Charlayne Elizabeth Noleen Hamdali; Kelly Dalwin; Ria Sakinah Waji
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 10 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i10.952

Abstract

Pelecehan seksual merupakan masalah serius di Indonesia. Pada beberapa tahun terakhir, kasus pelecehan seksual semakin meningkat. Tidak sedikit pelaku dan korban merupakan anak remaja. Berdasarkan hal itu, maka dilakukan PKM berupa Psikoedukasi pada salah satu SMA swasta di kota Makassar. Pemaparan materi yang diberikan berupa pendidikan seks berisi pencegahan dan jenis-jenis pelecehan seksual serta akibat yang ditimbulkan. Target luaran kami yaitu peserta mampu memahami dan mengetahui jenis-jenis pelecehan seksual serta dapat menerapkan pencegahan perilaku pelecehan seksual. Target yang ingin dicapai secara luas yaitu mengurangi tingkat pelecehan seksual yang terjadi di Indonesia terutama di lingkungan sekolah. Kegiatan PKM dilakukan pada Kamis, 23 Juli 2023 pukul 07.30-08.50 WITA. Sebelum melakukan psikoedukasi, maka terlebih dahulu diberikan pre-test untuk melihat sejauh mana pengetahuan siswa menegenai pelecehan seksual dan akan diberikan post-test setelah dilakukan psikoedukasi untuk melihat apakah ada pengaruh dari psikoedukasi yang telah dilaksanakan. Keberhasilan psikoedukasi yang dilaksanakan ditentukan dari adanya perbedaan skor antara pre-test dan post-test yang telah dilaksanakan.
Toxic Online Behavior Angelin Laura Wijaya Rantung; Gabrielle Elizabeth Yauwcob; Intan Suratno; Malvino Ricardo Suandy; Ria Sakinah Waji; Brigitta Tunggawi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i3.1912

Abstract

Perkembangan teknologi digital meningkatkan intensitas interaksi anak di ruang maya, khususnya melalui game online dan media sosial. Kondisi ini berpotensi memunculkan toxic online behavior, seperti penggunaan kata-kata kasar, ejekan, dan komunikasi yang tidak sopan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai perilaku toxic online serta pentingnya regulasi emosi dalam interaksi digital. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi secara tatap muka kepada 20 siswa kelas V SD Frater Thamrin, Makassar. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, aktivitas edukatif individu dan kelompok, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test (M = 23,20) lebih tinggi dibandingkan post-test (M = 21,20), dengan nilai signifikansi 0,072 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman siswa sebelum dan sesudah psikoedukasi. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi satu sesi belum cukup untuk menghasilkan perubahan pemahaman dan regulasi emosi secara signifikan. Meskipun demikian, kegiatan ini membantu siswa mengenali bentuk perilaku toxic online dan dampaknya dalam interaksi sosial. Oleh karena itu, psikoedukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terstruktur agar mampu mendukung perkembangan sosial dan emosional siswa dalam penggunaan media digital secara sehat secara konsisten di sekolah maupun di rumah.