Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENCEGAHAN ADIKSI PENGGUNAAN GADGET PADA SISWA SEKOLAH DASAR Alexander Indrakusuma Linggi; Heni Gerda Pesau; Diah Sastaviana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18312

Abstract

Efek negatif pengguanaan teknologi khususnya gadget telah lama terjadi pada berbagai pihak salah satunya siswa sekolah dasar. Seperti yang kita ketahui, siswa sekolah dasar saat ini dapat dengan mudah, leluasa serta tanpa kontrol menggunakan gadget pribadi maupun gadget milik orang tua mereka. Kegiatan ini sering tanpa pengawasan yang memadai dan membuat mereka sangat rentan untuk menggunakan gadget secara berlebihan sehingga dapat mengarahkan mereka pada kecanduan gadget. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan intervensi untuk mencegah adiksi penggunaan gadget pada siswa sekolah dasar. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan manajemen diri dan penataan aktivitas harian bagi para siswa. Sasaran kegiatan ini adalah siswa Sekolah Dasar Frater Bakti Luhur Makassar di kelas 5A. Sejumlah 37 siswa/peserta mengikuti kegiatan ini. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu pada akhir sesi terlihat bahwa ada perubahan pada level kognitif siswa. Perubahan yang terjadi pada tahapan perencanaan perilaku yang baru dan didukung oleh pembuatan komitmen dalam kontrak perilaku untuk membatasi diri dalam menggunakan gadget.
Student Wellbeing Ditinjau dari Keberfungsian Keluarga dan Iklim Sekolah pada Siswa SMK di Kota Makassar Alexander Indrakusuma Linggi; Ria Sakinah Waji
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Student wellbeing is a condition of positive emotional life in students in the school environment. Wellbeing plays a very important role in the adolescent development process and supports the achievement of learning success at school. The purpose of this study is to determine the relationship between the external system of vocational students (family and school) and their level of well-being. This research method is a correlational study of three research variables namely student wellbeing, family functioning and school climate. The subjects in this study were 140 students from two public vocational schools in Makassar City. The first and second hypothesis tests show that there is a positive and highly significant relationship between family functioning and student wellbeing (r = 0.420; p < 0.01) and there is also a positive and highly significant relationship between school climate and student wellbeing (r = 0.470; p < 0.01). The third hypothesis test uses multiple regression and shows that the variables of family functioning and school climate together are significantly related to student wellbeing of vocational high school students in Makassar City (F = 27.018; df = 2.0; p < 0.01).
Relationship between Working Memory and Early Adolescent Mathematics Learning Achievement Linggi, Alexander Indrakusuma
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v3i4.493

Abstract

Working memory is an important cognitive ability in the learning process. This study aims to determine the relationship between working memory and mathematics achievement in early adolescent students. The research hypothesis is that there is a positive relationship between working memory and mathematics learning achievement in early adolescent students. Participants in this study were 41 students who were incidentally available at junior high schools in Semarang city. Data collection was carried out by measuring aspects of working memory, namely using Digit Span Backward and Sequencing using paper and pencil. Mathematics learning achievement using math midterm exam scores. Data analysis using pearson correlation. The results of the data analysis show that the hypothesis is accepted. Working memory has a positive correlation with mathematics learning achievement. It was concluded that working memory ability can predict mathematics learning achievement.ABSTRAKWorking memory/memori kerja merupakan kemampuan kognitif yang penting dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara memori kerja dengan prestasi belajar matematika siswa remaja awal. Hipotesis penelitian ini adalah memori kerja dengan prestasi belajar matematika pada siswa remaja awal. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 41 orang siswa yang tersedia secara insidental pada SMP di kota Semarang. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran aspek memori kerja yaitu menggunakan Digit Span Backward and Sequencing secara paper and pencil. Prestasi belajar matematika menggunakan nilai ujian tengah semester matematika. Analisis data menggunakan korelasi pearson. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Memori kerja memiliki korelasi positif dengan prestasi belajar matematika. Disimpulkan bahwa kemampuan memori kerja dapat memprediksi prestasi belajar matematika.
Teacher Work Stress and Psychological Well-being Diah Sastaviana; Alexander Indrakusuma Linggi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7331

Abstract

The aims of this research is to find the relationship between job stress and teacher’s psychological well-being. The approach methods used in this research are correlational quantitative method and measurement instrument using job stress and psychological well-being scale. The sampling techniques used are simple random sampling and the number of subjects obtained were 83 teachers. The data analysis technique used in the hypothesis testing was Pearson Product Moment analysis. The results of the analysis is the correlation value R = -0,678 with a significance value of 0.000 (p <0.01). Based on the result, it can be concluded that there is a strong negative relationship between job stress and psychological well-being. The conclusion of this research show that increasing job stress can resulting in a decrease in psychological well-being. So that, job stress has an impact on the psychological well-being of teachers.
Peran Iklim Sekolah terhadap Perilaku Cyberbullying Waji, Ria Sakinah; Linggi, Alexander Indrakusuma
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7437

Abstract

The use of digital technology can result in cyberbullying behavior. Cyberbullying behavior is a cruel behavior that disturbs other individuals that is done consciously and repeatedly using technology media. Adolescents as students will spend more time at school. One of the researcher's assumptions is that the influence of the role of school climate has a role in the occurrence of cyberbullying behavior. "Invisible" bullying is very possible to occur in schools but is not seen by the school. The research method uses a quantitative approach with a correlational research type. Respondents in the study are 127 early adolescents with an age range of 13-16 years. The results of the study showed a significant relationship between school climate and cyberbullying behavior in adolescents (p = 0.013). The correlation coefficient of -0.220 indicates a weak negative relationship, where a better school climate tends to reduce the level of cyberbullying, although there are other influencing factors.
BIMBINGAN KARIR SISWA KELAS XII SMA FRATER MAKASSAR Alexander Indrakusuma Linggi; Diah Sastaviana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.33502

Abstract

Siswa SMA terutama siswa kelas XII merupakan Individu yang berada pada fase remaja akhir dan akan masuk fase dewasa awal. Individu yang akan masuk dalam fase dewasa awal salah satu karakteristiknya yaitu individu tersebut mulai terlibat dalam dunia pekerjaan dan karir. Namun pada kenyataanya masih banyak siswa remaja yang akan lulus SMA belum memiliki perencanaan karir yang baik di masa depan. Untuk mengatasi hal ini, pengabdi mengadakan bimbingan karir bagi siswa yang akan segera lulus SMA tersebut. Sasaran kegiatan ini adalah Siswa kelas XII SMA Frater Makassar. Kegiatan dilakukan dengan dua tahap. Tahapan Pertama yakni screening minat dan bakat siswa. Tahapan kedua yaitu bimbingan karir yang dilakukan dengan metode klasikal atau bimbingan kelompok. Target yang ingin dicapai adalah munculnya pemahaman yang baik mengenai perencanaan karir pada siswa kelas XII. Hasil screening bakat menunjukkan bahwa pada tiga aspek bakat yaitu kemampuan administratif dan ketelitian, kemampuan logika dan kemampuan hitungan serta kemampuan berpikir terstruktur tersebar berimbang diantara para siswa. Pada dua aspek bakat berikutnya yaitu kemampuan visual, spasial, serta fleksibilitas berpikir dan kemampuan pengetahuan umum dan bahasa yang dimiliki para siswa belum optimal dan masih terbatas. Tiga minat tertinggi yang dipilih siswa yaitu practical, medical dan outdoor. Terdapat empat dunia kerja teratas yang diminati oleh para siswa yaitu : Kesehatan, Pegawai Kantor, Teknik dan Transportasi. Hasil uji analisis menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata pemahaman siswa sebelum dan sesudah kegiatan bimbingan kelompok. Saran bagi peneliti berikutnya yaitu memilih metode yang lebih intensif seperti pelatihan perencanaan karir yang lebih lengkap dengan durasi yang optimal agar efektivitas kegiatannya lebih baik.
Menumbuhkan potensi wisata monumen berbasis Informasi digital, kepedulian lingkungan, dan edukasi siswa di kelurahan Tampo, kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja Jason Pirono; Edwardus Supriadi; Silviana Phony Mare; Filipus Ishak Reynaldy; Dylan Yosua Anggraini; Ignes Theo Lumme Turandan; Lady Amanda; Antonius Sudirman; Bartolomeus Rante Allo; Alexander Indrakusuma Linggi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2853

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan menumbuhkan potensi wisata monumen berbasis informasi digital di Kelurahan Tampo, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemanfaatan teknologi digital dalam promosi dan penyediaan informasi wisata, rendahnya kepedulian lingkungan di sekitar monumen, minimnya keterlibatan siswa dalam edukasi pariwisata, serta belum optimalnya peran pemerintah lokal dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi. Metode yang digunakan meliputi pendampingan pembuatan media informasi digital (seperti kode QR dan konten media sosial), kegiatan bersih lingkungan, penyuluhan edukatif bagi siswa tentang pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan, serta koordinasi bersama pemerintah kelurahan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan akses informasi wisata secara digital, tumbuhnya kesadaran lingkungan masyarakat dan siswa dalam mendukung pengembangan wisata berbasis kolaborasi. Program ini menegaskan bahwa sinergi antara teknologi digital, edukasi, kepedulian lingkungan, sangat penting untuk menciptakan pengelolaan wisata monumen yang berkelanjutan dan berdaya saing.
EXAMINING THE RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL MEDIA ADDICTION AND MULTIPLE DIMENSIONS OF STUDENT ENGAGEMENT AMONG UNDERGRADUATE STUDENTS Alexander Indrakusuma Linggi; Ria Sakinah Waji; Diah Sastaviana; Askari Hasanuddin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 13 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v13i3.7141

Abstract

Social media addiction has become an increasingly prevalent phenomenon among university students and has been associated with various academic, emotional, and social outcomes. However, previous studies have primarily focused on academic performance and psychological distress, while limited attention has been given to different dimensions of student engagement, particularly peer and teacher engagement. Therefore, this study aimed to examine the relationship between social media addiction and academic engagement, affective engagement, peer engagement, and teacher engagement among undergraduate students from private universities in Makassar, Indonesia. This study employed a quantitative cross-sectional design involving 129 students selected through simple random sampling. Data were collected using adapted versions of the Smartphone Application-Based Addiction Scale (SABAS) and the Higher Education Student Engagement Scale (HESES). The instruments were translated and adapted into Indonesian, and data were collected through an online questionnaire. Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) using SmartPLS 4 was employed to analyze the relationships among variables. The results indicated that social media addiction was significantly associated with academic engagement. In contrast, no significant relationships were found between social media addiction and affective engagement, peer engagement, or teacher engagement. These findings suggest that the influence of social media addiction may vary across different dimensions of student engagement and is not uniformly detrimental. The study contributes to the literature by integrating multiple engagement dimensions within a single model and highlights the importance of considering the educational context when examining the consequences of social media addiction. Practical implications include the need for universities to promote digital literacy and responsible social media use while supporting broader aspects of student engagement.