p-Index From 2021 - 2026
1.006
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Servie O. Dapas
Universitas Sam Ratulangi

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Pengaruh Variasi Molaritas NaOH Terhadap Kuat Tekan Dan Modulus Elastisitas Pada Eksperimen Beton Geopolimer Berbasis Abu Terbang (Fly Ash) Theyni J. Korompis; Steenie E. Wallah; Servie O. Dapas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berangkat dari usaha untuk mengurangi peningkatan emisi rumah kaca dan mencari substitusi yang tepat untuk menggantikan semen sebagai salah satu material penyusun beton, penelitian dilakukan terhadap abu terbang (fly ash) dimana NaOH dan Na2SiO3 yang direksikan dengan Si dan Al yang terkandung di dalam abu terbang dapat menghasilkan pengikat (binders) menggantikan semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi molaritas larutan NaOH terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton geopolimer berbasis abu terbang (fly ash). Variasi molaritas larutan NaOH yang akan digunakan adalah 8 M, 10 M, 12 M dan 14 M dengan usia perawatan beton selama 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Sementara itu untuk metode curing adalah dengan curing oven selama 24 jam pada suhu 90O. Dari hasil analisis regresi linear berganda terhadap beton geopolimer dengan usia perawatan 7 dan 14 hari, dapat dibuktikan bahwa variasi molaritas larutan NaOH berpengaruh terhadap kuat tekan beton geopolimer, dimana nilai signifikansi koefisien adalah 0,000 < 0,025. Sementara itu, untuk modulus elastisitas hasil analisis regresi linear berganda terhadap beton geopolimer dengan usia perawatan 7 dan 14 hari menunjukkan bahwa variasi molaritas larutan NaOH tidak berpengaruh terhadap nilai modulus elastisitas, dimana nilai signifikansi koefisien yang di dapat adalah 0,498 > 0,025. Kata kunci – Beton Geopolimer, Fly Ash, Variasi Molaritas, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas, Regresi Linear Berganda
Perbandingan Kuat Lentur Dan Kuat Tarik Belah Pada Beton Geopolimer M. Resky Febriansyah; Reky S. Windah; Servie O. Dapas
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53879

Abstract

Beton Geopolimer adalah beton terobosan terbaru tanpa adanya penggunaan semen pada campurannya yang pada saat ini sedang dikembangkan untuk mendapatkan hasil terbaik dalam penerapannya di lapangan. Proses pengikatan beton geopolimer terjadi dikarenakan adanya silica dan alumina pada Fly Ash yang jika dicampurkan dengan cairan alkalin activator dan superplatisizer akan membentuk pasta geopolimer. Benda uji yang digunakan adalah beton geopolimer dengan perbedaan dimensi benda uji untuk kuat Tarik belah dan Tarik lentur. Waktu pengujian benda uji dilakukan setelah beton geopolimer berumur 28 hari dengan jenis perawatan temperatur ruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tarik lentur dan kuat Tarik belah pada ukuran yang lebi kecil menunjukan nilai kuat Tarik yang lebih tinggi. Nilai rata-rata kuat tarik belah pada ukuran silinder 100 x 200 mm yang memperoleh nilai kuat tarik belah rata rata dari 1,935 dan pada ukuran silinder 150 x 300 mm yang memperoleh nilai kuat tarik belah rata rata dari 1,79. Nilai rata-rata kuat tarik lentur pada ukuran balok 100 x 100 x 400 mm yang memperoleh nilai kuat tarik lentur rata rata dari 1,80 MPa dan pada ukuran balok 150 x 150 x 600 mm yang memperoleh nilai kuat tarik lentur rata rata dari 2,70 MPa. Kata kunci: geopolimer, fly ash, kuat tarik lentur, kuat tarik belah, suhu ruang
Pengaruh Penambahan Limbah Serat Masker Medis Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Lentur Pasta Beton Meisy S. Gaghana; Servie O. Dapas; Mielke R. I. A. J. Mondoringin
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53988

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi masyarakat modern dalam pembuatan elemen struktur. Kelebihan beton yaitu mempunyai kuat tekan yang baik, tetapi mempunyai kuat tarik yang rendah. Salah satu upaya peningkatan kuat tarik beton adalah dengan penambahan serat pada adukan beton. Pada penelitian ini, digunakan serat dari masker medis (polypropylene) sebagai bahan tambahan. Pemilihan serat ini diambil karena banyaknya limbah serat masker medis yang sukar di daur ulang sejak pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat masker medis dengan variasi ukuran 1x5 mm dan 1x10 mm. Presentase penggunaan bahan tambah serat masker medis: 0%, 0.125%, 0.25% dan 0.5% dari berat total semen. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan optimal kuat tekan terdapat pada variasi ukuran serat 1x5 mm dengan persentase serat 0,25%, terdapat peningkatan sebesar 1,26 MPa dari beton normal dengan hasil pengujian 42,053 MPa; dan untuk kuat tarik lentur pada variasi ukuran serat 1x5 mm dengan persentase serat 0,25%, terdapat peningkatan sebesar 0,06 MPa dari beton normal dengan hasil 0,51 MPa. Tetapi pada variasi ukuran serat 1x10 mm tidak berpengaruh secara signifikan pada nilai kuat tekan dan kuat tarik lentur pasta beton. Kata kunci: serat masker medis, kuat tekan, kuat tarik lentur
Perencanaan Kembali Struktur Beton Bertulang Balai Kesehatan Ibu Dan Anak Di Kota Manado Anjelly P. Turangan; Servie O. Dapas; Mielke R. I. A. J Mondoringin
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54756

Abstract

Kebutuhan pembanguan dibidang kesehatan akibat semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan penduduk dikota Manado, tak bisa dipungkiri. Pembangunan gedung layanan kesehatan menjadi langkah yang baik untuk menunjang kebutuhan di bidang kesehatan. Dalam perencaanan ini, struktur yang akan dirancang adalah Balai Kesehatan Ibu dan anak 4 lantai di Kota Manado. Sebagai gedung bertingkat yang dibangun di kota Manado yang merupakan daerah rawan gempa, maka perencanaannya harus dilakukan sebaik-baiknya memperhatikan kekuatan, kekakuan, dan daktilitas strukturnya. Struktur gedung yang direncanakan merupakan struktur beton bertulang dengan panjang bangunan = 42 m, lebar = 26,6 m, dan tinggi = 17, 5 m. Terletak di Kota Manado, Sulawesi Utara, dengan nilai SDS = 0,7484 dan SD1 = 0,5635, jenis tanah termasuk kelas situs SD atau tanah sedang, maka struktur termasuk dalam Kategori Desain Seismik (KDS) “D”, sehingga direncanakan komponen struktur menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Komponen struktur yang direncanakan, yakni balok, kolom dan pelat dengan mutu beton (f’c) = 30 MPa, mutu tulangan longitudinal (fy) = 420 MPa dan tulangan transversal (fyt) = 280 MPa. Perhitungan beban mati dan beban hidup megikuti SNI 1727:2020. Beban gempa menggunakan analisis dinamik ragam spektrum respon sesuai SNI 1726:2019. Perencanaan beton struktural untuk bangunan gedung mengacu pada SNI 2847:2019. Pemodelan dan analisis struktur menggunakan bantuan Software ETABS Ultimate V.20. Berdasarkan hasil analisis dan perencanaan yang telah dilakukan, strukur gedung telah memuhi persyaratan dan aman terhadap gaya-gaya yang bekerja termasuk gaya gempa. Elemen struktur dan penulangan mampu menahan gaya momen dan gaya-geser yang bekerja pada penampang dan telah memenuhi persyaratan pendetailan SRPMK, yaitu Strong Column Weak Beam untuk mendapatkan struktur yang bersifat kuat, kaku dan daktail. Kata kunci: perencanaan struktur, beton bertulang, SRPMK, ETABS
Perencanaan Struktur Gedung Bertingkat Tahan Gempa Menggunakan Sistem Rangka Baja Terbreis Konsentris Khusus (Studi Kasus: Rumah Sakit Di Kota Manado) Abraham Giroth; Banu D. Handono; Servie O. Dapas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56608

Abstract

Dalam upaya mengkaji penerapan sistem struktur baja di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, maka dilakukanlah perencanaan struktur bangunan bertingkat sebuah rumah sakit (tanah sedang, Ie = 1.5, KDS D) menggunakan rangka baja terbreis konsentris khusus (RBKK) sebagai sistem penahan gaya seismik (STGS), dengan tambahan model pembanding yang menggunakan rangka pemikul momen khusus (RPMK). Proses perencanaan mencakup analisis struktur, penentuan elemen sampai dengan pendetailan sambungan dengan bantuan software ETABS (analisis struktur) dan RAM Connection (desain sambungan). Analisis portal baja menggunakan prinsip Direct Analysis Method (DAM) serta analisis elemen dan sambungan dengan prinsip desain kapasitas. Dengan hasil, model RBKK terpilih didapati lebih ringan dibandingkan dengan model pembanding, kemudian elemen hasil desain sudah memenuhi kaidah RBKK, kecuali balok H400X200X8X13 yang belum memenuhi syarat profil daktail tinggi. Demikianpun sambungan telah didesain dengan memperhatikan syarat geometrik maupun kapasitas. Kata kunci: struktur gedung bertingkat tahan gempa, rangka baja terbreis konsentris khusus, desain kapasitas
Analisis dan Desain Balok Beton Bertulang Menggunakan Tabel Berdasarkan SNI 2847:2019 Christina H. K. Mailangkay; Reky S. Windah; Servie O. Dapas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.57041

Abstract

Perhitungan tulangan balok dengan menggunakan cara tabel dapat mempermudah dan mempercepat dalam mendesain tulangan lentur balok persegi beton bertulang. Dengan cara tabel dan mengacu pada SNI 2847:2019, maka dapat mendesain tulangan lentur pada balok dengan data nilai fc’ , fy, dan nilai dimensi penampang balok (b, h, d) apabila diketahui momen ultimatenya. Selain itu dengan cara tabel dapat juga dilakukan analisis untuk menentukan nilai momen ultimatenya apabila diketahui besaran tulangan tarik dan tulangan tekannya. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan menunjukan bahwa hasil perhitungan dengan menggunakan cara tabel hasilnya hampir sama dengan hasil dari perhitungan cara manual. Kata kunci: analisis, desain, tabel penulangan balok, tulangan tunggal, tulangan rangkap