Ummu Kalsum
Prodi Gizi, Universitas Sulawesi Barat

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Dini sebagai salah satu Faktor Penyebab Kejadian Stunting: Literature Review Ummu Kalsum; Nurul Annisa; Anisa Dwirizky Abdullah; Auliah Rahmi Latif
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 2 No. 3 (2022): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v2i3.152

Abstract

Stunting selama dua tahun pertama kehidupan menjadi perhatian dunia sebab konsekuensi jangka panjang yang tidak bisa diubah pada perkembangan individu, termasuk pertumbuhan fisik yang buruk, perkembangan kognitif dan psikomotor yang buruk. Pemberian makanan pendamping ASI dini dapat berkontribusi pada kejadian stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keterkaitan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) secara dini terhadap kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan metode kajian literature (literature review). Artikel yang digunakan merupakan penelitian-penelitian dengan data primer yang relevan tentang Pemberian MPASI dini dan kejadian stunting yang ditelusuri melalui Google Scholar, Pubmed dan Scopus dengan kata kunci kata kunci “stunting and early complementary feeding practices”, “early introduction of complementary food”, dan “factors affecting stunting”. Diperoleh 6 artikel yang eligible dan sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pemberian MPASI dini dengan kejadian stunting. Edukasi mengenai dampak pemberian MPASI dini diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah bayi yang diberikan MPASI sebelum waktunya demi mengurangi angka kejadian stunting.
Pengaruh Penyuluhan Gizi Terhadap Pengetahuan Anemia Dan Kekurangan Energi Kronik Siswi Madrasah Tsanawiyah Darul Hikmah Poniang: The Effect Of Nutritional Education On Knowledge Of Anemia And Chronic Energy Deficiency Of Students At Islamic Junior High School Darul Hikmah Poniang Diesna Sari; Ummu Kalsum; Muhammad Hosni Mubarak
Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi Vol. 3 No. 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shjig.v3i1.3311

Abstract

ABSTRAK Latar  Belakang: Masalah gizi yang rentan terjadi pada kelompok remaja adalah anemia dan KEK. Pengetahuan seseorang akan sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam pemilihan makanan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian penyuluhan terhadap pengetahuan anemia dan kekurangan energi kronik (KEK) pada Siswi MTS Darul Hikmah Poniang. Metode: Jenis penelitian adalah quasi eksperimental dengan desain one group pre-post test. Populasi penelitian yaitu seluruh siswi di Mts Darul Hikmah Poniang. Penentuan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak dengan  kriteria  inklusi  yaitu  remaja  putri  berumur  12-17  tahun,  sudah menstruasi,  dan  bersedia menjadi  subjek   penelitian  dengan  menandatangani informed  consent berjumlah sebanyak 34 orang siswi. Data pengetahuan dikumpulkan dengan membagikan lembar kuesioner yang telah disediakan. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Terjadi peningkatan persentase jumlah anak yang memiliki kategori tingkat pengetahuan yang cukup terkait anemia yakni dari 23,53 % menjadi 50%, begitupun pada katergori tingkat pengetahuan yang cukup terkait KEK yakni dari 26,47% menjadi 55,89 %. Hasil uji menunjukkan ada perbedaan bermakna secara statistic dengan menggunakan uji Wilcoxon yaitu (p<0,05) antara kedua variable yakni hasil pengetahuan tentang anemia dan KEK yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa penyuluhan gizi. Nilai P pada analisis uji pada pengetahuan anemia menunjukkan angka p = 0,026. Dan Nilai P pada tabel analisis uji pengetahuan KEK menunjukkan angka p = 0,001. Kesimpulan: Ada pengaruh perbedaan hasil pengetahuan tentang anemia dan KEK yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa penyuluhan gizi pada remaja putri
Analisis Kandungan Gizi dan Daya Terima Cookies Ubi Jalar Kuning (Ipomea Batatas L) dengan Tambahan Tepung Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) pada Siswa SDN 23 Kendari Riska Mayangsari; Emi Febrianti; Habib Ihsan; Ummu Kalsum; Diesna Sari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 6 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.6.381-385

Abstract

Latar belakang: Permasalahan gizi pada anak sekolah dasar di Indonesia masih banyak ditemukan dan tergolong masih cukup tinggi, karena kebutuhan zat gizi pada anak yang meningkat untuk pertumbuhan dan perkembangnya agar optimal.  Dalam rangka pemenuhan kebutuhan gizi anak maka penting halnya pemberian makanan tambahan sehingga dapat mengatasi permasalahan gizi tersebut. Diperlukan salah satu alternatif makanan tambahan yang dapat diberikan, salah satunya dapat berbentuk cookies. Cookies atau kue kering merupakan salah satu jenis makanan ringan yang digemari semua kelompok umur baik di perkotaan maupun di pedesaan. Pemanfaatan pangan lokal dalam pembuatan cookies seperti ubi jalar dan ikan tongkol ini ini diharapkan bisa menambah nilai gizi bagi camilan sehat untuk anak sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan gizi dan daya terima tepung ubi jalar kuning dan tepung ikan Tongkol terhadap kualitas cookies.Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan 1 taraf perlakuan. Populasi dalam penelitian ini yaitu 18 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampel. Data diperoleh menggunakan lembar questioner. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon (α ≤ 0,05).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sample R1 merupakan perlakuan yang paling disukai anak. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan daya terima pada karakteristik aroma (p = 0,046), tekstur (p = 0,046) dan rasa (p = 0,034), namun tidak berbeda pada karakteristik warna (p = 0,083). Berdasarkan analisis kandungan gizi, cookies R1 merupakan cookies dengan nilai kandungan gizi paling baik yaitu mengandung protein 15,257%, lemak 54,7%, dan B-karoten 14,235%.Simpulan: Cookies R1 merupakan cookies yang paling disukai anak dari aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur, serta memiliki persentase kandungan protein, lemak dan B-karoten yang lebih tinggi.Kata kunci: cookies; daya terima; ikan tongkol; ubi jalar kuning Title: Nutritional Analysis and Acceptability of Yellow Sweet Potato (Ipomea Batatas L) Cookies with The Addition of Mackarel (Euthynnus Affinis) Flour in Students of SDN 23 KendariBackground: Nutritional problems in elementary school children in Indonesia are still common and are considered quite high because children's nutritional needs are increasing for optimal growth and development. To fulfill children's nutritional needs, it is important to provide additional food so that they can overcome these nutritional problems. Additional alternative food is needed that can be provided, one of which can be in the form of cookies. Cookies or pastries are a type of snack that is popular with all age groups, both in urban and rural areas. It is hoped that the use of local food in making cookies such as sweet potatoes and tuna can add nutritional value to healthy snacks for school children. This research was to determine the nutritional content and acceptability of yellow sweet potato flour and tuna fish flour on the quality of cookies.Method: This research design uses a pre-experimental design with 1 treatment level. The population in this study was 18 students with a sampling technique using the total sample. Data was obtained using a questionnaire sheet. Statistical analysis used the Wilcoxon test (α ≤ 0.05).Results: The results of the study showed that sample R1 was the treatment that children liked most. The results of statistical analysis showed that there were differences in acceptability in aroma characteristics (p = 0.046), texture (p = 0.046), and taste (p = 0.034), but no differences in color characteristics (p = 0.083). Based on the nutritional content analysis, R1 cookies are the cookies with the best nutritional value, namely containing 15.257% protein, 54.7% fat, and 14.235% B-carotene.Conclusion: R1 cookies are the cookies that children like most in terms of color, aroma, taste, and texture, and have a higher percentage of protein, fat, and B-carotene content.Keywords: cookies; acceptability; tuna; yellow sweet potato
Pemberdayaan Ibu Balita Melalui Pelatihan Pemberian Makan Bayi Dan Anak (PMBA) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Diesna Sari; Ummu Kalsum; Nurpatwa Wilda Ningsih; Nurul Annisa; Andi Sri Rahayu Kasma
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i2.2505

Abstract

Ibu sebagai pengasuh utama pada balita memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak, sehingga pengasuhan ibu seperti Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA) menjadi kunci penting dalam pencegahan masalah gizi dan kesehatan, seperti masalah stunting. Ibu yang memiliki pengetahuan gizi akan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sehingga bisa mengoptimalkan proses tumbuh kembang pada anak. Sehingga tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu terkait PMBA. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah edukasi dan demonstrasi pembuatan MP-ASI dengan media leaflet. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan rata-rata pengetahuan ibu sebelum dan setelah diberikan edukasi dan demonstrasi. Secara stastik, ditunjukkan bahwa ada perubahan yang signifikan pengetahuan ibu sebelum dan setelah diberikan edukasi dan demonstrasi.