Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN GAMSTING (GERAKAN MEMASYARAKATKAN MAKAN IKAN UNTUK MENCEGAH STUNTING) DI PAUD RINJANI DARMA WANITA UNIVERSITAS MATARAM Yuliana Asri; Septiana Dwiyanti; Alis Mukhlis; Andre Rachmat Scabra; Laily Fitriani Mulyani; Wastu Ayu Diamahesa; Nuri Muahiddah; Muhammad Sumsanto; Lalu Hizbulloh
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i3.1027

Abstract

Stunting is a condition of nutritional status in children under five years of age with low height compare to age. The data from the National Nutrition Status Survey (SSGI) of 2022 shows that one out of every five children in Indonesia is stunted. The Movement to Popularize Eating Fish to Prevent Stunting (GAMSTING) is an effort to reduce stunting prevalence in Indonesia. Children, especially those in the pre-school period such as in day care, early childhood education and kindergarten, are an important target in stunting prevention education. This service activity aims to provide education to teachers, parents and students at Kindergarten DW Rinjani University of Mataram about the importance of nutrition fulfillment from an early age to prevent stunting, one of which is by consuming fish. This service uses the counseling method with material on the introduction of types of sea fish and fresh fish, as well as the importance of eating fish for the health and fulfillment of children's nutrition. The second counseling material is the hands-on practice of cooking tuna. Students and parents who attended the activity were enthusiastic in participating in the activity both in material presentation and in tasting the fish dishes from the cooking demonstration. Collaboration among children, parents and teachers at school in introducing and increasing fish consumption is expected to be an important measure to prevent stunting. Diet is very influential on the growth and development of children so that the toddler period is most appropriate for parents to introduce and get used to their children consuming fish.
PENGARUH CAMPURAN KOTORAN AYAM DAN BURUNG PUYUH DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN POPULASI Daphnia sp. Fadliana Khofiatun; Dewi Putri Lestari; Septiana Dwiyanti
Journal of Fish Nutrition Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v6i2.10878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dosis pupuk yang berbeda dengan kombinasi pupuk kotoran ayam 25% dan kotoran burung puyuh 75% terhadap pertumbuhan populasi Daphnia sp., serta untuk mengetahui dosis pupuk kombinasi yang optimal untuk pertumbuhan populasi Daphnia sp. Penelitian dilaksanakan selama 16 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P1 (0 g/L), P2 (2 g/L), P3 (4 g/L), P4 (6 g/L), dan P5 (8 g/L). Parameter yang diamati meliputi siklus hidup, pertumbuhan populasi, kepadatan populasi, pertumbuhan panjang dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian campuran kotoran ayam dan kotoran burung puyuh dengan dosis berbeda berpengaruh nyata terhadap kepadatan populasi Daphnia sp. (< 0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang Daphnia sp. (> 0,05). Kepadatan populasi tertinggi diperoleh pada perlakuan P5 (8 g/L) dengan nilai 1337 ind/L. Pertumbuhan populasi Daphnia sp. menunjukkan fase adaptasi, eksponensial, stasioner, dan kematian, sedangkan siklus hidupnya terdiri atas fase telur, pengeraman, neonate, juvenile, dan dewasa. Seluruh parameter kualitas air berada dalam kisaran optimal. Berdasarkan hasil penelitian, dosis 8 g/L merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan kepadatan populasi Daphnia sp. pada media kultur dengan kombinasi kotoran ayam 25% dan kotoran burung puyuh 75%.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN AIR KELAPA TUA TERFERMENTASI SEBAGAI SUMBER NUTRISI TAMBAHAN DALAM PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN LELE (Clarias sp.) Ismi Idris; Septiana Dwiyanti; Zaenal Abidin
Journal of Fish Nutrition Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v6i3.11060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan air kelapa tua terfermentasi sebagai sumber nutrisi tambahan dalam pakan komersial terhadap performa pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P1 (kontrol), P2 (5%), P3 (10%), dan P4 (15%) air kelapa tua terfermentasi yang masing-masing setara dengan penambahan 50, 100, dan 150 mL per 100 g pakan komersial, jumlah ikan yang digunakan yaitu 10 ekor per kontainer dengan berat rata-rata 17-20 g dan panjang rata-rata 8-10 cm, masing-masing diulang sebanyak tiga kali selama 45 hari. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), rasio konversi pakan (FCR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), dan tingkat kelangsungan hidup (SR). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fermentasi air kelapa tua berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan berat mutlak, SGR, FCR, dan EPP, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan panjang mutlak dan SR. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 10% (P3) dengan pertumbuhan berat mutlak sebesar 18,66 g, pertumbuhan panjang mutlak 4,11 cm, SGR 3,60%/hari, FCR 1,12, EPP 83,68%, dan SR sebesar 93,33%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan fermentasi air kelapa tua pada dosis 10% merupakan dosis yang paling efektif dalam meningkatkan performa pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan lele.