Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Role of Parents in Supporting Early Childhood Learning Activities: Peran Orangtua dalam Mendampingi Kegiatan Belajar Anak Usia Dini Muhimatun Hasanah; Sefriyanti; Anita Oktaviana
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v14i1.21986

Abstract

Early childhood children generally spend more time playing than studying. This will certainly impact children's learning activities. The purpose of this study is to describe the role of parents in accompanying early childhood learning activities. This type of research is field research using a descriptive qualitative approach. Data in this study were obtained through observation, interviews, and documentation. In analyzing the data, the researcher used three stages: reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of this study, parents play a very important role in supporting early childhood learning activities, including instilling habits in everyday life, such as teaching children to respect others. Furthermore, supporting and inhibiting factors for parents when accompanying children include: implementing the learning provided by teachers at school, and parents' lack of patience when accompanying children in learning activities at home.
Kontribusi Tenaga Pengajar Dalam Menangani Anak Hiperaktif Di TK Satu Atap 2 Gading Sari Eka Nurjanah; Sefriyanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19805

Abstract

Seorang guru memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Dipundaknya terpikul tanggung jawab utama keefektifan seluruh usaha kependidikan dalam rangka membentuk manusia yang terampil dan berbudi luhur. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana peran guru membimbing anak hiperaktif di TK Satu Atap 2 Gading Sari dan Apa kendala guru membimbing anak hiperaktif di TK Satu Atap 2 Gading Sari Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru TK Satu Atap 2 Gading Sari dan anak dengan gangguan hiperaktif dan objek penelitian ini adalah peran guru dalam membimbing anak hiperaktif. Pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam dalam membimbing anak usia dini yang mengalami gangguan hiperaktif di TK Satu Atap 2 Gading Sari terlaksana dengan baik. Kendala yang dihadapi guru berupa latar belakang guru yang tidak mempunyai pendidikan khusus dalam menangani anak berkebutuhan khusus, dan periaku anak yang hiperaktif itu sendiri.
Best Practices for Teachers in Stimulating the Language Development of Deaf Children through Visual Media Susianti; Retno Risti Darmawanti; Sefriyanti
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v14i1.24279

Abstract

Deaf children experience language development challenges due to hearing limitations that affect their ability to receive and produce language. This condition requires learning strategies tailored to their learning characteristics. This study aims to describe teachers' best practices in stimulating the language development of children with hearing impairments through the use of visual media at Amartya Kindergarten in Bantul. This study used a qualitative descriptive approach. The subjects consisted of the principal, class teachers, and three children with hearing impairments. Data were collected through observation and interviews. Data validity was verified through source triangulation, while data analysis included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the best practices implemented by teachers included identifying children's language needs, using visual media such as sign language learning videos, picture cards, flashcards, and puzzles, and encouraging communication in daily activities using sign language. These practices help children understand vocabulary and sign language more easily and encourage active involvement in learning. These findings indicate that using visual media tailored to the visual learning characteristics of deaf children is a learning practice that supports language development in early childhood education.
Implementasi Diorama dalam Meningkatkan Nilai Agama dan Budi Pekerti Anak Usia 4-5 Tahun TP. 2025/2026 Ririn Sanusi; Sefriyanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.17296

Abstract

Dalam pembelajaran di RA Azzahra seringkali dijumpai permasalahan yang dihadapi anak seperti saling berebut mainan, kurang mampu menunggu giliran, belum mampu meminta maaf ketika melakukan kesalahan, serta kurang menunjukkan sikap sopan santun ketika berinteraksi dengan guru maupun teman sebaya. Selain itu, beberapa anak juga masih mengalami kesulitan dalam memahami makna perilaku terpuji seperti berbagi, menghargai orang lain, dan menjaga kebersihan sebagai bagian dari pembiasaan nilai religius. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai agama dan budi pekerti anak usia 4-5 tahun di RA Azzahra dengan mengimplementasikan diorama sebagai media pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2025/2026 pada anak kelompok Merkurius di RA Azzahra berjumlah 15 siswa. Teknik untuk mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi berupa daftar ceklist. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan menghitung rerata dari perolehan nilai pada setiap indikator yang ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa nilai agama dan budi pekerti anak dapat ditingkatkan melalui penggunaan diorama pada kelompok Merkurius dengan perolehan nilai rata-rata persentase kriteria berkembang sangat baik pada seluruh aspek penilaian pada siklus 1 sebesar 71,11% dan mencapai nilai 84,43% pada siklus 2.
PENDIDIKAN SEKS BAGI REMAJA SEBAGAI TINDAKAN PENCEGAHAN PERILAKU SEKS BEBAS DI MTs MIFTAHUL ULUM KEC. BRAJA SELEBAH KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Nur Indah Sari; Dewi Trismahwati; Sefriyanti; Redian Gani
Jurnal Peduli : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): TRANSFORMASI PENDIDIKAN DAN EKONOMI DI ERA DIGITAL
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.203 KB) | DOI: 10.51226/pdl.v1i2.373

Abstract

ABSTRAK Masa remaja adalah masa dimana rasa ingin tahu berkembang pesat terhadap segala hal, menyukai hal-hal yang menantang. Kebanyakan tanpa diikuti oleh pertimbangan yang matang. Salah satunya adalah masalah seksual. Adanya rasa penasaran yang tinggi terhadap pengetahuan tentang seks menyebabkan remaja melakukan perilaku seks bebas. Sehingga berdampak pada masa depan dan cita-cita yang sudah direncanakan. Bahkan terkadang harus putus sekolah tanpa menuntaskan kewajibannya dalam menuntut ilmu. Guna mencegah timbulnya perilaku seks bebas tersebut, dilaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pendidikan seks terhadap siswa kelas VIII MTS Miftahul Ulum. Tahapan yang digunakan pada sosialisasi adalah dengan terlebih dahulu melakukan survey sasaran, persiapan, pelaksanaan kegiatan hingga evaluasi kegiatan. Setelah mendapatkan materi pendidikan seks, siswa menjadi antusias karena pengetahuan yang mereka miliki semakin bertambah. Mereka jadi memahami pendidikan seks sebagai sesuatu bekal pengetahuan untuk masa depan, bukan lagi hal tabu seperti yang dirasakan sebelumnya. Kata Kunci : Remaja, Pendidikan Seks ABSTRACT Adolescence is a time where curiosity develops rapidly towards all things, likes challenging things. Mostly without being followed by careful consideration. One of them is sexual problems. The existence of a high curiosity about knowledge about sex causes teenagers to engage in free sex behavior. So that it has an impact on the future and goals that have been planned. Sometimes they even have to drop out of school without completing their obligations in studying. In order to prevent the emergence of free sex behavior, socialization activities regarding sex education were carried out for class VIII MTS Miftahul Ulum students. The stages used in the socialization are to first conduct a target survey, preparation, implementation of activities to evaluation of activities. After getting sex education materials, students become enthusiastic because their knowledge is increasing. They come to understand sex education as a provision of knowledge for the future, no longer a taboo subject as it was felt before. Keyword : Adolescence, Sex Education
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS STEAM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, ARTS, AND MATHEMATICS) PADA ANAK USIA 5–6 TAHUN Risalatun Najiha; Sefriyanti; Ely Purwanti
AS-SALAM Vol 15 No 1 (2026): As-Salam : Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51226/assalam.v15i1.1065

Abstract

The ability to think computationally (computational thinking) is one of the important skills of the 21st century that needs to be developed from an early age, especially in children aged 5-6 years. However, in the learning practice at RA Azzahra, this ability is still not developed optimally because learning tends to be conventional and also does not provide opportunities for exploration. These findings aim to improve children's computational thinking abilities through the application of STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) based learning. The method used was Classroom Action Research which was carried out in two cycles with the subject of 12 group B children. Data collection techniques were carried out through observation, documentation, as well as child development assessment sheets. The findings prove a significant increase in children's computational thinking abilities. In the pre-cycle, the Not Yet Developing (BB) category was 33.3%, Starting to Develop (MB) 41.7%, and also Developing According to Expectations (BSH) 25%. In Cycle I there was an improvement to 8.3% BB, 66.7% MB, and also 25% BSH. In Cycle II, results increased to 0% BB, 33.3% MB, and also 66.7% BSH. Thus, STEAM-based learning has proven to be effective in improving the computational thinking abilities of young children gradually and sustainably.