Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kesiapan Pemerintah Desa Ciburial pada Tata Kelola Pariwisata Halal Nina Agustina; Bambang Pranggono; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8359

Abstract

Abstract. Halal tourism is present as a tourism trend that has the potential to increase the current economy. Therefore, as a country where the majority of the population adheres to Islam, Indonesia is very suitable to describe halal tourism. The first step taken by Indonesia is to determine the province and the participation of 6 districts/cities as priority halal destinations, one of which is Bandung Regency. handle Bandung Regency is supported by the issuance of Bandung Regency Regional Regulation No. 6 of 2020 and shocks to areas that are able to present halal tourism such as Cimenyan District. Cimenyan District is a strategic area in West Java. Therefore, as the only Tourism Village in Cimenyan District, Ciburial Village has the potential to be developed as halal tourism. Ciburial Village is a tourist village with a low level of visits. Therefore, one of the strategies that must be carried out is to increase the support of the village government in regulating the governance of halal tourism so that it can fulfill the desire to increase visiting tourists. But before that, the Village Government needed to equip themselves to improve quality in managing halal tourism. In order to see the quality of the Village Government, it is necessary to measure the level of readiness of the Village Government towards the management of halal tourism. This study aims to determine and analyze the readiness of the Ciburial Village Government in managing halal tourism in Ciburial Village. Data collection techniques used in this study were field observations, questionnaires, and literature studies using the readiness model analysis method. Based on the results of the analysis it is known that the readiness level of the Ciburial Village Government for halal tourism governance is at the initiation stage with a score of 3.07. Abstrak. Pariwisata halal hadir menjadi tren pariwisata yang berpotensi meningkatkan ekonomi saat ini. Oleh karena itu, sebagai negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, Indonesia sangat cocok untuk mempraktikkan pariwisata halal. Langkah awal yang dilakukan Indonesia adalah menetapkan provinsi dan keikutsertaan 6 Kabupaten / Kota sebagai destinasi halal prioritas, yang mana salah satu yang terlibat adalah Kabupaten Bandung. Keterlibatan Kabupaten Bandung ini didukung dengan penerbitan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung No. 6 Tahun 2020 dan pemetaan terhadap wilayah yang mampu mempresentatifkan pariwisata halal seperti Kecamatan Cimenyan. Kecamatan Cimenyan termasuk kawasan strategis Jawa Barat. Oleh sebab itu, sebagai satu – satunya Desa Wisata yang berada di Kecamatan Cimenyan, Desa Ciburial memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pariwisata halal. Desa Ciburial merupakan desa wisata yang tingkat kunjungan masih rendah. Maka dari itu, salah satu strategi yang harus dilakukan adalah meningkatkan dukungan Pemerintah Desa dalam mengatur tata kelola pariwisata halal sehingga dapat memenuhi keinginan untuk meningkatkan wisatawan yang berkunjung. Namun sebelum itu, Pemerintah Desa perlu membekali diri guna meningkatkan kualitas dalam tata kelola pariwisata halal. Untuk melihat kualitas Pemerintah Desa perlu diukur tingkat kesiapan Pemerintah Desa terhadap tata kelola pariwisata halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa kesiapan Pemerintah Desa Ciburial pada tata kelola pariwisata halal di Desa Ciburial. Teknik pegumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, kuesioner, dan studi literatur dengan metode analisis model kesiapan. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa tingkat kesiapan Pemerintah Desa Ciburial pada tata kelola pariwisata halal berada di tahap initation dengan skor 3,07.
Pengembangan Inklusivitas Pariwisata Halal Berdasarkan Atensi Masyarakat Desa Alamendah Berbasis Neurosains Ghafira Shofia Kusnandar; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8493

Abstract

Abstract. Desa Alamendah has the potential to develop the concept of halal tourism compared to other villages. However, there are challenges due to the lack of human resources with a proper understanding of halal tourism concepts and limited response from industry players. To address this, a cognitive approach is used, employing electroencephalography (EEG) measurements to gather real-time and valid data, enabling the formulation of effective development strategies.The main objective of this research is to identify the community's attention towards the development of inclusive Halal Tourism in Desa Wisata Alamendah, utilizing an innovative neuroscientific approach through EEG measurements, and formulating development concepts that can be applied in Desa Alamendah. The research findings indicate a significant level of attention among stakeholders towards the development of inclusive halal tourism. Additionally, survey results and psychological approaches show that the majority of respondents have comprehended the concept of halal tourism and support its implementation in Desa Wisata Alamendah, as it can provide benefits to the community. Therefore, efforts are needed to integrate socio-cultural values in organizing tourism activities in Desa Alamendah and preserve the socio-cultural heritage, which forms the foundation for creating halal tourism. Abstrak. Desa Alamendah memiliki potensi untuk mengembangkan konsep pariwisata halal dibandingkan desa lainnya. Namun, terdapat tantangan akibat kurangnya sumber daya manusia yang memahami konsep pariwisata halal secara baik dan respon terbatas dari para pelaku industri. Untuk mengatasi hal ini, digunakan pendekatan kognitif dengan menggunakan pengukuran elektroensefalografi (EEG) untuk mengumpulkan data real-time yang valid sehingga dapat merumuskan strategi pengembangan yang efektif. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi atensi masyarakat terhadap pengembangan Pariwisata Halal yang inklusif di Desa Wisata Alamendah, dengan pendekatan neurosains inovatif melalui pengukuran EEG serta merumuskan konsep pengembangan yang dapat diaplikasikan pada Desa Alamendah. Hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat atensi yang signifikan pada stakeholder terhadap pengembangan pariwisata halal yang inklusif. Selain itu, hasil kuesioner dan pendekatan psikologi menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah memahami konsep pariwisata halal dan mendukung penerapannya di Desa Wisata Alamendah, serta dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat. Sehingga dalam pengembangannya diperlukan upaya dalam mengintegrasikan nilai sosial budaya dalam penyelenggaraan kegiatan wisata di Desa Alamendah, serta mewujudkan pelestarian sosial budaya yang menjadi landasan masyarakat dalam menciptakan wisata yang halal.
Pengaruh Ekosistem terhadap Pembiayaan Heritage di Kota Lama Tangerang Muhamad Fahri Al Hakim; Imam Indratno; Tarlani
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8882

Abstract

Abstract. Heritage area located in the City of Tangerang. This area holds a lot of history in it, such as the history of the Chinese nation and the Islamic community that developed since the 80th century. This historical character is not accompanied by complex conservation efforts so that gradually the Old City of Tangerang experiences a degradation of historical values, the influencing factor is budget constraints. One way that is considered to be an alternative financing is to apply Land Value Capture as a measurement instrument in heritage areas from an ecosystem perspective through Structural Equation Modeling. This measurement is able to identify the relationships that affect the land values and heritage ecosystems that make up the Old City Area of Tangerang. The final results show that there is a strong relationship between land value and heritage ecosystem on the development of the Kota Lama Tangerang heritage area. This research has a novelty in its implementation, because the application of Land Value Capture to heritage areas with cases in Indonesia has not been carried out by anyone, so this research is able to co. Abstrak. Kawasan heritage yang berada di Kota Tangerang. Kawasan ini menyimpan banyak sejarah didalamnya, seperti sejarah bangsa cina dan masyarakat islam yang berkembang sejak abad-80. Karakter sejarah tersebut tidak diiringi dengan tupaya konservasi yang kompleks sehingga lambat laun Kota Lama Tangerang mengalami degradasi value sejarah, faktor yang mempengaruhinya yaitu keterbatasan anggaran. Salah satu cara yang dinilai dapat menjadi alternative pembiayaan adalah dengan menerapkan Land Value Capture sebagai instrument pengukuran pada Kawasan heritage dari perspektif ekosistem melalui pemodelan structural equational modelling. pengukuran ini mampu mengidentifikasi hubungan yang mempengaruhi land value dan ekosistem heritage yang membentuk Kawasan Kota Lama Tangerang. Hasil akhir menunjukan bahwa adanya hubungan yang kuat antara land value dan ekosistem heritage terhadap pengembangan Kawasan heritage Kota Lama Tangerang. Penelitian ini memiliki kebaharuan dalam pelaksanaannya, karena penerapan land value capture terhadap Kawasan heritage dengan kasus di Indonesia belum dilakukan oleh siapapun, sehingga penelitian ini mampu berkontribusi terhadap peningkatan wawasan land value capture dalam lingkup yang lebih luas.