Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Konsep Uang Menurut Ulama Salaf Dan Khalaf Serta Implikasinya Dalam Perbankan Syariah Rizal Fahlefi; Alimin Alimin; Rivian Anda Sari; Widi Nopiardo
Al-bank: Journal of Islamic Banking and Finance Vol 3, No 2 (2023): July - Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ab.v3i2.9758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang konsep uang dalam Islam menurut ulama salaf dan khalaf serta implikasinya dalam dunia perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka dimana peneliti berupaya menggali dan menemukan konsep yang diteliti melalui penelusuran berbagai sumber-sumber kepustakaan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama, baik dari kalangan Salaf maupun Khalaf, berbeda pendapat mengenai penggunaan emas dan perak sebagai mata uang, pendapat pertama menyatakan mata uang hanya terbatas pada emas dan perak sedangkan pendapat kedua menyatakan sebaliknya bahwa boleh juga dalam bentuk lain. Pencetakan uang kertas secara berlebihan akan mempengaruhi kestabilan nilai mata uang. Sistem penganggaran dalam Islam sebenarnya tidak memerlukan untuk berutang atau mencetak uang lebih banyak guna membiayai defisit, namun jika terdapat kondisi yang mengharuskan mencetak uang baru maka hak prerogatif pemerintah tersebut harus tunduk pada batasan untuk menjaga keseimbangan antara mencetak uang dan menjaga inflasi dalam 'batas yang wajar'. Oleh karena itu, perbankan syariah komersial merupakan perpanjangan tangan dari bank sentral untuk menstabilkan nilai mata uang dengan cara-cara yang Islami pula
Analisis Konsep Uang Menurut Ulama Salaf Dan Khalaf Serta Implikasinya Dalam Perbankan Syariah Rizal Fahlefi; Alimin Alimin; Rivian Anda Sari; Widi Nopiardo
Al-bank: Journal of Islamic Banking and Finance Vol 3, No 2 (2023): July - Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ab.v3i2.9758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang konsep uang dalam Islam menurut ulama salaf dan khalaf serta implikasinya dalam dunia perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka dimana peneliti berupaya menggali dan menemukan konsep yang diteliti melalui penelusuran berbagai sumber-sumber kepustakaan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama, baik dari kalangan Salaf maupun Khalaf, berbeda pendapat mengenai penggunaan emas dan perak sebagai mata uang, pendapat pertama menyatakan mata uang hanya terbatas pada emas dan perak sedangkan pendapat kedua menyatakan sebaliknya bahwa boleh juga dalam bentuk lain. Pencetakan uang kertas secara berlebihan akan mempengaruhi kestabilan nilai mata uang. Sistem penganggaran dalam Islam sebenarnya tidak memerlukan untuk berutang atau mencetak uang lebih banyak guna membiayai defisit, namun jika terdapat kondisi yang mengharuskan mencetak uang baru maka hak prerogatif pemerintah tersebut harus tunduk pada batasan untuk menjaga keseimbangan antara mencetak uang dan menjaga inflasi dalam 'batas yang wajar'. Oleh karena itu, perbankan syariah komersial merupakan perpanjangan tangan dari bank sentral untuk menstabilkan nilai mata uang dengan cara-cara yang Islami pula
Revitalizing the Islamic Economy through Local Wisdom: A Systematic Literature Review on Minangkabau Matrilineal Legacy and Modern Sharia Interventions Alimin Alimin; Desmadi Saharudin; Abhanda Amra; Irwan Irwan; Rizal Fahlefi
Al-bank: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 6 No. 2 (2026): July - Desember 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ab.v6i2.17005

Abstract

Despite Minangkabau women's nominal customary authority over ancestral property (harta pusako), poverty among female-headed households remains persistently high, and formal Islamic banking access continues to skew male — a paradox that anchors the novelty of this study. Employing a Systematic Literature Review (SLR) guided by the PRISMA protocol, this article synthesizes 42 peer-reviewed articles published between 2016 and 2025 to examine how Minangkabau's matrilineal legacy and cultural traces can revitalize the Islamic economy through local wisdom and modern sharia interventions. Thematic synthesis classifies the literature into three frameworks: Cultural-Institutional (n=19), Socio-Economic Empowerment (n=14), and Digital-Sustainability Integration (n=9). Digital transformation and environmental sustainability emerge as strikingly under-explored themes within matrilineal Islamic economic research, representing a critical novelty gap. Theoretically, the study extends the Resource-Based View and proposes a feminist reading of Maqasid al-Shariah. Practically, it recommends aligning zakat and waqf with matrilineal inheritance practices, developing culturally embedded fintech, and piloting green sukuk. Future research should pursue comparative studies across matrilineal societies, longitudinal mixed-methods designs, blockchain-based waqf prototyping, and policy experiments linking Islamic finance to sustainability goals
IMPLEMENTASI AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PADA BAZNAS KOTA PAYAKUMBUH Rahmi.S Rahmi.S; Nurul Fauzi; Alimin Alimin
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 3 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3717

Abstract

The core issue of this thesis is the implementation of accountability and transparency principles in the management of zakat, infaq, and alms (ZIS) by the National Board of Zakat (BAZNAS) of Payakumbuh City. This study aims to identify and understand the implementation of these principles in ZIS management within the organization.This research employs a field research design with a descriptive qualitative method. Data collection techniques include interviews and documentation. Data analysis follows the interactive model developed by Miles and Huberman (1994), involving data reduction and presentation in brief narrative forms. To ensure data validity, the researcher utilized the triangulation technique.The results of the field research indicate that BAZNAS Payakumbuh City has implemented vertical organizational accountability in managing ZIS funds, yet horizontal accountability remains unfulfilled. Furthermore, BAZNAS Payakumbuh City has not fully applied the principle of transparency. The existing information system is limited to internal use, while an adequate external information system is currently lacking. Furthermore, mechanisms to ensure openness and facilitate public access to zakat management information have not yet utilized integrated information technology.Keywords: Accountability, Transparency, ZIS Management, BAZNAS