Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Literasi Melalui Pembelajaran Mengenal Huruf dan Angka di Paud Al- Hidayah Desa Baru Silvia Permatasari; Anggira Zahra Luthfiya; Bianca Alinna Tsara Rinaldy; Muhammad Rizky Dean; Nisa Nurlitawaty; Rahma Dila; Raznan Hafizan; Sabila Syahasika Wirianti; Siska Aprilia; Tengku Muhammad Atallah Fadhil
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 7 (2023): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi pada anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk dasar kemampuan berpikir yang akan memengaruhi perkembangan masa depan seorang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran mengenal huruf dan angka dalam meningkatkan literasi anak usia dini di PAUD Al-Hidayah Desa Baru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan melibatkan 30 anak PAUD dengan rentang usia 4-6 tahun sebagai partisipan. Selama melaksanakan penelitian terdapat empat siklus pembelajaran, setiap siklus nya terdiri dari pengenalan huruf dan angka secara bertahap, penggunaan media interaktif, serta kegiatan bermain dan bernyanyi yang mendukung ketertarikan belajar anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes literasi awal dan akhir, serta wawancara dengan wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan literasi anak usia dini yang signifikan dengan menerapkan siklus pembelajaran tersebut. Penelitian juga menunjukkan bahwa pendekatan bermain sambil belajar dengan fokus pada mengenal huruf dan angka dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan literasi anak usia dini. Di samping itu, wali kelas sebagai pendukung utama murid PAUD AL- Hidayah Desa Baru memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung interaksi sosial dan eksplorasi anak terhadap materi pembelajaran. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran literasi di PAUD serta lembaga pendidikan sejenis.
Peningkatan Literasi Melalui Pembelajaran Mengenal Huruf dan Angka di Paud Al- Hidayah Desa Baru Silvia Permatasari; Anggira Zahra Luthfiya; Bianca Alinna Tsara Rinaldy; Muhammad Rizky Dean; Nisa Nurlitawaty; Rahma Dila; Raznan Hafizan; Sabila Syahasika Wirianti; Siska Aprilia; Tengku Muhammad Atallah Fadhil
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 7 (2023): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi pada anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk dasar kemampuan berpikir yang akan memengaruhi perkembangan masa depan seorang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran mengenal huruf dan angka dalam meningkatkan literasi anak usia dini di PAUD Al-Hidayah Desa Baru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan melibatkan 30 anak PAUD dengan rentang usia 4-6 tahun sebagai partisipan. Selama melaksanakan penelitian terdapat empat siklus pembelajaran, setiap siklus nya terdiri dari pengenalan huruf dan angka secara bertahap, penggunaan media interaktif, serta kegiatan bermain dan bernyanyi yang mendukung ketertarikan belajar anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes literasi awal dan akhir, serta wawancara dengan wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan literasi anak usia dini yang signifikan dengan menerapkan siklus pembelajaran tersebut. Penelitian juga menunjukkan bahwa pendekatan bermain sambil belajar dengan fokus pada mengenal huruf dan angka dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan literasi anak usia dini. Di samping itu, wali kelas sebagai pendukung utama murid PAUD AL- Hidayah Desa Baru memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung interaksi sosial dan eksplorasi anak terhadap materi pembelajaran. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran literasi di PAUD serta lembaga pendidikan sejenis.
Implementasi Kebijakan Perda Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat : Studi Kasus Ketertiban Tempat Hiburan Umum dan Keramaian) di Kota Pekanbaru Rahma Dila; Risky Arya Putri
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4075

Abstract

Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2021 merupakan upaya Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menjaga ketertiban dan keamanan, khususnya melalui pengawasan tempat hiburan umum. Namun, implementasinya masih terkendala oleh pelanggaran jam operasional, penyediaan minuman beralkohol, serta lemahnya pengawasan dan koordinasi antarinstansi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi serta faktor-faktor penghambat pelaksanaan Perda tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis mengacu pada model implementasi Van Meter dan Van Horn dengan enam indikator yang mencakup standar kebijakan, penegakan dan pengawasan aparat, komunikasi antarorganisasi, disposisi pelaksana, struktur birokrasi, serta kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2021 di Kota Pekanbaru telah berjalan tetapi belum optimal. Berdasarkan pendekatan top-down dalam model implementasi Van Meter dan Van Horn, ditemukan berbagai kendala pada aspek standar kebijakan, komunikasi antarinstansi, disposisi pelaksana, struktur birokrasi, serta kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Hambatan utama yang muncul bukan hanya terkait ketidaksesuaian pengaturan jam operasional dengan kondisi faktual, tetapi juga dipengaruhi oleh penegakan aparat yang belum tegas dan lemahnya fungsi pengawasan di lapangan. Koordinasi lintas sektor juga belum efektif sehingga tindak lanjut terhadap pelanggaran sering terlambat. Selain itu, tekanan eksternal dari pelaku usaha dan resistensi masyarakat turut menghambat konsistensi penegakan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan fungsi pengawasan, peningkatan integritas pelaksana, serta penyusunan SOP lintas instansi agar kebijakan dapat diterapkan secara lebih efektif.