Hengki Hengki
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas

BLENDED LEARNING: MEMBANTU SISWA SMAN 1 ALALAK, KABUPATEN BARITO KUALA MENGEJAR KETERTINGGALAN MATERI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SELAMA PANDEMI COVID-19 Hengki Hengki; Ratna Ratna; Yudha Aprizani
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 1 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.37 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i1.5441

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan kegiatan pengajaran kepada siswa SMAN 1 Alalak menggunakan strategi blended learning guna mengejar kertinggalan materi pada mata pelajaran bahasa Inggris selama pandemi COVID-19 sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum bisa tercapai, mensosialisasikan strategi pembelajaran berbasis blended learning kepada guru bahasa Inggris dan siswa SMAN 1 Alalak agar mampu menggunakannya dengan baik sehingga kendala dalam proses belajar mengajar dalam jaringan sebagaimana yang terjadi selama pandemi COVID-19 bisa diminimalisir. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa di SMAN 1 Alalak. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode seminar dan praktek. Pada metode seminar, tim pelaksana memberikan materi pada mata pelajaran bahasa Inggris yang dianggap tertinggal selama pandemi COVID-19. Sedangkan pada metode praktek, para peserta diminta untuk berbicara dalam bahasa Inggris pada pertemuan dengan menggunakan platform zoom dan juga dalam video. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah penggunaan strategi blended learning guna mengejar kertinggalan materi pada mata pelajaran bahasa Inggris selama pandemi COVID-19 berjalan dengan baik dan efektif, penggunaan strategi pembelajaran berbasis blended learning kepada guru bahasa Inggris dan siswa di SMAN 1 Alalak tersosialisasikan dengan baik terutama pada peserta kegiatan pengabdian
PENGUASAAN STRUKTUR BAHASA INGGRIS : MENGASAH KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI DAN PESAN PADA TEKS BAHASA INGGRIS BAGI GURU SDN DESA SEMANGAT DALAM 3 BARITO KUALA Hengki Hengki; Ratna Ratna
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.14382

Abstract

Artikel ini membahas tentang pelatihan penguasaan struktur bahasa Inggris yang ditujukan untuk guru-guru SDN Semangat dalam 3 di Barito Kuala. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam memahami teks berbahasa Inggris, mengenali jenis kosa kata, dan merangkai kalimat dengan baik. Dengan penguasaan yang lebih baik terhadap bahasa Inggris, diharapkan para guru dapat mentransfer pengetahuan dengan lebih efektif kepada murid-murid, memperluas cakupan informasi, dan berkomunikasi lintas budaya. Metode pelaksanaan kegiatan melibatkan pelatihan intensif di sore hari setelah jam pengajaran selesai, dengan peserta pelatihan adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para guru, dan karyawan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam memahami teks berbahasa Inggris, yang berdampak positif pada pengajaran dan pengembangan profesional mereka. Kesimpulannya, pelatihan dalam memahami teks bahasa Inggris tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan dan mempersiapkan siswa untuk tantangan global di masa depan.
PENGUASAAN STRUKTUR BAHASA INGGRIS : MENGASAH KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI DAN PESAN PADA TEKS BAHASA INGGRIS BAGI GURU SDN DESA SEMANGAT DALAM 3 BARITO KUALA Hengki Hengki; Ratna Ratna
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.14382

Abstract

Artikel ini membahas tentang pelatihan penguasaan struktur bahasa Inggris yang ditujukan untuk guru-guru SDN Semangat dalam 3 di Barito Kuala. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam memahami teks berbahasa Inggris, mengenali jenis kosa kata, dan merangkai kalimat dengan baik. Dengan penguasaan yang lebih baik terhadap bahasa Inggris, diharapkan para guru dapat mentransfer pengetahuan dengan lebih efektif kepada murid-murid, memperluas cakupan informasi, dan berkomunikasi lintas budaya. Metode pelaksanaan kegiatan melibatkan pelatihan intensif di sore hari setelah jam pengajaran selesai, dengan peserta pelatihan adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para guru, dan karyawan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam memahami teks berbahasa Inggris, yang berdampak positif pada pengajaran dan pengembangan profesional mereka. Kesimpulannya, pelatihan dalam memahami teks bahasa Inggris tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan dan mempersiapkan siswa untuk tantangan global di masa depan.
MENINGKATKAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS GENERASI MUDA DI LINGKUNGAN OBJEK WISATA DI KAB. BANJAR DALAM RANGKA MENUJU MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Hengki Hengki; Ratna Ratna; Yudha Aprizani
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.15670

Abstract

Integrasi beberapa model pembelajaran digunakan pada proyek ini, pendekatan community language sangat diutamakan, pada model ini pelajar dianggap sebagai 'manusia seutuhnya' atau utuh (individual), artinya dosen dan guru tidak hanya memperhatikan perasaan dan kecerdasan mereka tetapi juga hubungan dengan sesama pembelajar dan keinginan mereka untuk belajar. Para pakar bahasa dalam pengamatanya sering menemukan pelajar merasa tidak nyaman dalam situasi baru.Dengan memahami perasaan takut dan sensitif pembelajar, Instruktur berupaya dapat menghilangkan perasaan negatif pelajar menjadi energi positif untuk belajar. Selain itu, Mereka pelajar juga terkadang takut terlihat bodoh di depan kelas sehingga cenderung pasif dalam kegiatan kelas. Oleh karena itu, seorang guru harus memposisikan dirinya sebagai seorang konselor yang akan memahami perasaan dan permasalahan yang dihadapi oleh warga belajarnya. Keberadaaninstruktur/ dosen tidak dilihat sebagai ancaman yang menunjukkan kesalahan dan keterbatasan para pembelajar, melainkan sebagai konselor yang berfokus pada mereka dan kebutuhannya. Tujuan menggunakan model Community learning (CL) pada program ini adalah untuk (1) membangun hubungan komunikasi dan menghilangkan rasa takut pada pelajar ketika dia belajar bahasa kedua/asing. (2) Pelajar dapat belajar bagaimana menggunakan bahasa target (bahasa yang dipelajari) secara komunikatif. (3) Menghilangkan kecemasan atau ketakutan pembelar untuk berbicara dan berkomunikasi dengan peserta lainya. Edukasi mendalam berlansung pada program ini, peserta pelatihan memperoleh capaian yang sangat mereka. Pada proses pembelajaran Seluru peserta mendapat dan merasakan ketenangan, keterlibatan secara aktif, perhatian, refleksi.Kata Kunci : Kompetensi Bahasa Inggris, Generasi Muda, Objek Wisata Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN