Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peran Pendidikan Pancasila dalam Menangkal Krisis Identitas Nasional di Era Digital Fariha Safrotul Haz; Meita Sulastri; Maria Gibtia; Rika Amelia; Iwan Ridwan Paturochman
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4529

Abstract

Young people's perceptions of national identity have changed significantly as a result of digital transformation. Identity crises and the erosion of nationalism are major issues that have emerged due to exposure to global culture and the overwhelming flow of digital information. Using a qualitative approach and literature review methodology, this article critically examines the strategic role of Pancasila Education in strengthening national identity in the digital age. The findings show that barriers to internalizing Pancasila values include traditional teaching methods, the absence of digital literacy integration, and a lack of relevant context in the material. Therefore, innovations in technology-based learning, flexible curricula, and teacher preparation focused on digital pedagogy are necessary. In addition, cross-sectoral collaboration between educational institutions, the government, and the creative sector is essential to delivering contextual and effective Pancasila Education. To preserve national identity amid rapid globalization, Pancasila Education must evolve into a value-based education that adapts to social and digital dynamics.
Integrasi Pendidikan Anti-Korupsi dalam Kurikulum Akuntansi: Kajian terhadap Efektivitas dan Tantangannya Iwan Ridwan Paturochman; Siti Alifa Nurmalia; Asti Meliani; Callista Tantia Rustandi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami seberapa efektif pendidikan antikorupsi diterapkan dalam kurikulum akuntansi, serta mencari faktor-faktor yang mendorong atau menghalangi pelaksanaannya di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber akademik dan kebijakan nasional tentang pendidikan antikorupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar universitas sudah berusaha mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ke dalam kurikulum, terutama melalui mata kuliah seperti etika profesi dan pendidikan kewarganegaraan. Namun, penerapannya masih terbatas hanya pada pemahaman teoritis, belum menyentuh sikap dan perilaku mahasiswa secara mendalam. Hambatan utama yang dihadapi antara lain kurangnya kemampuan dosen dalam mengajarkan nilai integritas dengan konteks yang relevan, minimnya bahan ajar yang menampilkan kasus nyata dari dunia kerja akuntansi, serta budaya akademik yang belum sepenuhnya mendorong iklim integritas. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menyarankan peningkatan kompetensi dosen melalui pelatihan khusus, pengembangan modul pembelajaran yang berbasis praktik profesional, penerapan sistem penilaian moral mahasiswa yang jelas, serta kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dengan lembaga penegak hukum. Dengan langkah-langkah tersebut, pendidikan antikorupsi diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai etika, tetapi juga membentuk karakter profesional yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Menilik Konflik Rempang dan Pengakuan Pemerintah atas Hak-hak Masyarakat Adat Fina Nabilah; Fathiya Ayu Ramadhina; Triana Nur Amelia; Desta Kayla Triana; Intan Sulistiani; Iwan Ridwan Paturochman
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4648

Abstract

Adakannya pembangunan Kawasan industri di Pulau Rempang menimbulkan konflik sengketa tanah antar masyarakat, pemerintah, dan juga PT. Makmur Elok Graha. masyarakat menganggap bahwa tanah yang akan menjadi tempat pembangunan tersebut adalah milik mereka yang diwariskan leluhur dari sebelum kemerdekaan, sedangkan ada Hak Guna Usaha yang diberikan oleh pemerintah kepada sebuah perusahaan, membuatnya menganggap bahwa tanah tersebut sudah bukan milik masyarakat. Ada berbagai sudut pandang yang berbeda-beda sehingga semakin merumitkan konflik. Setelah menilik dan menyelam lebih dalam terkait kasus ini dengan metode pendekatan kualitatif, menggabungkan beberapa data atau penelitian juga wawancara yang disiarkan di media social. Penulis menyimpulkan bahwa konflik ini terjadi karena kurangnya komunikasi pemerintah pada masyarakat juga kurangnya perhatian pemerintah pada hak-hak adat masyarakat adat sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan rasa tidak terima dari masyarakat. Pemerintah perlu untuk menciptakan solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat.
Peran Nilai dan Prinsip Anti-Korupsi sebagai Strategi Preventif dalam Mengatasi Kasus Korupsi di Indonesia Iwan Ridwan Paturochman; Rena Ningsih; Al-fie Lutfia Khairunnisa
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6160

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peran Nilai dan Prinsip Anti-Korupsi sebagai Strategi Preventif dalam Mengatasi Meningkatnya Kasus Korupsi di Indonesia”. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah sumber-sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan kebijakan pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi yang dapat berbentuk suap, gratifikasi, atau penyalahgunaan wewenang. Nilai-nilai anti korupsi seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan keadilan berperan penting dalam membangun budaya integritas. Faktor penyebab korupsi meliputi lemahnya moral individu dan rendahnya penegakan hukum. Strategi preventif dilakukan melalui pendidikan dan penanaman nilai integritas, sedangkan strategi represif melalui penegakan hukum yang tegas. Implementasi nilai anti korupsi di lingkungan pendidikan terbukti efektif sebagai upaya pencegahan dini terhadap perilaku koruptif.
Faktor Penyebab Korupsi: Analisis Internal, Eksternal, dan Upaya Internal Iwan Ridwan Paturochman; Nathania Tiara Putri; Taufik Imam Hidayat; Humaysi Camila Hilda Elzen
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6162

Abstract

Korupsi merupakan permasalahan multidimensional yang berdampak serius pada pembangunan sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penyebab korupsi dari perspektif internal dan eksternal, serta mengevaluasi strategi pemberantasan yang telah diimplementasikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber akademik dan regulasi, serta analisis kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi sifat tamak, gaya hidup konsumtif, lemahnya integritas moral, serta kepribadian gelap. Faktor eksternal terkait dengan birokrasi yang berbelit, lemahnya pengawasan, monopoli kekuasaan, serta budaya permisif masyarakat. Strategi pemberantasan korupsi perlu mengintegrasikan pendekatan struktural dan individual, melalui penguatan penegakan hukum, reformasi birokrasi, pendidikan integritas, serta partisipasi masyarakat. Artikel ini menyimpulkan bahwa upaya antikorupsi membutuhkan komitmen kolektif dan kebijakan yang konsisten untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
“KORUPSI DALAM PELAYANAN PUBLIK: TANTANGAN IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE DI INDONESIA” Iwan Ridwan Paturochman; Alysa Rahma Wulan; Maharani Putri Buana; Elsa Resta Pania
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6183

Abstract

Korupsi dalam pelayanan publik masih menjadi isu serius di Indonesia, karena merugikan negara dan mengurangi kualitas layanan publik. Penelitian ini menganalisis praktik korupsi, hambatan dalam penerapan sistem pemerintahan yang baik, dan langkah-langkah pencegahan melalui metode literature review. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tantangan utama termasuk lemahnya penegakan hukum, budaya birokrasi yang mengutamakan kepentingan pribadi, perlawanan dari dalam, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Beberapa strategi yang bisa diterapkan meliputi penguatan lembaga pencegah korupsi, digitalisasi layanan publik, meningkatkan transparansi anggaran, dan membangun budaya integritas. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk menciptakan layanan publik yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Penanaman Nilai Dan Anti Korupsi Di Lingkungan Sebagai Upaya Preventif Dan Represif Pencegahan Korupsi Iwan Ridwan Paturochman; Irma Yundari; Rahma Juliasari; Finadia Lestari
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6218

Abstract

Korupsi merupakan permasalahan struktural dan kultural yang terus menghambat pertumbuhan bangsa Indonesia. Penanggulangan korupsi membutuhkan lebih dari sekadar pengetatan hukum; perlu juga membangun integritas budaya, dimulai dari lingkungan sosial dasar, seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan dan pendekatan deskriptif-analitis untuk menganalisis literatur tentang nilai-nilai antikorupsi, peran lingkungan sosial, serta strategi pencegahan dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai fondasi bagi pengembangan karakter dan moral anak dengan menumbuhkan nilainilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan keberanian menolak tindakan tidak jujur. Sekolah memperkuat nilai-nilai tersebut melalui kurikulum, budaya sekolah, dan teladan guru, sementara masyarakat berperan sebagai pengawas, menciptakan integritas budaya melalui norma dan kontrol sosial. Strategi preventif seperti reformasi tata kelola pemerintahan, transparansi, digitalisasi layanan publik, dan pendidikan antikorupsi harus diimplementasikan bersamaan dengan strategi represif berupa penegakan hukum yang tegas dan konsisten. Membangun sistem sosial, pendidikan, dan pemerintahan yang bersih dan terpadu dianggap paling efektif melalui integrasi kedua strategi ini. Temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan multidimensi untuk mencegah korupsi, yaitu memperkuat nilai, budaya, sistem, dan hukum secara bersamaan.  
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan: Strategi Pencegahan Korupsi di Era Modern Iwan Ridwan Paturochman; Neng Mirna Dwi Yanti; Qonitah Az Zahra; Nur Elva Faradisa
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6351

Abstract

Korupsi merupakan permasalahan serius yang menghambat pembangunan serta merusak tata kelola pemerintahan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pencegahan tindak pidana korupsi di era digital saat ini. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka yang mengulas berbagai literatur dan kajian empiris terkait strategi, tantangan, dan inovasi mahasiswa dalam membangun budaya anti korupsi melalui pemanfaatan teknologi digital dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar sebagai penggerak utama dalam pendidikan, advokasi, dan pengawasan publik terhadap korupsi. Mereka melakukan kampanye aktif melalui seminar, diskusi, dan pengembangan aplikasi digital yang meningkatkan transparansi dan partisipasi publik. Namun rendahnya literasi digital dan hambatan struktural masih menjadi tantangan signifikan yang harus diatasi agar peran mahasiswa dapat lebih optimal. Implikasi hasil ini menekankan pentingnya integrasi nilai integritas dan anti-korupsi dalam prasyarat serta penguatan kapasitas literasi pelajar digital untuk mendorong pemberantasan korupsi yang efektif di masyarakat digital.
Korupsi dalam Kajian Literatur sebagai Tantangan Pembentukan Integritas Moral Mahasiswa Iwan Ridwan Paturochman; Vina Hanif; Rapita Rahmawati; Reza Azela Nugraha
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi merupakan masalah serius yang tidak hanya mengancam keberlangsungan bangsa, tetapi juga melemahkan pembentukan karakter generasi muda, khususnya calon pemimpin. Praktik korupsi yang masih meluas di Indonesia mendorong munculnya budaya permisif terhadap penyimpangan nilai, sehingga berdampak pada penurunan moral, tanggung jawab, dan kepedulian sosial mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan laporan resmi. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis konten untuk mengidentifikasi hubungan antara budaya korupsi dan degradasi moral mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korupsi tidak hanya merusak sistem pemerintahan, tetapi juga membentuk pola pikir pragmatis, seperti toleransi terhadap kecurangan akademik dan rendahnya integritas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan karakter dan internalisasi nilai anti-korupsi secara konsisten di lingkungan perguruan tinggi.