Firad Wijaya
Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Pendidikan Islam Pondok Pesantren di Indonesia Firad Wijaya; Ahmad Sakrani
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 1 (2022): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v14i1.5578

Abstract

Islamic boarding schools are Islamic educational and broadcasting institutions characterized by kiyai or what we often call "Ustadz" as the central figure, with a modern dormitory system occupied by the students, halls, special rooms and mosques as the focal point of their activities such as reciting books that are not have rows and so on. Islamic boarding schools in general in Indonesia in their development have various kinds of typologies, namely salafiyah, khalafiyah, and Islamic boarding schools that combine the two models and systems of Islamic boarding schools in accordance with the curriculum in Islamic boarding schools. The curriculum at khalfiyah or modern Islamic boarding schools which in general have switched to the madrasa system uses the curriculum used by the government, in this case the Ministry of Religion and the Ministry of Education and Culture. Meanwhile, the curriculum in salafiyah or traditional pesantren refers to the funun of the yellow books and the completeness of the books they study every day. Basically, Islamic boarding schools have a very important role in fighting for and completing the era of independence, especially in the lines of Islamic education in today's modern masses.
Pengaruh Metode Diskusi Langsung (Sharing) terhadap Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VIII MTs NW Montong Mas M. Irwan Mansyuriadi; Firad Wijaya; Andri Afriani
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 1 (2023): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v15i1.5581

Abstract

Abstrak Pada saat sekarang ini metode, strategi, maupun teknik mengajar guru sangat mempengaruhi minat serta keberhasilan pembelajaran siswa dikelas. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan pada sistem pembelajaran oleh guru. Penerapan strategi belajar untuk meningkatkan minat siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiah (MTs) NW Montong Mas sebagai landasan pengembangan spiritual terhadap kesejahteraan kehidupan sosial mutlak harus ditingkatkan karena asumsinya adalah jika pendidikan agama yang meliputi Aqidah Akhlak, Qur’an Hadits, Fiqih, Bahasa Arab yang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dilakukan dengan baik, maka kehidupan sosial akan terasa rukun. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa kelemahan dalam belajar Akidah Akhlak terdapat pada kurangnya variasi dalam pembelajaran, misalnya penggunaan metode yang di ulang-ulang dan sifatnya banyak cerita serta membuat jenuh atau bosan yang mengakibatkan kurangnya minat siswa dalam belajar dan membuat siswa pasif atau tidak aktif dalam proses pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidak ada pengaruh metode diskusi langsung (Sharing) terhadap minat belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak Kelas VIII di MTs NW Montong Mas. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif, dengan desain eksperimen. Pengumpulan data mengunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data bersifat statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Hasil analisis pos-tes uji t diperoleh sig. 0,000 < 0,05 dan diketahui bahwa t hitung > t tabel. Dari kedua hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh dari penggunaan metode diksusi langsung (Sharing) terhadap minat belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak Kelas VIII di MTs NW Montong Mas tahun pelajaran. Kata kunci: Pengaruh, Metode Diskusi Langsung (Sharing), Minat Belajar, Siswa, Akidah Akhlak.