Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan UMKM Tempe Nugget Desa Seberang Sungai Adinda Septi Aulia; Delpi Lestari; Elentika Elentika; Ilham Khalib; Meili Safitri; M Aziz Noval Agusta; Nadila Feranti; Tazkiyatul Hidayah; Zelpi Ayuni; Zuhroh Mahdalena
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 1 No. 3 (2023): September: Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jurai.v1i3.390

Abstract

Tempeh is a food made from soybeans fermented using white Rhizopus spp mushrooms, tempeh can be further processed into processed food that can be developed by the community into processed food that is causal and has high selling value through the Community Partnership Program based on the application of TTG. The purpose of implementing this activity is to provide new innovations for local food raw materials and also to improve the economy of housewives in villages across the river. The target of this activity is community empowerment in developing products, training entrepreneurial spirit and increasing product sales. The output of this activity is food diversification in the form of healthy and nutritious food products to support immunity such as tempeh nuggets, temped chocolate and tempeh sticks. The implementation methods of this Community Partnership Program include: 1) Planning and socialization of activity programs, 2) Preparation and provision of activity tools and materials, 3) Training on the use of Autoclave tools, 4) Training on diversification of tempeh processed products, 5) Strengthening partner business management, 6) Monitoring and evaluation of PKM. This activity stimulates SME groups to increase tempeh production in the culinary business of healthy food snacks processed from tempeh
Efektivitas badan pengawasan keuangan dan pembangunan riau dalam menjalani fungsi pengawasan Ilham Khalib; Abdul Sadad
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810710800

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau dalam menjalani fungsi pengawasan internal serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur dengan enam informan yang dipilih secara purposif dan mewakili pihak BPKP maupun inspektorat daerah, serta dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking, sedangkan analisis mengikuti model interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Efektivitas dianalisis menggunakan kerangka efektivitas organisasi Steers, yakni pencapaian tujuan, adaptasi, dan integrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan tergolong cukup efektif: audit, evaluasi, supervisi, dan pembinaan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) telah berjalan sesuai program kerja dan memberikan dampak positif terhadap tata kelola, transparansi, akuntabilitas, serta kapabilitas APIP daerah. Akan tetapi, pengawasan dan pembinaan belum terlaksana secara optimal dan merata di seluruh pemerintah daerah. Empat faktor penghambat teridentifikasi: keterbatasan sumber daya manusia khususnya auditor fungsional, luasnya cakupan wilayah, keterbatasan kewenangan struktural terhadap komitmen pimpinan daerah, serta rotasi pegawai. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas pengawasan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemeriksaan, tetapi juga oleh keterlaksanaan tindak lanjut dan kesinambungan sumber daya manusia.