Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

AKIBAT HUKUM PERKAWINAN CAMPURAN ANTAR NEGARA WNI DENGAN WNA TERHADAP STATUS PERSONAL ANAK Syafrizal Rizal Zal
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v17i3.3410

Abstract

Perkawinan Perkawinan ialah suatu ikatan lahir batin antara suami istri yang bertujuan untuk membentuk suatu keluarga. Perkawinan Campuran merupakan perkawinan antar dua orang di Indonesia yang tunduk kepada hukum yang berlainan karena berbeda kewarganegaraan yakni WNI dan WNA. Metode penelitian analisis data kulitatif. Kajian teori yang terdiri dari akibat hukum, perkawinan campuran dan status personal anak. Penentuan status personal berdasarkan empat asas yaknu asas Ius Soli, asas Ius Sanguinis, asas kewarganegaraan ganda terbatas dan asas kewarganegaraan tunggal. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perselisihan hak antar negara, yakni persoalan status personal anak. Status personal anak dari hasil perkawinan antar Warga Negara Indonesia dengan Warga Negara Malaysia ditinjau dari hukum yang berlaku di Indonesia. Status personal anak dari hasil perkawinan WNI dengan Warga Negara Malaysia ditinjau dari hukum yang berlaku di Malaysia. Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Perkawinan campuran berakibat hukum bagi anak hasil perkawinan tersebut, hal ini terkait dengan status personal anak itu sendiri. Kata Kunci: Akibat Hukum, Perkawinan Campuran, Status Personal Anak
Perspektif Hak Asasi Manusia Terhadap Terpidana Hukuman Mati Menurut UU Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP Sayafrizal Sayafrizal; Annisa Suryani Putri
DOKTRINA: JOURNAL OF LAW Vol. 6 No. 2 (2023): Doktrina:Juornal of Law Oktober 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/doktrina.v6i2.10282

Abstract

This article will discuss human rights from the perspective of law number 1 of 2023 concerning the criminal code and the death penalty mechanism in Indonesia. This research method is a qualitative literature study method by collecting both primary and secondary library sources. The death penalty as a special type of crime in the new Criminal Code is regulated from Article 98 to Article 102. The reforms that have been carried out in the new Criminal Code, the judge imposes the death penalty with a probation period of 10 years. This is contained in Article 100 of Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code. Article 100 paragraph (1) of the Criminal Code stipulates that the judge imposes the death penalty with a probation period of 10 years by taking into account the defendant's feelings of remorse and the hope of improving himself or the defendant's role in the crime. In Article 100 paragraph (2) it is explained that the death penalty with a probationary period as intended in paragraph (1) must be included in the court decision. then when he shows commendable attitudes and actions during the probation period, the death penalty can be changed to life imprisonment.
AKIBAT HUKUM PERKAWINAN CAMPURAN ANTAR NEGARA WNI DENGAN WNA TERHADAP STATUS PERSONAL ANAK Syafrizal Rizal Zal
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v17i3.3410

Abstract

Perkawinan Perkawinan ialah suatu ikatan lahir batin antara suami istri yang bertujuan untuk membentuk suatu keluarga. Perkawinan Campuran merupakan perkawinan antar dua orang di Indonesia yang tunduk kepada hukum yang berlainan karena berbeda kewarganegaraan yakni WNI dan WNA. Metode penelitian analisis data kulitatif. Kajian teori yang terdiri dari akibat hukum, perkawinan campuran dan status personal anak. Penentuan status personal berdasarkan empat asas yaknu asas Ius Soli, asas Ius Sanguinis, asas kewarganegaraan ganda terbatas dan asas kewarganegaraan tunggal. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perselisihan hak antar negara, yakni persoalan status personal anak. Status personal anak dari hasil perkawinan antar Warga Negara Indonesia dengan Warga Negara Malaysia ditinjau dari hukum yang berlaku di Indonesia. Status personal anak dari hasil perkawinan WNI dengan Warga Negara Malaysia ditinjau dari hukum yang berlaku di Malaysia. Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Perkawinan campuran berakibat hukum bagi anak hasil perkawinan tersebut, hal ini terkait dengan status personal anak itu sendiri. Kata Kunci: Akibat Hukum, Perkawinan Campuran, Status Personal Anak
PERTANGGUNGJAWABAN KORPORASI TERHADAP PELANGGARAN HAM AKIBAT PENCEMARAN LINGKUNGAN Ismail, Ismail; Syafrizal, Syafrizal; Manurung, Abdul Azis; Sofian, Sofian; Nasution, Alfiandi Wisudawansyah
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v19i2.6956

Abstract