Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

F FORMULASI SABUN PADAT TRANSPARAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) Nina Hartati; Melantina Oktriyanti; Erika Dwi Oktaviani
JEDCHEM (JOURNAL EDUCATION AND CHEMISTRY) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pendidikan, Pendidikan Kimia, dan Ilmu Kimia
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jedchem.v5i2.3238

Abstract

Soap is one of the commodities of the beauty and medical sectors that have been utilized in daily life to purify the grime that adheres to the skin. Bath soap is categorized into two types, namely liquid and solid soap. Solid soap is comprised of 3 kinds, specifically cloudy, translucent, and transparant soap. Transparant solid soap is an innovation in beauty and body cleansing products that enhances the attractiveness of soap products with its translucence, softer lather, and shinier appearance compared to other types of solid soap. The primary ingredient used in this research for soap production is sodium hydroxide and coconut oil. Meanwhile, butterfly pea is used as an additional ingredient in this study to enhance the quality of soap products, both in terms of usability and appeal. In this study, the extraction of butterfly pea extract was conducted using the maceration method, and different variations of the extract were used, namely 4 ml, 6 ml, and 8 ml and variations of coconut oil used were 80 ml and 50 ml. Several analytical tests, including pH analysis, free alkali, free fatty acids, mineral oil, water content, and organoleptic tests, were performed to determine the feasibility of this transparent solid bath soap. Based on the analysis results of the solid bath soap, the best sample obtained was formulation A2, which used 80 ml of coconut oil with the addition of 6 ml of butterfly pea extract. The analysis results showed a pH value of 9, 0% free fatty acids, 0% free alkali, 13.6% water content, and no presence of mineral oil. Keywords : transparant solid soap, butterfly pea, sodium hydroxide, coconut oil
Menurunkan Nilai COD pada Limbah Pulp Menggunakan Membran Keramik Zeolit Metta wijayanti; Melantina Oktriayanti; Iriani Reka Septiana; Erika Dwi Oktaviani
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 1 No 2 (2023): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jssit.v1i2.20

Abstract

Sumber utama pencemaran air adalah akumulasi polutan di dalam air dalam jangka waktu yang lama yang berdampak buruk pada lingkungan. Pengelolaan limbah cair saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pulp. Dalam bisnis pulp, limbah cair dihasilkan oleh setiap unit proses, dan semuanya dibuang ke tempat penampungan sementara. Sebuah alat dibuat yang berfungsi untuk mengendapkan limbah di dalam pipa untuk mengurangi jumlah sampah yang mengalir ke sungai. Bahan dasar membran keramik yang digunakan adalah Zeolit, Tanah Liat, Serbuk Besi, dan Abu.Membran Keramik diaplikasikan untuk mengolah Limbah pulp. Variabel yang digunakan adalah waktu 15,30,45,60,75,90 menit dan tekanan operasi 10,20 psi, sedangkan parameter yang diamati adalah chemical oxygen demand (COD). Dari hasil analisa yang didapat bahwa air limbah yang awalnya tercemar memiliki nilai COD 373 mg/L. Setelah filtrasi nilai COD air limbah pulp sesuai dengan ambang batas dari Peraturan Menteri LH No.5 tahun 2014. Dimana kondisi operasi terbaik pada tekanan 20 psi dan waktu 15 menit dengan nilai COD 304 mg/L.
Ekstraksi Gelatin dari Kulit Ikan Gabus Menggunakan Jeruk Nipis Erika Dwi Oktaviani; Iriani Reka Septiana; Melantina Oktriayanti; Metta wijayanti
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 1 No 2 (2023): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jssit.v1i2.27

Abstract

Salah satu turunan kolagen yang banyak dimanfaatkan saat ini adalah gelatin. Gelatin yang saat ini banyak dipasarkan berasal dari hewan jenis mamalia yang rentan terhadap status ketidakhalalannya serta penyakit yang dibawa. Ikan menjadi solusi dari sumber gelatin yang halal. Ikan gabus merupakan jenis ikan yang banyak dimanfaatkan dalam bidang pangan namun meninggalkan limbah tulang dan kulit. Kulit ikan gabus memiliki kandungan kolagen sebesar 16,57%. Ekstraksi kolagen dapat dilakukan dengan cara asam maupun basa, namun metode asam lebih mudah dilakukan dan memperoleh rendemen yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan jeruk nipis sebagai sumber asam. Kulit ikan gabus dilakukan perendaman menggunakan asam dari jeruk nipis selama 24 jam, kemudian diekstraksi menggunakan pelarut air pada suhu 50 °C , 60 °C , 70 °C , 80 °C , dan 90 °C selama variasi waktu 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelatin dengan kondisi terbaik yaitu variasi ekstraksi dengan suhu 90 oC selama 3 jam. Berdasarkan kondisi tersebut didapatkan yield gelatin sebesar 7,45%, kadar air 9,03%, kadar abu 4,28%, kadar protein 87,25%, pH = 6,2, kekuatan gel 57,6295 gbloom, dan viskositas sebesar 12,7915 cPs.
PROCESSING USED COOKING OIL INTO AN ENVIRONMENTALLY FRIENDLY PRODUCT AS A CREATIVE ECONOMIC SOLUTION Yuniar; Anerasari M; Didiek Hari Nugroho; Erika Dwi Oktaviani; Zareena Rosli
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/irpitage.v5i3.4810

Abstract

Used cooking oil (UCO) from institutional kitchens poses environmental and health risks if improperly disposed of. This community programme, jointly organised by Politeknik Negeri Sriwijaya and Politeknik Malaysia Merlimau, aimed to introduce a simple method for converting UCO into solid soap, an eco-friendly and economically valuable product. The activity employed an applied mixed-methods design, comprising pre-assessment, technical training, hands-on practice, and post-evaluation. Participants learned about UCO purification, saponification, and safe handling of NaOH. Results indicate a substantial increase in participants’ knowledge and awareness, with 100% of respondents demonstrating improved understanding of UCO hazards and soap-making procedures. Practical implementation was successful, yielding approximately 150 bars of solid soap during the workshop. All participants expressed willingness to continue soap production independently due to its low cost, environmental benefits, and potential for micro-enterprise. The programme demonstrates that simple, community-based technical interventions can effectively enhance practical competence and promote sustainable waste valorisation. This model shows strong potential for replication in similar educational and community settings.