Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DESAIN MEJA KERJA MULTI FUNGSI SEBAGAI PENUNJANG KUALITAS KERJA Syaifuddin Zuhri; Astrini Hadina Hasya; Ratna Andriani Nastiti
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.174

Abstract

Meja kerja yang banyak ditemui saat ini pada mulanya didesain dengan bertolak pada kebutuhan yang universal. Pada umumnya desain meja kerja yang sering ditemui di studio desain yang kurang mempertimbangkan area kerja dan area penyimpanan. Masalah yang ditimbulkan dari desain tersebut salah satunya adalah keterbatasan akses penyimpanan hasil kerja mendesain dan bekerja desain menggunakan manual dan komputer. Penelitian ini membahas tentang desain meja kerja yang mengusung konsep multifungsi. Desain meja kerja (workspace) yang mengusung konsep multifungsi ini menjadi penting dilakukan guna memberikan solusi atas permasalahan yang telah ditemui tersebut. Studi ini menggunakan metode design thinking dalam menghasilkan solusi desain. Dilakukan pengamatan terlebih dahulu terhadap pengguna meja kerja untuk selanjutnya dilakukan wawancara informal terkait tingkat kenyamanan kerja. Untuk mendukung proses produksi, pemilihan material dan finishing produk juga dilakukan guna mendapatkan produk yang memiliki kualitas yang baik. Selanjutnya, dilakukan analisa kebutuhan pengguna untuk menghasilkan gagasan-gagasan desain. Hasil studi ini adalah desain meja kerja yang multifungsi dengan mempertimbangkan aspek kompleksitas kebutuhan kerja guna menunjang kualitas kerja pengguna. Desain meja kerja ini dapat digunakan untuk acuan pengembangan produk, khususnya pada desain meja kerja yang dapat digunakan di studio desain.
Penerapan Prinsip Perfomace-Based Smart Building Pada Revitalisasi Desain Ruang Kantor Indihome Unit Rungkut Mohammad Arsal Alvino Suharyono; Astrini Hadina Hasya
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.922

Abstract

Perkembangan teknologi informasi serta meningkatnya kompleksitas aktivitas kerja menuntut adanya bangunan yang mampu beradaptasi secara efisien dan terintegrasi. Konsep smart building hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi energi, kenyamanan ruang, serta kesesuaian fungsi bangunan dengan kebutuhan pengguna melalui penerapan sensor, Internet of Things (IoT), dan sistem kontrol terpusat. Namun, hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa ruang kerja lantai 2 Kantor IndiHome Unit Rungkut belum menerapkan prinsip-prinsip smart building, khususnya pada aspek interior. Hal ini terlihat dari pengoperasian fasilitas yang masih manual, rendahnya pemanfaatan pencahayaan alami, serta minimnya responsivitas ruang terhadap aktivitas pengguna. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting interior bangunan terhadap empat prinsip smart building yaitu efficiency, effectiveness, ease, dan advanced technology. Analisis difokuskan pada elemen interior seperti tata ruang, pencahayaan, penghawaan, material, serta sistem pengendalian ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interior bangunan belum memenuhi keempat prinsip tersebut. Dari aspek efficiency, ditemukan ketidaksesuaian tata ruang, rendahnya pemanfaatan pencahayaan alami, serta belum diterapkannya teknologi hemat energi pada sistem interior. Aspek effectiveness menunjukkan bahwa ruang interior kurang fleksibel dan belum mampu menyesuaikan diri dengan perubahan aktivitas dan kondisi lingkungan. Prinsip ease belum terpenuhi akibat adanya kerusakan elemen interior, ketiadaan strategi desain pasif, serta minimnya penerapan konsep keberlanjutan. Sementara itu, prinsip advanced technology belum terimplementasi karena tidak ditemukan penggunaan sensor, sistem otomatisasi, maupun sistem manajemen bangunan berbasis teknologi digital. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan upaya perancangan ulang interior dan pemutakhiran sistem bangunan untuk mendukung penerapan konsep smart building yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna ruang.
PEMBERDAYAAN PAGUYUBAN UMKM MELALUI PELATIHAN DIGITALISASI UMKM DI RW 15 KELURAHAN PUTAT JAYA Choirun Nisa’ Y; Nafisatul Aini; Adelia Putri; Meylawati Lailatus Sharoh; Astrini Hadina Hasya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.49919

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital menghadapi tantangan dalam mengadopsi teknologi untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat daya saing usaha. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan paguyuban UMKM di RW 15, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya melalui pelatihan digitalisasi. Metode pelaksanaan meliputi observasi, pelatihan, dan evaluasi dengan pendekatan partisipatif, agar pelaku UMKM dapat secara alami memahami dan mengkomunikasikan strategi pemasaran digital. Kegiatan pelatihan meliputi pembuatan konten visual hingga editing class dengan pemanfaatan aplikasi sederhana seperti Canva dan CapCut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM menunjukkan antusiasme yang tinggi dan ketertarikan dalam mempelajari strategi pemasaran digital. Namun, masih ditemukan kendala, seperti keterbatasan perangkat, rendahnya literasi digital, serta keterbatasan waktu karena rutinitas usaha. Meski demikian, pelatihan ini berdampak positif terhadap peningkatan kesadaran digital dan motivasi UMKM untuk aktif memasarkan produknya secara online. Evaluasi lanjutan juga menunjukkan perlunya pendampingan berkelanjutan agar pemanfaatan pemasaran digital dapat berjalan lebih optimal.
Eksplorasi Limbah Kertas Melalui Pelatihan Pembuatan Lamp Shade pada PKK Desa Bhinor astrini hadina hasya; Sri Wulandari; Ratna Andriani Nastiti; Muhammad Helmi Nuruddin; Agnes Athalia Ayuningrum; Devin Eka Setiyoko
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 02 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bhinor di Kabupaten Probolinggo menghadapi permasalahan sampah kertas yang belum terkelola dengan optimal. Sampah kertas yang menumpuk di lingkungan sekitar sangat mencemari lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Berbekal dari kondisi ini, Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menginisiasi kegiatan utama pembuatan kerajinan tangan berupa lamp shade dari limbah kertas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi kreatif dalam mengelola sampah kertas sekaligus meningkatkan nilai ekonomisnya. Ibu-ibu PKK Desa Bhinor yang diketuai oleh Ibu Hasti Retno Dewi dilibatkan sebagai pelaku utama dalam kegiatan ini, karena mereka memiliki potensi besar untuk menciptakan inovasi baru dalam pemanfaatan limbah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyalurkan ilmu dan keterampilan baru kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah kertas di Desa Bhinor, tetapi juga membuka peluang baru bagi sirkular ekonomi warga. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini tidak hanya sekadar kegiatan pelatihan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan desa yang mandiri, kreatif, dan berkelanjutan.