Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Assessment of factors influencing the success of housing projects in West Pasaman Ade Herdiwansyah; Denny Helard; Purnawan Purnawan
The International Journal of Politics and Sociology Research Vol. 10 No. 3 (2022): December: Politic and Sosiology
Publisher : Trigin Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Throughout the nation's journey the property industry has played a very important role in the development and development of the country in the country which has a very large contribution including 9.4 in the national Gross Domestic, and in 2017 the property business has greatly increased up to 15% and has a capacity of Rp. 318 Trillion, this research is to analyze the success factors of housing projects in West Pasaman, how these factors affect the improvement of housing projects in West Pasaman, both from environmental aspects of housing projects, legal aspects of housing projects and economic aspects of housing projects, therefore there are three aspects. Factors that are very influential in terms of the 3 phases of the housing project development process with an assessment taken above 50% as follows; Preconstruction Location selection 57 %, strategic location 80.5%, affordable house selling price 51.3%, licensing 80.9%, marketing marketing 69%. Construction Human resources (workers/carpenters) 71.2%. Post-construction Opportunities for economic growth 87.9%, houses in accordance with the agreement 51.8%, completeness of documents properly taken care of 65.5%.
Pemanfaatan Kulit Jagung sebagai Adsorben dalam Penyisihan Detergen dari Air Limbah Laundry Shinta Indah; Denny Helard; Windy Dhiya Lathifah
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5356

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan kulit jagung sebagai adsorben dalam menyisihkan detergen dari air limbah laundry. Percobaan adsorpsi dilakukan secara batch menggunakan larutan artifisial detergen untuk mendapatkan kondisi optimum waktu kontak, pH dan konsentrasi adsorbat serta dosis dan diameter adsorben. Konsentrasi detergen sebagai Methylene Blue Active Surfactans (MBAS) dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 652 nm. Hasil penelitian menunjukan kondisi optimum untuk penyisihan detergen dari larutan artifisial adalah waktu kontak 30 menit, pH adsorbat 3, konsentrasi adsorbat 40 mg/L, dosis adsorben 20 g/L dan diameter adsorben 0,245-0,3175 mm. Pada kondisi optimum diperoleh efisiensi penyisihan dan kapasitas adsorpsi sebesar 85,39% dan 1,708 mg/g. Data penelitian yang diperoleh lebih mengikuti persamaan isoterm Freundlich (R2= 0,9805) daripada isoterm Langmuir (R2= 0,7218). Hal ini mengindikasikan bahwa adsorpsi detergen terjadi pada beberapa lapis (multilayer) dari permukaan kulit jagung dan adsorpsi terjadi secara fisika. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit jagung berpotensi untuk dijadikan adsorben dalam penyisihan detergen dari air limbah laundry.
Evaluasi District Metered Area (DMA) pada Zona Air Minum Prima PDAM Kota Padang Panjang Wahyu Tanaka; Puti Sri Komala; Denny Helard
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.01.07

Abstract

Zona Air Minum Prima (ZAMP) Silaing Bawah Kota Padang Panjang memiliki 2 (dua) pipa jaringan distribusi yaitu DMA 01 dan DMA 02. Untuk menentukan performa DMA maka dilakukan analisis Non Revenue Water (NRW), Infrastructure Leakage Index (ILI) dan Uji Kinerja Hidrolis dengan Epanet. Pada penelitian ini, didapatkan hasil analisis NRW untuk DMA 01 dan DMA 02 sebesar 46,51% dan 54,42 % masing-masing, dimana hasilnya masih diatas PerMen PU No 20/PRT/M/2006 yang dipersyaratkan yaitu 20%. Sedangkan nilai ILI untuk DMA 01 dan DMA 02 adalah sama yaitu ILI > 16, kategori D (buruk). Untuk hasil analisis Epanet, dipantau sebanyak 41 pipa pada DMA 01 dan 21 pipa pada DMA 02 menunjukkan hasil nilai tekanan serta residu chlorine pada aliran DMA 01 dan DMA 02 semua titik memenuhi standar yaitu P > 0,5 bar dan residu chlorine > 0,22 dan 0,23 mg/l masing-masing. Ditinjau dari nilai velocity, pada DMA 01 (9 pipa) dan DMA 02 (8 pipa) dibawah standar yaitu < 0,3 m/s. Untuk nilai head loss sendiri pada DMA 01 (13 pipa) dan DMA 02 (5 pipa) juga melebihi standar yaitu > 10m/km.
Strategi Pengelolaan Air Limbah Domestik di Kawasan Permukiman Hulu Sungai Kelurahan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan Dian Ramadhan; Shinta Indah; Denny Helard
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 22, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.22.3.274-281

Abstract

Latar belakang: Daerah bantaran sungai di daerah permukiman hulu Sungai Aek Sarupak memiliki karakteristik geografis dan iklim yang lebih sulit karena keterbatasan akses jalan, lahan dan kendala ekonomi yang membuat sulit untuk menerapkan sistem pelayanan sanitasi. Jumlah keluarga yang tidak memiliki akses sanitasi di Kelurahan Hutaimbaru pada tahun 2021 sebesar 241 KK dari 920 KK (26,2%). Wilayah ini telah memiliki fasilitas sanitasi berupa MCK umum dan IPAL komunal. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan akses sanitasi lingkungan bagi masyarakat dengan menentukan strategi pengelolaan air limbah domestik yang sesuai dan tepat untuk diterapkan di wilayah studi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan mixed methods atau metode kombinasi. Lokasi penelitian di wilayah permukiman pada hulu Sungai Aek Sarupak Kelurahan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan pada bulan Oktober 2022. Identifikasi kondisi eksisting pengelolaan air limbah domestik dilakukan melalui observasi lapangan, kuesioner masyarakat dan wawancara. Pengambilan sampel kuesioner masyarakat dilakukan dengan quota sampling dengan total responden 108 KK. Analisis untuk menentukan program prioritas menggunakan metode AHP. Analisis untuk menentukan strategi penerapan program prioritas menggunakan analisis SWOT.Hasil: Hasil analisis kondisi eksisting sanitasi di wilayah studi baru mencapai 46,3% akses sanitasi dasar dengan akses sanitasi layak sebanyak 30,56% dan 53,70% tanpa ada akses sarana sanitasi. Program prioritas yang cocok diterapkan adalah program Stop BABS, program pembangunan IPAL komunal, program penyusunan regulasi/kebijakan pengelolaan air limbah domestik di wilayah bantaran sungai, program bantuan dari pemerintah dan program pembangunan jamban dan IPAL komunal melalui kerja sama dengan lembaga lain. Strategi penerapan program prioritas dilakukan dengan menerapkan kegiatan pendukung untuk meminimalkan kelemahan dan memanfaatkan peluang agar program prioritas dapat terlaksanan dengan baik.Simpulan: Pengelolaan air limbah domestik yang baik dan tepat erat hubungannya dengan dukungan dari stakeholder, partisipasi masyarakat, kebijakan/peraturan, pemerintah dan alokasi dana untuk kegiatan sanitasi. ABSTRACT Title: Strategy for Domestic Wastewater Management in Upstream Residential Areas, Hutaimbaru Village, Padangsidimpuan City. Background: The riverbank areas in the settlement areas upstream of the Aek Sarupak River have more difficult geographical and climatic characteristics due to limited access to roads and land and economic constraints, making it challenging to implement a sanitation service system. The number of families without access to sanitation in Hutaimbaru Village in 2021 is 241 families out of 920 families (26.2%). This area already has sanitation facilities in the form of public MCK and communal WWTP. The research aims to increase access to environmental sanitation for the community by determining appropriate and appropriate domestic wastewater management strategies to be implemented in the study area..Method: This research is descriptive research with mixed methods or combination methods. The research location was in a residential area upstream of the Aek Sarupak River, Hutaimbaru Village, Padangsidimpuan City in October 2022. Identification of the existing conditions of domestic wastewater management was carried out using field observations, interviews and community questionnaires. A sampling of community questionnaires was carried out by quota sampling with 108 households as respondents. Analysis to determine priority programs using the AHP method. Analysis to determine the priority program implementation strategy uses SWOT analysis.Result: The results of the analysis of the existing condition of sanitation in the study area only reached 46.3% access to basic sanitation with access to proper sanitation of 30.56% and 53.70% without access to sanitation facilities. Priority programs that are suitable for implementation are the Stop Open Defecation program, the communal WWTP development program, the regulation/policy drafting program for domestic wastewater management in riverbank areas, government assistance programs and the latrine development program and communal WWTP through collaboration with other institutions. The strategy for implementing priority programs is carried out by implementing supporting activities to minimize weaknesses and take advantage of opportunities so that priority programs can be implemented properly.Conclusion: Proper and appropriate domestic wastewater management is closely related to support from stakeholders, community participation, policies/regulations, government and allocation of funds for sanitation activities.
Pemanfaatan Kulit Jagung sebagai Adsorben dalam Penyisihan Detergen dari Air Limbah Laundry Shinta Indah; Denny Helard; Windy Dhiya Lathifah
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5356

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan kulit jagung sebagai adsorben dalam menyisihkan detergen dari air limbah laundry. Percobaan adsorpsi dilakukan secara batch menggunakan larutan artifisial detergen untuk mendapatkan kondisi optimum waktu kontak, pH dan konsentrasi adsorbat serta dosis dan diameter adsorben. Konsentrasi detergen sebagai Methylene Blue Active Surfactans (MBAS) dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 652 nm. Hasil penelitian menunjukan kondisi optimum untuk penyisihan detergen dari larutan artifisial adalah waktu kontak 30 menit, pH adsorbat 3, konsentrasi adsorbat 40 mg/L, dosis adsorben 20 g/L dan diameter adsorben 0,245-0,3175 mm. Pada kondisi optimum diperoleh efisiensi penyisihan dan kapasitas adsorpsi sebesar 85,39% dan 1,708 mg/g. Data penelitian yang diperoleh lebih mengikuti persamaan isoterm Freundlich (R2= 0,9805) daripada isoterm Langmuir (R2= 0,7218). Hal ini mengindikasikan bahwa adsorpsi detergen terjadi pada beberapa lapis (multilayer) dari permukaan kulit jagung dan adsorpsi terjadi secara fisika. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit jagung berpotensi untuk dijadikan adsorben dalam penyisihan detergen dari air limbah laundry.
PEMANFAATAN BATU APUNG SEBAGAI ADSORBEN DALAM APLIKASI KOLOM ADSORPSI UNTUK PENYISIHAN LOGAM KROMIUM DARI AIR TANAH Indah, Shinta; Helard, Denny; Herdiani, Febbi
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2024
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol20.No1.2024.1510

Abstract

The utilization of pumice as an adsorbent has been tested in adsorption column applications in removing chromium (Cr) from groundwater. The pumice was taken from the banks of the Pasak River, Pariaman, West Sumatra. The column used is made of glass with 130 cm in height and 2,6 cm in diameter. The experiment was carried out by varying the bed height (65, 75, and 85 cm) and the influent flow rate (2, 3, and 4 gpm/ft2), while the influent concentration used was according to the groundwater sample conditions. The concentration of Cr was analyzed using inductively coupled plasma emission (ICPE). The performance of the adsorption column can be evaluated from the breakthrough curve, which is a plot between the Ct/C0 ratio and the sampling time. The experimental results showed that the optimum condition with the highest removal efficiency of 65.15% and an adsorption capacity of 0.0031 mg/g were obtained at a bed height of 85 cm and an influent flow rate of 2 gpm/ft2. Based on the experimental results, it was concluded that Cr removal efficiency increased as the influent flow rate decreased and as the bed height of adsorbent increased. The adsorption column with Sungai Pasak Pariaman pumice as an adsorbent has potential to be applied in removing Cr metal from groundwater.
Strategy Development of Perumda Air Minum Performance Improvement using Combination of Balance Scorecard, SWOT and QSPM Methods Wulandari, Zilvia; Indah, Shinta; Helard, Denny
CIVED Vol. 12 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v12i1.741

Abstract

The provision of drinking water is one of the basic needs and socio-economic rights of the community that must be fulfilled by the Government, both the Regional Government and the Central Government. Increasing access to drinking water is closely related to improving the performance of Perumda as a business unit providing drinking water. Perumda Air Minum Tirta Alami Tanah Datar Regency is the only BUMD that provides drinking water in Tanah Datar Regency. As a company that organizes the Drinking Water Supply System (SPAM), Perumda Air Minum is required to be able to provide the best possible service in providing clean water to the community. The performance evaluation study of Perumda Air Minum Tirta Alami Tanah Datar Regency was carried out in general through some stages; data inventory, performance evaluation and determination of performance status. The performance assessment uses four aspects, namely service, operational, human resources and financial aspects for the period of 2023. From the results of the evaluation of the four aspects, the performance of Perumda Air Minum Tirta Alami Tanah Datar Regency showed a quite good performance, with a total indicator value of all aspects of 3.10. This shows that the company can be categorized as healthy because it has a total value of more than 2.8. Based on this study, it is expected that the company can strive to improve performance on indicators that still obtain values that do not meet the predetermined standards.
Penilaian Indeks Kerentanan Infrastruktur Sanitasi Kota Padang dalam Menghadapi Skenario Bencana Gempa dan Tsunami Zamzamy, Ary; Helard, Denny; Hidayat, Benny
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.356112

Abstract

Kota Padang berada pada jalur Ring of Fire yang memiliki risiko yang cukup besar terhadap ancaman gempa dan tsunami yang juga berdampak terhadap fasilitas infrastruktur sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian kerentanan infrastruktur sanitasi saat menghadapi skenario bencana gempa dan tsunami di Kota Padang. Metode yang dipakai dengan memberikan bobot nilai kerentanan melalui pendekatan & penyesuaian. Nilai kerentanan yang diperoleh berupa 1 untuk tingkat kerentanan rendah dan 3 untuk kerentanan tinggi dengan menghitung setiap parameter fasilitas sanitasi. Hasil penilaian kerentanan fasilitas sanitasi terhadap skenario gempa berada pada tingkat kerentanan rendah. Hasil penilaian kerentanan terhadap skenario tsunami memiliki nilai yang beragam, diantaranya 26,3% sistem drainase primer memiliki kerentanan rendah, 68,4% lainnya memiliki kerentanan tinggi. TPA memiliki kerentanan rendah. 78,7% kontainer sampah memiliki kerentanan tinggi dan 21,2% memiliki kerentanan rendah. IPLT memiliki kerentanan kerentanan tinggi. 44,7% TPST3R memiliki nilai kerentanan tinggi dan sisanya memiliki tingkat kerentanan rendah. 55% IPAL komunal memiliki nilai kerentanan rendah dan 45% memiliki kerentanan tinggi. Rekomendasi yang diberikan kepada Pemkot Padang yaitu mengaplikasikan metode pembangunan sesuai standar dan peraturan terkait cara membangun fasilitas di daerah rawan bencana gempa dan tsunami serta mengaplikasikan teknologi yang diperlukan pada banguunan sanitasi agar mampu bertahan terhadap bencana gempa dan tsunami.
PEMANFAATAN BATU APUNG SEBAGAI ADSORBEN DALAM APLIKASI KOLOM ADSORPSI UNTUK PENYISIHAN LOGAM KROMIUM DARI AIR TANAH Indah, Shinta; Helard, Denny; Herdiani, Febbi
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2024
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol20.No1.2024.1510

Abstract

The utilization of pumice as an adsorbent has been tested in adsorption column applications in removing chromium (Cr) from groundwater. The pumice was taken from the banks of the Pasak River, Pariaman, West Sumatra. The column used is made of glass with 130 cm in height and 2,6 cm in diameter. The experiment was carried out by varying the bed height (65, 75, and 85 cm) and the influent flow rate (2, 3, and 4 gpm/ft2), while the influent concentration used was according to the groundwater sample conditions. The concentration of Cr was analyzed using inductively coupled plasma emission (ICPE). The performance of the adsorption column can be evaluated from the breakthrough curve, which is a plot between the Ct/C0 ratio and the sampling time. The experimental results showed that the optimum condition with the highest removal efficiency of 65.15% and an adsorption capacity of 0.0031 mg/g were obtained at a bed height of 85 cm and an influent flow rate of 2 gpm/ft2. Based on the experimental results, it was concluded that Cr removal efficiency increased as the influent flow rate decreased and as the bed height of adsorbent increased. The adsorption column with Sungai Pasak Pariaman pumice as an adsorbent has potential to be applied in removing Cr metal from groundwater.
Agen Desorpsi Terbaik pada Regenerasi Batu Apung Sungai Pasak untuk Penyisihan Amonium (NH4+) dalam Air Pratiwi, Ningsih Ika; Indah, Shinta; Helard, Denny
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.432 KB)

Abstract

Batu apung dikenal sebagai material low-cost yang memiliki struktur berpori sehingga berpotensi sebagai adsorben untuk menyisihkan senyawa polutan dalam air, seperti amonium yang hadir sebagai dampak aktivitas industri, pertanian maupun domestik. Keberadaan batu apung yang melimpah terdapat di daerah Sungai Pasak dan hingga saat ini belum dimanfaatkan. Kemungkinan adanya regenerasi dari adsorben yang telah digunakan merupakan keuntungan proses adsorpsi sebagai salah satu teknologi ramah lingkungan. Regenerasi dapat dilakukan melalui proses desorpsi sehingga reuse dapat diterapkan terhadap adsorben dan recovery terhadap senyawa yang disisihkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui agen desorpsi terbaik yang berguna untuk regenerasi, yaitu memperpanjang masa pakai batu apung khususnya pada proses penyisihan amonium. Regenerasi terdiri dari percobaan adsorpsi dan desorpsi dengan metode batch sebanyak 2 kali reuse menggunakan kondisi optimum yang diperoleh, terdiri dari pH, waktu kontak, ukuran serta dosis batu apung yang diaplikasikan pada larutan artifisial dan sampel. Proses desorpsi menggunakan agen desorpsi asam (HCl), netral (akuades) dan basa (NaOH). Percobaan pada larutan artifisial amonium 4 mg/l menghasilkan HCl sebagai agen desorpsi terbaik dengan kapasitas adsorpsi tertinggi, yaitu reuse I 6,335 mg/g serta reuse II 6,018 mg/g dengan efisiensi penyisihan rata-rata 46,324%. Agen HCl juga memberikan % desorpsi tertinggi pada proses desorpsi I dan II sebesar 89,734% dan 88,048%. Percobaan juga dilakukan terhadap sampel air tanah dekat area pertanian dengan % desorpsi pada desorpsi I dan II yaitu 87,875% dan 86,892%, dengan kapasitas adsorpsi saat reuse I dan II adalah 1,889 mg/g dan 1,845 mg/g. Hasil penelitian menunjukkan agen terbaik untuk regenerasi batu apung yaitu asam (HCl) dengan kemampuan hingga 2 kali reuse dengan nilai efisiensi penyisihan dan kapasitas adsorpsi hampir sama dengan nilai adsorpsi awal, sehingga memungkinkan untuk dilakukan reuse selanjutnya. Potensi batu apung Sungai Pasak ini dapat dimanfaatkan dalam pengolahan air tanah maupun air limbah dengan kandungan amonium yang rendah.