Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peranan Masyarakat Dalam Mengembangkan Nilai Kearifan Lokal di Suku Baduy Mas Fierna Janvierna Lusie Putri; Dwi Septipane; Denti Sulistiawati; Kornelia Efriana Mumung
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5466

Abstract

Abstrak Artikel ini bertujuan tentang pengembangan nilai kearifan lokal yang berperan di dalam masyarakat suku Baduy. Sebelum pengetahuan modern terkait tentang pengembangan nilai kearifan lokal, masyarakat Indonesia juga telah mengenal tentang konsep pengembangan nilai kearifan lokal di desa Baduy dalam berbagai hal. Artikel ini menggunakan metode kajian sejarah, dengan menggunakan dan mempelajari suatu peristiwa-peristiwa yang atau kejadian-kejadian yang terjadi di masa lalu dengan berdasarkan jejak-jejak yang di hasilkan melalui beberapa tahap seperti diantaranya, heuristik, interpretasi, kritik, dan historiografi. Sehingga, menjelaskan bagaimana kearifan lokal dapat berperan dalam proses masyarakat setempat, dan juga peranan masyarakat dalam pengembangan nilai kearifan lokal ini sangat penting dalam mengimplementasikan di kehidupan bermasyarakat serta mampu menerapkan berbagai hal kebijakan dalam melestarikan kearifan lokal agar dapat berfungsi dengan baik di dalam masyarakat Baduy tersebut. Masyarakat Baduy, memiliki ciri kekhasan dalam cara pandang dan wawasannya mengenai lingkungan masyarakatnya, yang dimana kearifan lokal lebih luas cakupannya. Kearifan lokal dalam masyarakat sangat beragam dan bervariasi dalam pengetahuan, keterampilan, serta tingkah laku yang di lakukan masyarakat tertentu dalam mengembangkan kearifan lokal. Kata Kunci: Peranan, Masyarakat, Kearifan Lokal, Desa Baduy
Internalisai Nilai-Nilai Demokrasi Dalam Pembelajaran Untuk Membentuk Sikap Partisipatif Peserta Didik Denti Sulistiawati; Kornelia Efriana Mumung
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai-nilai demokrasi dalam pembelajaran untuk membentuk sikap partisipatif siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan meninjau berbagai jurnal, buku, dan penelitian terkait tentang nilai-nilai demokrasi dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai demokrasi dapat dilakukan melalui pembelajaran partisipatif seperti diskusi, kerja kelompok, musyawarah, dan pembelajaran kolaboratif. Proses ini dapat menumbuhkan sikap partisipatif pada siswa, seperti keberanian untuk menyampaikan pendapat, kerja sama, toleransi, dan tanggung jawab. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator dan penggunaan metode pembelajaran demokratis merupakan faktor penting dalam keberhasilan internalisasi nilai-nilai demokrasi. Sebaliknya, pembelajaran yang masih berpusat pada guru dapat menghambat perkembangan sikap demokratis pada siswa. Dengan demikian, internalisasi nilai-nilai demokrasi dalam pembelajaran memainkan peran penting dalam membentuk siswa yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial.
Peranan Masyarakat Dalam Mengembangkan Nilai Kearifan Lokal di Suku Baduy Mas Fierna Janvierna Lusie Putri; Dwi Septipane; Denti Sulistiawati; Kornelia Efriana Mumung
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5466

Abstract

Abstrak Artikel ini bertujuan tentang pengembangan nilai kearifan lokal yang berperan di dalam masyarakat suku Baduy. Sebelum pengetahuan modern terkait tentang pengembangan nilai kearifan lokal, masyarakat Indonesia juga telah mengenal tentang konsep pengembangan nilai kearifan lokal di desa Baduy dalam berbagai hal. Artikel ini menggunakan metode kajian sejarah, dengan menggunakan dan mempelajari suatu peristiwa-peristiwa yang atau kejadian-kejadian yang terjadi di masa lalu dengan berdasarkan jejak-jejak yang di hasilkan melalui beberapa tahap seperti diantaranya, heuristik, interpretasi, kritik, dan historiografi. Sehingga, menjelaskan bagaimana kearifan lokal dapat berperan dalam proses masyarakat setempat, dan juga peranan masyarakat dalam pengembangan nilai kearifan lokal ini sangat penting dalam mengimplementasikan di kehidupan bermasyarakat serta mampu menerapkan berbagai hal kebijakan dalam melestarikan kearifan lokal agar dapat berfungsi dengan baik di dalam masyarakat Baduy tersebut. Masyarakat Baduy, memiliki ciri kekhasan dalam cara pandang dan wawasannya mengenai lingkungan masyarakatnya, yang dimana kearifan lokal lebih luas cakupannya. Kearifan lokal dalam masyarakat sangat beragam dan bervariasi dalam pengetahuan, keterampilan, serta tingkah laku yang di lakukan masyarakat tertentu dalam mengembangkan kearifan lokal. Kata Kunci: Peranan, Masyarakat, Kearifan Lokal, Desa Baduy
Transformasi Literasi Digital Sebagai Sarana Pembentukan Kesadaran Kewarganegaraan di Era Ruang Publik Virtual Kornelia Efriana Mumung; Denti Sulistiawati
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7668

Abstract

The development of digital technology has transformed the way citizens interact, learn, and participate in virtual public spaces. This transformation presents opportunities for strengthening civic values, but also poses challenges in the form of a moral crisis and low media ethics among the younger generation. This study aims to analyze how digital literacy plays a role in fostering civic awareness and how Civic Education (PPKn) education can transform in the digital era. This study used a literature review method by reviewing various scientific sources such as journals, books, and relevant research reports. The results indicate that digital literacy plays a strategic role in developing critical thinking skills, social empathy, and ethical responsibility in cyberspace. The transformation of PPKn education needs to be directed at strengthening teachers' digital competencies, innovating collaborative learning methods, and strengthening educational policies that support the integration of technology and Pancasila values. Thus, digital literacy is not merely a technical skill, but also a moral and social tool for developing intelligent, reflective, and nationally characterized digital citizens.