Alam Ikhsanul Amanah
Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Bahasa Sarkasme Netizen di Media Sosial Andi Saadillah; Andi Haryudi; Muhammad Reskiawan; Alam Ikhsanul Amanah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2367

Abstract

Kebebasan berpendapat masyarakat di media sosial menjadi alasan mengapa penelitian ini dilakukan. Pola ketergantungan bermedia sosial yang kuat memiliki konsekuensi yang menguntungkan dan merugikan. Pada berbagai platform media sosial yang ada, netizen dapat dengan mudah menyebarkan dan mendapatkan informasi dengan cepat. Akibat yang beragam tersebut, dapat dikaitkan dengan pola reaksi yang berbeda-beda dari masing-masing netizen sebagai pengguna media sosial, seperti tumbuhnya sarkasme yang melanggar norma kesantunan berbahasa. Tujuan dari penelitian ini untuk mendekripsikan penggunaan bahasa sarkasme atau ungkapan kasar dalam komunikasi dunia maya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini dari komentar netizen di beberapa platform media sosial seperti Facebook, TikTok, Instagram, dan Youtube. Teknik analisis data dilakukan dengan mengolah data berupa bahasa sarkasme netizen berdasarkan tujuan penelitian, menyajikan data, menganalisa dan menginterpretasikan hasil yang didapatkan dari pengamatan bentuk bahasa sarkasme yang di screenshot pada komentar foto maupun video yang diunggah. Dari hasil penelitian yang didapatkan, bahasa sarkasme masih sering digunakan oleh sebagian netizen sebagai bahan untuk mengejek dan memberikan kata-kata yang pedas kepada orang lain yang mengunggah sesuatu di akun sosial media mereka.
Simbolisme dalam Novel Perempuan di Titik Nol Karya Nawal El Saadawi Alam Ikhsanul Amanah; Samsuddin Samsuddin; Kadirun Kadirun
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.8080

Abstract

Novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi sarat akan simbolisme dalam menyampaikan makna seiring berjalannya cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan simbolisme  dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi. Penelitian ini dilakukan dengan berpijak pada teori Aminuddin yang membagi tiga jenis simbol yaitu blank symbol, natural symbol, dan private symbol. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yaitu menyajikan data dengan kata-kata yang faktual dan interpretasi dalam bentuk deskripsi. Data penelitian berupa simbol berbentuk kata, frasa, dan klausa yang bersumber dari novel  Perempuan di Titik Nol. Data diperoleh dari proses membaca disertai mencatat.  Teknik analisis data menggunakan analisis model Miles dan Huberman, yaitu  pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Perempuan di Titik Nol mengadopsi sejumlah simbol seiring berjalannya cerita. Temuan data yang tergolong dalam blank symbol berjumlah lima data yang berbentuk frasa dan klausa, natural symbol lima data yang berbentuk frasa dan klausa, serta private symbol lima data yang berbentuk kata, frasa, dan klausa. Secara keseluruhan, simbol-simbol ini saling terjalin membentuk jaringan makna yang menegaskan bahwa novel Perempuan di Titik Nol merupakan hasil karya perlawanan. Simbolisme dalam novel ini tidak bersifat netral, melainkan secara aktif mendukung upaya untuk meruntuhkan struktur sosial yang seringkali tidak sejalan dengan pandangan kebanyakan orang. Simbol-simbol tersebut berperan sebagai sarana untuk membangkitkan kesadaran kritis pembaca mengenai realitas ketidakadilan serta krisis kemanusiaan. Oleh karena itu,  penelitan ini memainkan peran penting dalam khazanah ilmu sastra dengan memberikan perspektif ilmiah tentang cara novel mengonstruksi makna yang merujuk pada realitas sosial meggunakan simbol .