Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN KEBUGARAN PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PEMURUS DALAM KOTA BANJARMASIN Megawati Megawati; Rubiati Hipni; Isrowiyatun Daiyah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6: Nopember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i6.6779

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses dari kehidupan seorang wanita, dimana terjadi perubahanperubahan besar dari aspek fisik, mental dan sosialnya. Perubahan tersebut tidak lepas dari adanya faktor-faktor yang memengaruhinya yang dapat berupa faktor fisik, lingkungan, sosial, budaya serta ekonomi. Setiap faktor saling memengaruhi karena saling terkait satu sama lain dan dapat merupakan suatu hubungan sebab akibat. Kelas ibu hamil merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang berkaitan dengan perawatan saat kehamilan. Senam hamil sangat diperlukan oleh setiap ibu hamil, karena senam hamil dapat membuat tubuh yang bugar dan sehat, dan dapat membuat ibu hamil tetap mampu menjalankan aktivitas sehari–hari, sehingga stres akibat rasa cemas menjelang persalinan akan dapat diminimalkan. Salah termasuk senam ibu hamil adalah yoga ibu hamil, yoga ilmu yang menjelaskan kaitan antara fisik, mental, dan spiritual manusia untuk mencapai kesehatan yang menyeluruh, Ibu hamil perlu tetap bergerak aktif guna menjaga kebugaran tubuh, salah satunya dengan melakukan yoga ibu hamil. Berdasarkan permasalahan tersebut maka untuk mengatasinya sebagai solusi dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan kegiatan sebagai berikut: Pelaksanaan prenatal yoga pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin. Adanya komitmen bersama bagi petugas kesehatan dalam melaksanakan prenatal yoga pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin. Kegiatan KIE mengenai upaya peningkatan kebugaran pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin.
EFEKTIVITAS MEDIA AUDIOVISUAL DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN PUS TENTANG METODE KONTRASEPSI IUD DI KAMPUNG KB PUMPUNG KECAMATAN CEMPAKA Rabbiyati, Dewi Nur Azizah, Yuniarti, Megawati
Jurnal_Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Volume 12 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v12i2.190

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) sebagai salah satu dari 4 pilar program intervensi penurunan kematian ibu (maternal) pada save motherhood. Program yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk dapat dilakukan dengan gerakan Keluarga Berencana dan pemakaian alat kontrasepsi secara sukarela kepada PUS. Pumpung sebagai salah satu Kampung KB yang ada di Kota Banjarbaru. Presentase peserta KB aktif di Kota Banjarbaru menurut metode kontrasepsi MKJP sebanyak (16,16) sedangkan metode kontrasepsi Non MKJP sebanyak (86,88). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan dan Minat PUS tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Kampung KB Banjarbaru Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian Quasy Experimental. pretest-posttest control group design menggunakan media audiovisual sedangkan control diberikan leaflet. Sampel minimal untuk intervensi yaitu 40 subjek. 20 subjek diberikan intervensi dengan audiovisual dan 20 subjek diberi leaflet. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Instrument yang digunakan kuesioner. Menggunakan data primer. Teknik analisis yang digunakan adalah t-Test. Pengetahuan PUS tentang alat kontrasepsi IUD sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audiovisual didapatkan selisih rerata sebesar 0,550 dan Pengetahuan PUS tentang alat kontrasepsi IUD sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet didapatkan selisih rerata 1,500. Berdasarkan analisis dapat diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,077, artinya tidak ada perbedaan pengetahuan tentang kontrasepsi IUD antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audiovisual. hasil uji t-test bernilai 0,000. artinya ada perbedaan pengetahuan tentang kontrasepsi IUD antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet. Dapat disimpulkan media leaflet lebih efektif dari media audiovisual . Dalam memberikan pendidikan kesehatan dapat dilakukan dengan menggunakan media audiovisual maupun leaflet. Kata kunci: Pengetahuan, audiovisual, leaflet, KB
PUNICA GRANATUM MENAIKKAN KADAR GLUTATHION PEROXYDASE PADA KULTUR HUVECs YANG DIPAPAR PLASMA PRE EKLAMPSI Januarsih, Januarsih; Fitria Jannatul Laili; Megawati, Megawati
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeclampsia and Eclampsia rank as the number one cause of maternal death in Indonesia Preeclampsia is a syndrome associated with symptoms of vasospasm, increased peripheral vascular resistance and decreased organ perfusion. One of the current etiological theories of preeclampsia is that there is an imbalance between the production of free radicals and the antioxidant defense system that causes oxidative stress, characterized by a decrease in antioxidant activity accompanied by an increase in lipid peroxide levels (oxidants / free radicals). Oxidative stress can be controlled by administering anti-oxidants which are divided into enzymatic and non-enzymatic antioxidants. Enzymatic antioxidants consist of Superoxyd Dismutase (SOD), Glutathione peroxydase (GPx) and Catalase (Cat). Red pomegranate (Punica granatum) contains phytochemicals and is rich in compounds that function as antioxidants, namely polyphenols, tannins and anthocyanins. The purpose of this study was to determine the effect of red pomegranate (Punica granatum) extract on GPx levels in HUVECs cultures exposed to preeclamptic plasma. The research design was a complete randomized experimental design with 5 treatment groups. Red pomegranate extract is able to increase GPx levels because red pomegranate is rich in antioxidants. Red pomegranate (about 50% of the total weight of pomegranate) consists of 80% juice and 20% seeds. The juice itself contains 85% water, 10% sugar and 1.5% pectin, ascorbic acid and flavonoid polyphenols.
Gentle Birth Untuk Persalinan Nyaman Pada Kelas Ibu Hamil Di Polindes Desa Awang Bangkal Rafidah, Rafidah; Isnaniah, Isnaniah; Rohmah, Nur; Januarsih, Januarsih; Megawati, Megawati
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Rakat Sehat: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.624 KB) | DOI: 10.31964/jrs.v2i1.29

Abstract

Childbirth is a natural process experienced by women as one of the life cycles, 90-95% of deliveries should be able to proceed normally vaginally without complications. Based on data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS), anxiety or severe pain in labor was 53.9%. When experiencing excessive anxiety, fear, and anxiety, the body will produce stress hormones in the form of adrenaline and increase pain in labor. It was this paradigm that gave birth to a calm and polite birth method that made use of all natural elements, which was called a gentle birth. Gentle birth is one way to prepare pregnant women during pregnancy. Giving birth with a gentle birth gives pregnant women a sense of security and confidence to use their own abilities and strengths to give birth to babies. The activity begins with a physical examination of pregnant women then provides health education about classes for pregnant women and the gentle birth method. The last activity is evaluation and question and answer about health education that has been given to pregnant women. Through this community service activity, it is hoped that it can increase the knowledge of pregnant women in villages that provide services at the Polindes so that pregnant women can face childbirth comfortably and with minimal trauma and pain.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TRIPLE ELIMINASI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PERAWATAN LASUNG KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2024 Yusnita, Feriyanti; Dewi , Vonny Khrena; Yuniarti, Yuniarti; Megawati, Megawati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i1.10860

Abstract

Triple eliminasi merupakan program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bertujuan mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya melalui deteksi dini menggunakan rapid diagnostic test. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan populasi 256 ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Perawatan Lasung, dan sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 72 responden. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum penyuluhan didominasi kategori kurang (83,3%), sedangkan setelah penyuluhan mayoritas berada pada kategori baik (77,8%), dengan hasil analisis Paired Sample T-test menunjukkan adanya pengaruh signifikan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang triple eliminasi (p-value < 0,05). Penelitian ini merekomendasikan ibu hamil untuk aktif mengikuti penyuluhan, mencari informasi terpercaya, dan melibatkan keluarga dalam mendukung program kesehatan demi meningkatkan kepatuhan terhadap pemeriksaan dan pengobatan The triple elimination program initiated by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia aims to prevent the transmission of HIV, syphilis, and hepatitis B from pregnant women to their babies through early detection using rapid diagnostic tests. This study employed a quasi-experimental design with a population of 256 pregnant women in the working area of UPTD Puskesmas Perawatan Lasung, and a purposive sampling technique was used to select 72 respondents. The results showed that prior to counseling, the majority of pregnant women had a low level of knowledge (83.3%), while after counseling, most were categorized as having a good level of knowledge (77.8%). The Paired Sample T-test analysis revealed a significant effect of counseling on improving pregnant women’s knowledge about the triple elimination program (p-value < 0.05). This study recommends that pregnant women actively participate in counseling sessions, seek credible information, and involve their families in supporting health programs to enhance compliance with screening and treatment