Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Suami pada Program KB Vasektomi di Wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur Yuniarti, Yuniarti; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Zakiah, Zakiah
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.431 KB) | DOI: 10.26630/jk.v6i2.101

Abstract

Tujuan  mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan suami pada program KB vasektomi di Wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur tahun 2014. Metode Penelitian  adalah survey analitik dengan rancangan cross-sectional. Teknik sampling Stratified random sampling, jumlah sampel 100 responden di Wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur. Analisis data dengan uji statistik Chi-Square (α=0,05). Hasil Penelitian 55 responden (55%) ikut serta dalam program KB Vasektomi. 71 responden (71%) berumur ≥35 tahun. 53 responden (53%) mempunyai anak ≥3.50 responden (50%) mempunyai pengalaman yang lalu dalam berkontrasepsi dan 72 responden (72%) mempunyai sikap mendukung terhadap program KB Vasektomi. Ada hubungan antara umur, jumlah anak dan sikap suami dengan keikutsertaan suami dalam program KB Vasektomi serta tidak ada hubungan antara pengalaman lalu dengan keikutsertaan suami dalam program KB Vasektomi di Wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur tahun 2014.Kata kunci: Vasektomi, Umur, Jumlah anak, Pengalaman dengan kontrasepsi lalu, Sikap
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Intan 1 Tahun 2020 fuziarti, eka; isnaniah, isnaniah; yuniarti, yuniarti
Jurnal Skala Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.294 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v11i2.282

Abstract

ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan sampai dengan 6 bln tanpa menambahkan atau mangganti dengan makanan atau minuman lain. Data dari Puskesmas Karang Intan 1 pada tahun 2018 sebanyak 11 bayi (20%) yang mendapat ASI ekslusif dari 78 bayi. Faktor penyebab kegagalan dlm pemberian ASI eksklusif dipengaruhi banyak hal, antara lain efikasi diri, dukungan keluarga. Tujuan adalah untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Karang Intan 1 Tahun 2020. Metode penelitian ini menggunakan rancangan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian seluruh ibu yang memiliki bayi usia ≥6-12 bulan dan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh berjumlah 92 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05%. Hasil didapat dari 92 responden yang tidak memberikan ASI Eksklusif 48 responden (52,2%), ibu yang memiliki efikasi diri tinggi 42 responden (45,7%), ibu yang memiliki dukungan keluarga 47 responden (51,1%), ibu yang memiliki dukungan tenaga kesehatan 53 responden (57,6%). Hasil Uji Chi Square menunjukkkan ada hubungan efikasi diri ibu dengan pemberian ASI Eksklusif nilai ρ 0,000 (ρ < α 0,05), ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI Eksklusif nilai ρ 0,012 (ρ < α 0,05), ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif nilai ρ 0,000 (ρ < α 0,05). Kesimpulan ada hubungan efikasi diri ibu, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Intan I Tahun 2020. Kata Kunci: Pemberian ASI Eksklusif, efikasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN MINUM TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MA DARUL IMAD KECAMATAN TATAH MAKMUR KABUPATEN BANJAR Yuniarti, Yuniarti; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Tunggal, Tri
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i1.2707

Abstract

Abstrak Remajaputrimerupakansalahsatukelompok yang rawanmenderita anemia. Di Indonesia, prevalensi anemia masihcukuptinggi. Penyebabutama anemia gizipadaremajaputriadalahkarenakurangnyaasupanzatgizimelaluimakanan, sementarakebutuhanzatbesirelatiftinggiuntukkebutuhandanmenstruasi.PenelitianinimerupakanpenelitianSurveyanalitikdenganpendekatankuantitatif.Rancangan yang digunakanadalahCross Sectional.PenelitianinimencobamengetahuiApakah ada hubungan antara kepatuhan minum tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja Putri di MA DarulImadKecamatanTatahMakmurKabupatenBanjarTahun 2013.Populasi adalah seluruh remaja putri yang mengalami anemia di  MA Darul Imad Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Tahun 2013 berjumlah 97 orang. Sampel adalah seluruh remaja putri kelas  IX dan telah diberikan Tablet Feselama 6 minggu berjumlah 49 orang.Hasilpenelitiandidapatkanbahwa responden yang mengalami anemia sebanyak 20 orang (40,8%) dan sebanyak 20orang (40,8%) tidakpatuh mengkonsumsi tablet besi 1 kali sehari selama 6 minggu.Hasilujichi squaredidapatkanadahubunganantarakepatuhanminum tablet besidengankejadian anemia di  MA Darul Imad Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Tahun 2013.Perlunyameningkatkanpengetahuanremajaputritentang anemia danmanfaat tablet Fe yandibagikan agar anemia padaremajaputridapatdiatasidenganbaik. Kata-kataKunci: tablet Fe dankejadian anemia  Abstract Female teenaer is one of the group who prone to suffer from anemia. In Indonesia, anemia prevalence is still high. The main causes of nutritional anemia at female teenager because lack of nutrient intake through food, while the iron is relatively high for needs and menstruation.This research is analytic survey research with quantitative approach and used cross sectional design. This research is trying to find out the correlation between obedience of female teenager is consumption of fe tablet with incidence of Anemia in Islamic Senior High School DarulImadTatahMakmur District Banjar Regency on 2013.The population was all female teenager who have been anemia in Islamic Senior High School DarulImadTatahMakmur District Banjar Regency on 2013 as many as 97 people. The sample was all of female teenaer grade IX and have administered Fe tablets for 6 weeks as many as 49 people.The result showed that respondents who are anemic as many as 20 people (40,8 %) and as many as 20 people (40,8%) disobedient taking iron tablets (Fe tablets) once a day for 6 weeks. Chi square test result obtained that there was a correlation between obedience in consume Fe tablets with incidence of anemia in islamic Senior High School Darulimad Tanah Makmur District banjar regency on 2013.The need to increase the knowledge of Female teenager about anemia and benefits Fe tablets were distributed so that anemia in feemale teenager can be overcome with good. Keywords: Fe tablet, and incidence of Anemia.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK SD KHAIRU UMMAH TENTANG PHBS DALAM MENYONGSONG ERA NEW NORMAL BANJARBARU 2021 ISROWIYATUN D; ZAKIAH ZAKIAH; YUNIARTI YUNIARTI; RUSMILAWATY RUSMILAWATY; H.M. MUCHTAR
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v1i2.935

Abstract

To ensure that children remain safe, parents and schools must remind children to apply health protocols and make various preparations. Therefore, this activity was carried out by a team of midwifery lecturers and involved students, and the school, because Khairu Ummah Elementary School had already conducted face-to-face learning, it was important to facilitate children's knowledge and awareness in implementing health protocols, providing correct hand washing skills, motivating maintaining fitness by exercise together in an effort to promote and prevent transmission during the Covid-19 pandemic. The purpose of this activity is to increase children's knowledge and awareness in implementing health protocols (3M), to practice proper hand washing, and to improve children's fitness and health by doing gymnastics together. After the activity is carried out, it is hoped that it will provide benefits for children and the school. The target of community service activities for Khoiru Ummah Elementary School children is 37 people. The implementation method is counseling and practice, in collaboration and coordination with the Khoiru Ummah school. As a result, the leadership of the Khairu Ummah Foundation along with all teachers and students are very enthusiastic about welcoming this activity because it is very sustainable with prevention and refreshment efforts that can be used as habits and needs in carrying out the New Normal Era, especially in the implementation of offline learning activities (face-to-face meetings) by all Khairu Ummah student ABSTRAKUntuk memastikan anak tetap aman, orangtua dan pihak sekolah wajib mengingatkan anak untuk menerapkan protokol kesehatan dan melakukan berbagai persiapan. Oleh karena itu dilaksanakanlah kegiatan ini oleh tim dosen kebidanan dan melibatkan mahasiswa, dan pihak Sekolah, dikarenakan SD Khairu Ummah sudah melakukan pembelajaran tatap muka maka penting difasilitasinya pengetahuan dan kesadaran anak dalam menerapkan protokol kesehatan, memberikan keterampilan cuci tangan yang benar, memotivasi menjaga kebugaran dengan senam bersama dalam upaya promosi dan preventif penularan dimasa pandemi Covid-19. Tujuan kegiatan ini adalah untuk Meningkatan pengetahuan dan kesadaran anak dalam menerapkan protocol kesehatan (3M), Mempraktikkan cuci tangan yang benar, serta Meningkatkan kebugaran dan kesehatan anak dengan senam bersama. Setelah kegiatan dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi anak dan pihak sekolah. Sasaran kegiatan pengabdian kepada anak Sekolah Dasar Khoiru Ummah berjumlah 37 orang. Metode pelaksanaan adalah penyuluhan dan praktik, bekerjasama dan koordinasi dengan pihak sekolah Khoiru Ummah. Hasilnya Pimpinan Yayasan Khairu Ummah beserta seluruh guru dan siswa sangat antusias menyambut kegiatan ini karena sangat berkesinambungan dengan upaya pencegahan dan penyegaran yang dapat dijadikan kebiasaan dan kebutuhan dalam menjalankan Era New Normal, terutama dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang bersifat Luring (Pertemuan tatap muka) oleh seluruh siswa Khairu Ummah
EFEK SUPLEMENTASI TABLET Fe + VITAMIN C DAN OBAT CACING TERHADAP PERUBAHAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA REMAJA YANG MENGALAMI ANEMIA DI MA DARUL IMAD KECAMATAN TATAH MAKMUR KABUPATEN BANJAR TAHUN 2013 Mukhtar Mukhtar; Rusmilawaty Rusmilawaty; Yuniarti Yuniarti
Jurnal Skala Kesehatan Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.607 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v5i1.6

Abstract

Remaja putri mudah terserang anemia karena lebih banyak mengkonsumsi makanan nabati yang kandungan zat besinya sedikit, dibandingkan dengan makanan hewani, sehingga kebutuhan zat besi tidak terpenuhi. Remaja purti biasanya ingin tampil langsing sehingga membatasi asupan makanan. Setiap hari manusia kehilangan zat besi 0,6 mg yang diekskresi, khususnya melalui feses (tinja). Remaja putri mengalami haid tiap bulan, dimana kehilangan zat besi 1,3 mg perhari, sehingga kebutuhan zat besi lebih banyak daripada pria.Penelitian ini bertujuan mengetahui efek suplementasi tablet fe + vitamin c dan obat cacing terhadap perubahan kadar haemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di MA Darul Imad Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar tahun 2013.Rancangan penelitian ini adalah Quasi eksprimen untuk melihat efek suplementasi tablet Fe + vitamin C dan obat cacing terhadap perubahan kadar haemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia. Populasi penelitian adalah remaja putri yang mengalami anemia di MA Darul Imad Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Tahun 2012. Sampel berjumlah 50 orang dan dibagi dalam 2 kelompok perlakuan (kelompok suplemen tablet Fe + vitamin C dan kelompok suplemen tablet Fe + obat cacing). Analisa menggunakan uji statistik t Test dan paired independent sampel t testHasil ditemukan adanya perbedaan kadar haemoglobin pada kelompok perlakuan I ( Fe dan Vit C), p = 0,032 dan tidak ada perbedaan rata-rata kadar haemoglobin pada pelakuan II ( Fe dan obat cacing), p = 0,525. Kelompok perlakuan I mengalami peningkatan kadar Hb sebesar 0,5 gr/dl sedangkan pada kelompok perlakuan II mengalami peningkatan kadar Hb sebesar 0,2 gr/dl.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI KECAMATAN SUNGAI TABUK TAHUN 2017 zakiah zakiah; yuniarti yuniarti
Jurnal Skala Kesehatan Vol 11 No 1 (2020): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.547 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v11i1.232

Abstract

Kematian ibu bersalin sangat erat kaitannya dengan penolong persalinan, sehingga salah satu upaya penurunan angka kematian ibu dapat dilakukan melalui upaya kesehatan ibu yaitu pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Namun masih ditemukan kelahiran yang ditolong oleh dukun bayi melalui cara tradisional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan di Kecamatan Sungai Tabuk tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian adalah semua ibu bersalin di Kecamatan Sungai Tabuk pada bulan Maret-Juli 2017. Sampel adalah ibu bersalin bulan Maret-Juli 2017 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 180 responden dengan proporsional simple randem sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil: diperoleh 152 (84,4%) responden yang memilih fasilitas kesehatan sebagai tempat persalinan, 157 responden (87,2%) umur tidak berisiko, 162 responden (90%) paritas rendah, 99 responden (55%) jarak dekat dengan fasilitas kesehatan, 112 responden (62,2%) dengan pendapatan keluarga yang rendah. Ada hubungan yang bermakna antara jarak dengan pemilihan penolong persalinan (p=0,000) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara umur (p=0,212), paritas (p=0,100) dan pendapatan keluarga (p=0,378) dengan pemilihan penolong persalinan. Kesimpulan: faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan pemilihan penolong persalinan adalah jarak ke fasiitas kesehatan. Kata Kunci: pemilihan penolong persalinan, umur, paritas, jarak ke faslirtas kesehatan, pendapatan keluarga
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Intan 1 Tahun 2020 eka fuziarti; isnaniah isnaniah; yuniarti yuniarti
Jurnal Skala Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.294 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v11i2.282

Abstract

ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan sampai dengan 6 bln tanpa menambahkan atau mangganti dengan makanan atau minuman lain. Data dari Puskesmas Karang Intan 1 pada tahun 2018 sebanyak 11 bayi (20%) yang mendapat ASI ekslusif dari 78 bayi. Faktor penyebab kegagalan dlm pemberian ASI eksklusif dipengaruhi banyak hal, antara lain efikasi diri, dukungan keluarga. Tujuan adalah untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Karang Intan 1 Tahun 2020. Metode penelitian ini menggunakan rancangan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian seluruh ibu yang memiliki bayi usia ≥6-12 bulan dan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh berjumlah 92 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05%. Hasil didapat dari 92 responden yang tidak memberikan ASI Eksklusif 48 responden (52,2%), ibu yang memiliki efikasi diri tinggi 42 responden (45,7%), ibu yang memiliki dukungan keluarga 47 responden (51,1%), ibu yang memiliki dukungan tenaga kesehatan 53 responden (57,6%). Hasil Uji Chi Square menunjukkkan ada hubungan efikasi diri ibu dengan pemberian ASI Eksklusif nilai ρ 0,000 (ρ < α 0,05), ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI Eksklusif nilai ρ 0,012 (ρ < α 0,05), ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif nilai ρ 0,000 (ρ < α 0,05). Kesimpulan ada hubungan efikasi diri ibu, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Intan I Tahun 2020. Kata Kunci: Pemberian ASI Eksklusif, efikasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan
ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Yuniarti Yuniarti; Zakiah Zakiah
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 7: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i7.1105

Abstract

The teenage girls is a group to suffering from anemia. Anemia are public health problems, prevalensinya is still high especially in teenagers girls in the world of 30.2 percent, 45.7 percent in South Eastern Asia (WHO, 2008). City Banjarbaru including district with prevalence of anemia in teenagers higher than prevalence of South Kalimantan.The purpose of this research is to know factors that deals with anemia in teenage girls in Banjarbaru city 2018. The design of this study is descriptive analytic with cross sectional used a quantitative approach. The research variable is teenage knowledge, body image, drinking tea regulary, menstruation period, meal frequency, consumption supplements, mothers education, family size, family income, and anemia in teenage girls. This study conducted in Cempaka districts Banjarbaru city. The population in this study was teenage girls that studied in Junior High School Cempaka districts Banjarbaru city. Used clusters sampling with 115 respondents. Analysis bivariat used chi square and multivariate analysis with logistic regression test. There was a the relation between body image, consumption supplement with anemia in teenagers girls in banjarbaru city, there was no relation between knowledge, drinking tea regulary, menstrual period, meals frequency, mother education, family size and family income by anemia with anemia in teenagers girls in banjarbaru city
Hubungan Derajat Insomnia Dengan Pemenuhan Kebutuhan Activity Of Daily Living Pada Lansia Di Panti Sosial Budi Sejahtera Banjarbaru 2019 Yosra Sigit Pramono; Yuniarti Yuniarti; Luciana Anggraini
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.473 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.522

Abstract

Latar belakang: Pada lansia sudah mulai terjadi penurunan degenarasi sel yang menyebabkan berbagai macam gangguan salah satunya gangguan pola istirahat dan tidur. Salah satu gangguan tidur yang paling banyak dialami terutama oleh lansia adalah insomnia. Insomnia adalah kesulitan untuk tidur, kesulitan untuk tetap tidur atau tidur tidak nyenyak. Insomnia memiliki berbagai macam dampak yang dapat menyebabkan kekurangan energi dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Penilaian tingkat derajat insomnia dan pemenuhan aktifitas sehari-hari pada lansia diharapkan dapat mempermudah untuk melaksanakan intervensi keperawatan yang tepat.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat derajat insomnia dengan pemenuhan kebutuhan activity of daily livingpada lansia di panti sosial tresna werdha budi sejahtera BanjarbaruMetode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional, sampel adalahlansia yang mengalami gangguan tidur yaitu insomnia di PSTW Budi Sejahtera Banjarbaru, yang diambil dengan metodepurposive sampling. Data dianalisis menggunakan ujiSpearmanRank.Hasil: Hasil penelitian didapatkan tingkat derajat insomnia lansia adalah ringan (14,3%), sedang (45,7%), berat (40%). Responden yang mengalami ketergantungan (5,7%), sangat ketergantungan (5,7%), ketergantungan berat (22,9%), ketergantungan ringan (17%), dan mandiri (17,1%). Terdapat korelasi yang bermakna antara tingkat derajat insomnia dengan activiy of daily living dan kekuatan hubungan kuat.Kata kunci: Activiy of Daily Living,Insomnia,Lansia Background: The population of the elderly in the world is increasing year by year. As people age, the total time of sleep needs decrease.  In the elderly have begun to decrease cell degeneration which causes various kinds of disorders, one of which is a disturbance of rest and sleep patterns. One of the most common sleep disorders experienced by the elderly is insomnia. Insomnia is difficulty sleeping, difficulty staying asleep or sleeping badly. Insomnia has a variety of effects that can cause a lack of energy in carrying out daily activities, especially in the elderly. Objective: to knowing the correlation of degree of insomnia levels with activity of daily living for the eldery at pstw budi sejahtera institutionMethod: The research method used analytical research design with cross sectional approach, the sample was elderly who experience sleep disorders, especially insomnia at the PSTW Budi Sejahtera Banjarbaru, with total of 35 people. The sample is taken by purposive sampling method. Data were analyzed using the Spearman-Rank test.Result: The results showed that the degree of insomnia of the elderly was mild (14.3%), moderate (45.7%), severe (40%). Respondents were dependent (5.7%), very dependent (5.7%), heavy dependence (22.9%), mild dependence (17%), and independent (17.1%). There is a significant correlation between the degree of insomnia and activiy of daily living and the strength of strong correlations. Keywords: Activity of Daily Living, Insomnia,  The Eldery.
RISIKO KEHAMILAN REMAJA DI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2022 Rafidah Rafidah; Yuniarti Yuniarti; Erni Yuliastuti; Hapisah Hapisah
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 11: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i11.2564

Abstract

Kehamilan pada usia remaja cenderung mengalami beberapa permasalahan dalam kehamilannya. Beberapa permasalahan yang mungkin terjadi seperti mengalami kenaikan berat badan yang berlebihan, persalinan lama, toksemia gravidarum, seksio caesaria, laserasi serviks, persalinan prematur dan bayi yang dilahirkan mempunyai berat di bawah 2.501 gram. Hal tersebut mungkin berhubungan dengan masalah gizi. Risiko kematian kehamilan remaja meningkat saat hamil dan bersalin 5 kali lipat pada usia 10-14 tahun dan 2 kali lipat pada usia 15-19 tahun (Badan Pusat Statistik, 2020). Berdasarkan data dari Susenas tahun 2018, sebesar 14,61% remaja perempuan di Indonesia yang memiliki usia kurang dari 20 tahun melahirkan bayi dengan kondisi BBLR. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pada persentase perempuan dengan usia lebih dari 20 tahun yang melahirkan bayi BBLR (12,43%). Penelitian bertujuan menganalisis risiko apa saja pada outcome kehamilan remaja di Kalimantan Selatan tahun 2022. Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian seluruh ibu hamil yang telah melahirkan dari 1 Januari sampai dengan 30 Agustus 2021 di Propinsi Kalimantan Selatan pada 6 Kabupaten / Kota yaitu Balangan, Hulu Sungai Tengah, Tapin, Banjar, Banjarbaru dan Banjarmasin. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara BBLR dengan kehamilan remaja nilai p value 0,5. Dengan OR 1,3 artinya risiko BBLR pada kehamilan remaja 1,3, tidak ada hubungan antara asfiksia dengan kehamilan remaja nilai p value 0,07. Dengan OR 1,3 artinya risiko asfiksia pada kehamilan remaja 1,2 . ada hubungan antara kelainan kongenital dengan kehamilan remaja nilai p value 0,023. Dengan OR 10,2 artinya risiko kelainan kongenital pada kehamilan remaja 10,2