Nanang Arisona
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ragam Dan Makna Kinesik Dalam Pertunjukan Kintir Sutradara Ibed Surgana Yuga Nanang Arisona; Surya Farid Sathotho
Dance and Theatre Review Vol 6, No 1: May 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v6i1.7925

Abstract

Penelitian tentang aspek kinesik ini bertujuan untuk mengkaji ragam gerak dan maknanya dalam pertunjukan Kintir oleh Kelompok Seni Teku Yogyakarta. Analisis ragam gerak meliputi gaya gerak dan gesture para tokoh. Analisis makna gerak meliputi analisis gerak ilustrasi,  bahasa isyarat, ekspresi emosi, dan ekspresi karakter gerak. Analisis ragam gerak dilakukan dengan melakukan identifikasi terhadap bentuk, gaya, dan motif gerak yang dilakukan para pemain. Sedangkan analisis semiotik digunakan untuk menemukan makna kelindan gerak sepanjang pertunjukan berlangsung dengan mengambil segmentasi kinesik yang terdapat dalam tiga belas sistem tanda yang digagas Tedeus Kowzan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tiga ragam gerak yang memiliki perbedaan karakteristik, yaitu gerak realisik, gerak stilistik, dan gerak ikonik. Adapun analisis makna sistem kinesik menghasikan representasi tentang keagungan, keambiguan sikap, dan kekerasan terhadap anak-anak. Kata Kunci: Ragam, makna, kinesik, Kintir,
Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak Surya Farid Sathotho; Nur Sahid; Nanang Arisona; Deddy Setyawan; Eli Irawati; Surya Dandes
PANGGUNG Vol 36 No 3 (2026): Reimagining Arts and Culture: Tradition, Innovation, and Social Transformation
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v36i3.4632

Abstract

This study investigates mandiek anak, a distinctive marriage ritual of the Langgam Saripado community in Nagari Salareh Aia, West Sumatra, as a medium of cultural transmission. Employing a qualitative ethnographic approach, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The analysis applies the concept of cultural performance to examine how the ritual preserves and communicates Minangkabau cultural values. The findings indicate that mandiek anak functions not only as a ceremonial tradition; it also serves as a performative mechanism for transmitting knowledge of the matrilineal system, customary leadership, oral literature, ritual performances, and traditional food practices. The active involvement of traditional leaders, bako, and the wider community ensure the continuity of these cultural values across generations. The study concludes that mandiek anak remains an essential cultural institution that strengthens community identity while contributing to the preservation and sustainability of Minangkabau intangible cultural heritage.