Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Lingkungan Keluarga dalam Perkembangan Kognitif Anak di SD Negeri 160 Palembang Mardiah Astuti; Mutyati Mutyati; Tentri Wulandari; Ayu Fatmawati; Meilani Aliya Sakinah; Latifa Tuzzakiyah; Ibrahim Ibrahim
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 4 No. 3 (2023): Indo-MathEdu Intellectuals Journal (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v4i3.346

Abstract

This research is related to the role of the family environment in the cognitive development of children at Public Elementary School 160 in Palembang. The type of research is qualitative with a descriptive approach. The data collection methods used include interviews, observations, documentation, and discussions. Data analysis techniques involve data collection, data presentation, and data verification. Based on the analysis, it was found that the role of the family environment in supporting children's educational development has been well executed. The family plays the primary role as the first environment where children grow and learn, and it has a significant influence on shaping children's educational development. However, it is important to remember that a child's education in the family environment is not solely the responsibility of parents but involves the participation of all family members, including grandparents, siblings, and other family members. Cognitive development in children plays a crucial role as it forms the foundation for learning abilities, interaction with the environment, and academic and intellectual achievements. There are differences in cognitive development between boys and girls, where boys may be less active than girls, but this does not rule out the possibility that boys may have different ways of understanding the material
Peran Islam dalam Membangun Identitas Sosial dan Budaya Melayu Aisyah Sina Dewi; Jihan Alfi; Meilani Aliya Sakinah; Shevia Indriani; Maryamah
Jurnal Cakrawala Akademika Vol. 1 No. 4 (2024): Edisi November - Desember
Publisher : PT. Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70182/JCA.v1i4.23

Abstract

Agama ini bertujuan untuk mencapai kedamaian rohani dan kesejahteraan jasmani. Dan untuk mencapai kedua ini harus diikuti dengan syarat yaitu percaya dengan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Identitas merupakan tampilan yang terlihat, melekat pada diri individu. Ketika Islam sebagai suatu ajaran dipakaikan kepada diri individu, terlahir akulturasi budaya. Ada toleransi yang mudah didapatkan, sehingga rigiditas memungkinkan untuk dihindari. Itu sangat ideal dalam tataran teori. Namun dalam tataran praktek sosial kemasyarakatan, tidak mudah didapatkan. Sentimen-sentimen negatif sering kali terlontar, ketika satu komunitas menemukan satu individu yang berbeda secara "penampakan", sehingga penghakiman sering kali prematur, yang pada akhirnya hanya menjadi pemakluman salah kaprah. Kebudayaan melayu merupakan suatu kebudayaan besar yang pernah berjaya di Nusantara. Jauh sebelum kehadiran kolonialisasi bangsa-bangsa eropa di Nusantara. Kebudayaan melayu telah ada dan hidup di daerah-daerah pesisir (perairan) yang juga merupakan jalur strategis transportasi dan jalur perniagaan internasional yang penting pada masanya. Identitas sosial adalah bagian dari diri seseorang yang terbentuk berdasarkan keterikatan atau afiliasi dengan kelompok sosial tertentu. Identitas ini meliputi aspek-aspek seperti suku, agama, pekerjaan, gender, hobi, bahkan hingga preferensi budaya seperti musik atau olahraga. Dengan kata lain, identitas sosial adalah cara seseorang memandang dirinya sendiri dalam konteks kelompok-kelompok yang ada di sekitarnya. Setiap individu biasanya memiliki beberapa identitas sosial yang bersifat dinamis dan bisa berubah seiring waktu. Budaya suku Melayu merupakan perpaduan yang kaya dari berbagai pengaruh budaya yang datang dari berbagai bangsa. Salah satu unsur budaya yang paling khas dari suku Melayu adalah seni musik dan tari, yang sering dikaitkan dengan kehidupan masyarakat agraris dan nelayan. Alat musik tradisional seperti gamelan, rebana, dan angklung sering digunakan dalam berbagai upacara adat dan pertunjukan seni di masyarakat Melayu.