Desty Aulia Putrantri
Politeknik Negeri Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Efektivitas Poc Berbasis Limbah Rumah Tangga Pengganti Ab-Mix Dalam Budidaya Pakcoy Hidroponik Desty Aulia Putrantri; Mustika Adzania Lestari; Annisa Fitri; Reza Zulfahmi; Desryan Irawan
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v26i1.4795

Abstract

One environmentally friendly solution for managing household organic waste is converting it into Liquid Organic Fertilizer (LOF), which contains essential nutrients for plant growth. LOF not only improves soil fertility but also has the potential to serve as an alternative nutrient source in hydroponic systems, which are increasingly popular in urban agriculture. Since chemical fertilizers such as AB-Mix are relatively expensive, LOF offers a more economical and sustainable option, although its effectiveness and optimal concentration still require further evaluation. The objectives of this study were: (1) to determine the effect of household-waste-based LOF application on the growth of pak choi in a hydroponic system, (2) to determine the optimal concentration of household-waste-based LOF for pak choi growth in a hydroponic system, and (3) to evaluate the effectiveness of household-waste-based LOF as a substitute nutrient solution for pak choi growth in hydroponics. The research was arranged in a completely randomized design with four treatments, namely P0 = 100% AB-Mix (5 ml/L AB-Mix); P1 = 50% AB-Mix + LOF (2.5 ml/L AB-Mix + 5 ml/L LOF); P2 = 25% AB-Mix + LOF (1.25 ml/L AB-Mix + 5 ml/L LOF); and P3 = LOF (5 ml/L LOF). The observed variables included plant height, number of leaves, leaf greenness, fresh shoot weight, and fresh root weight. Based on the 5% Duncan test, the treatments showed significant differences in all observed variables. Treatment P0 produced the best response and was significantly different from the other treatments. Treatment P1 resulted in higher growth than P2 and P3, although statistically it was still significantly different from P0. Nevertheless, P1 demonstrated the ability to substitute AB-Mix nutrients by up to 50%.
Analisis Usaha Tani Tanaman Jagung Manis Berbasis Biosaka Ailsa Azalia; Desty Aulia Putrantri; Reza Zulfahmi
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 8 No 2 (2023): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v8i2.1255

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang berpengaruh besar dalam perkembangan perekonomian Indonesia sebagai sumber devisa negara yang kebutuhannya terus meningkat seiring perkembangan teknologi inovasi produk pangan. Kendala utama yang dihadapi petani jagung manis saat ini ialah kesulitan dalam memperoleh pupuk terutama pupuk bersubsidi sehingga petani diharuskan membeli pupuk non subsidi yang harganya lebih mahal. Hal ini disebakan karena pemerintah mengeluarkan kebijakan baru dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Pada pertengahan tahun 2022, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah melakukan pembaharuan kebijakan alokasi pupuk bersubsidi. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penerapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Biosaka merupakan salah satu alternatif bagi petani untuk menekan biaya produksi serta meningkatkan keuntungan budidaya tanaman jagung. Terlimpahnya bahan baku pembuatan biosaka sangat berpotensi untuk dikembangkan aplikasi biosaka untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia sintetik dalam mendukung kemandirian pangan. Pada penelitian ini dilakukan uji efesiensi usaha tani tanaman jagung manis menggunakan biosaka sebagai pupuk alami yang mampu menurunkan penggunaan pupuk sintetis dengan tujuan untuk menurunkan biaya produksi. Penelitian ini membandingkan efesiensi produksi biaya produksi tanaman jagung manis dengan biosaka dan tanpa biosaka. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan biosaka sebagai elisitor lebih unggul. Hal ini terbukti bahwa dari segi penekanan biaya produksi lebih murah dibandingkan menggunakan NPK 300. Nilai efisiensi usaha tani pada budidaya tanaman jagung manis menggunakan biosaka dan NPK 150 lebih besar yaitu sebesar 2,37 sedangkan nilai efesiensi menggunakan NPK 300 sebesar 2,16.