Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tim Pengembang Konten Pendidikan dan Pembelajaran (TPKPP) Sebagai Katalis Inovasi Pendidikan Yuli Bangun Nursanti; Zain Nadaa Nisriina; Retno Puspito Rini
Epistema Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v4i2.55146

Abstract

Harapan agar dunia pendidikan tetap relevan dengan perubahan zaman dan pesatnya perkembangan teknologi nyatanya masih memerlukan kerja keras untuk merealisasikannya, seperti fakta yang ditemukan peneliti di lapangan yaitu bahwa sebanyak 67,9% guru SD, 73,2% guru SMP di lingkungan Kabupaten Wonogiri menyatakan bahwa mereka hanya ‘sekedar bisa’ ketika dikonfirmasi mengenai kemampuan mereka dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya mengoperasikan laptop atau komputer untuk pembuatan bahan ajar. Metode penelitian yang digunakan yaitu action research dan melibatkan sebanyak 2.599 orang guru SD dan 1.484 orang guru SMP. Program inovasi tersebut diantaranya adalah Pembentukan Tim Pengembang Konten Pendidikan dan Pembelajaran (TPKPP), Deploy Microsoft 365, Implementasi Microsoft 365, dan Piloting Sekolah Digital. Dari berbagai program inovasi tersebut, peneliti kemudian melakukan prestest yang kemudian di dapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pada kuantitas guru yang “mahir” kemampuan IT nya, khususnya dalam mengoperasikan computer/laptop, yaitu 13,90% menjadi 45,90% pada guru SD dan 16,70% menjadi 42,80% pada guru SMP.
Pendampingan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Deep Learning: Mendorong Adaptabilitas Guru untuk Mengembangkan Mathematical Thinking Siswa Imam Sujadi; Arum Nur Wulandari; Ira Kurniawati; Yuli Bangun Nursanti; Riki Andriatna
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21831

Abstract

Pendidikan di Indonesia bersifat dinamis dan memerlukan peningkatan kualitas secara berkesinambungan. Peningkatan kualitas tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan potensi siswa, sehingga menciptakan individu yang cerdas, mandiri, dan kompetitif. Ini menjadi tantangan bagi guru untuk dapat adaptif terhadap perubahan serta melakukan inovasi untuk mencapai tujuan tersebut. Kecendurungan siswa yang masih mengandalkan hafalan juga menyebabkan pemahamannya kurang mendalam dan kemampuannya dalam memecahkan masalah rendah. Oleh karena itu diperlukan upaya pengembangan mathematical thinking sebagai guiding force dalam pemecahan masalah. Deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara mendalam, dalam cakupan materi yang lebih sempit sehingga dapat mendukung pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Dengan tiga prinsip tersebut deep learning dapat digunakan sebagai pendekatan untuk mengembangkan mathematical thinking siswa. Namun demikian belum banyak guru yang memiliki bekal pengetahuan serta keterampilan untuk menerapkannya, khususnya pada pembelajaran matematika. Oleh karena itu, Research Group Dikdasmen UNS bekerjasama dengan MGMP Matematika SMP Kota Surakarta melaksanakan pendampingan dengan tujuan untuk meningkatkan adaptabilitas guru untuk mengembangkan mathematical thinking  siswa dengan penerapan pendekatan deep learning. Pendampingan dilaksanakan melalui empat tahapan yaitu brainstorming terkait pendekatan deep learning dan implementasinya pada pembelajaran matematika, penyusunan desain pembelajaran, diskusi mengenai implementasi desain pembelajaran, dan refleksi. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa guru sudah mampu mendesain dan mengimplementasikan pendekatan deep learning dengan cukup baik. Guru menyatakan bahwa pendekatan deep learning meningkatkan ketertarikan belajar serta pemahaman siswa. Namun demikian guru masih menemui hambatan antara lain keterbatasan waktu, perbedaan kecepatan belajar siswa, serta referensi untuk modul ajar yang terbatas.