Penularan skabies yang disebabkan oleh tungau betina Sarcoptes scabei var. hominis, dapat terjadi karena kontak langsung atau tidak langsung dengan kulit penderita. Faktor risiko penyebab skabies yaitu sosial ekonomi, usia penderita, jenis kelamin, personal hygiene, sanitasi lingkungan, budaya, dan manajemen pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian skabies serta perbedaan personal hygiene dan sanitasi lingkungan antara laki-laki dengan perempuan di Desa Kebun Kelapa, Kec. Secanggang Kab. Langkat.. Jenis penelitian adalah kuantitatif observasional menggunakan studi survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan total sampel 31 orang. Penelitian menggunakan instumen berupa tes dalam bentuk kusoiner yang berisikan soal-soal yang mengenai Hubungan Personal Hygiene dan Saintasi Lingkungan dengan Kejadian Scabies. Instrumen tes diberikan kepada warga Desa Kebun Kelapa, Kec. Secanggang Kab. Langkat. Analisis menggunakan analisis distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi Square dan Mann-Whitney Test dengan p-value kurang dari 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara subvariabel personal hygiene yang meliputi: kebersihan kulit, penggunaan antiseptik, kebersihan pakaian dan alat solat, kebersihan handuk, kebersihan tangan dan kuku, kebersihan tempat tidur, dan kebersihan genitalia, dengan kejadian skabies. Sub-variabel sanitasi lingkungan meliputi pencahayaan dan kebersihan air, berhubungan secara signifikan dengan kejadian skabies. Serta terdapat perbedaan yang signifikan personal hygiene dan sanitasi lingkungan antara laki-laki dengan perempuan yang bisa mempengaruhi kejadian skabies di Desa Kebun Kelapa, Kec. Secanggang Kab. Langkat.