Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Tunjangan Pegawai TKAD Dan Prosedur Kerja Terhadap Kinerja Pegawai TKAD Di PT. Bank Sumut Pusat Medan Muhammad Iqbal Muadz Hutahean; Dian Purnama Sari; Siti Wardah Pratidina
Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 11 No. 3 (2023): Oktober
Publisher : Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tunjangan dan prosedur kerja baik secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja Pegawai TKAD di PT. Bank Sumut Pusat Medan dan seberapa besar persentasenya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan beberapa uji yakni reliability analysis, uji penyimpangan asumsi klasik dan regression linier. Berdasarkan hasil regresi data primer yang diolah dengan menggunakan SPSS 20, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 5,040 + 0,332 X1 + 0,526 X2 + e. Secara parsial, variabel tunjangan (X1) memiliki pengaruh yaang signifikan terhadap kinerja pegawai TKAD, terbukti dari nilai t hitung > t tabel (5,743 > 1,994). Variabel prosedur kerja (X­2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai TKAD, terbukti dari nilai t hitung > t tabel (3,260 > 1,994). Secara simultan, variabel tunjangan (X1) dan prosedur kerja (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai TKAD. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai F hitung > F tabel (24,702 > 3,13). Variabel tunjangan (X1) dan prosedur kerja (X2) mampu memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel keputusan pembelian sebesar 41,7% sedangkan sisanya sebesar 58,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dari kesimpulan di atas, penulis memberikan saran melihat kurang tingginya persentase pengaruh variabel tunjangan dan prosedur kerja terhadap kinerja pegawai TKAD maka pihak perusahaan harus lebih menggencarkan program untuk menunjang profesionalitas pegawai TKAD agar prosedur kerja pegawai TKAD ikut meningkat dan pegawai TKAD yang memiliki profesionalitas yang baik layak diberikan tunjangan. Diharapkan ada penelitian yang mendalam di masa yang akan datang yang dilakukan peneliti-peneliti lainnya mengenai variabel tunjangan dan prosedur kerja terhadap kinerja.
Pengaruh Fasilitas Kerja Dan Gaji Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Pt. Medan Distribusindo Raya (Mdr)Di Kota Medan Dianto Dianto; Hablil Ikhwana; Siti Wardah Pratidina
Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 11 No. 3 (2023): Oktober
Publisher : Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneiltian ini bertujuan untuk mengetahui apakah fasilitas kerja dan gaji baik secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja di PT. Medan Distribusindo Raya (MDR) di kota Medan dan seberapa pengaruhnya. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah Metode kuantitatif dengan beberapa uji yakni reliabiiity analysis, uji penyimpangan asumsi klasik dan regresion linier. Berdasarkan hasil regresi data primer yang diolah dengan menggunakan SPSS 20, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y 9,575 +0,526 X?+0,649 X? Secara parsial, variabel fasilitas kerja (X1) memiiiki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (Y). Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai t hitung > t tabel (3,043 > 2,052). Sedangkan variabel gaji (X2) memiiiki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai t hitung > t tabel (4,279 > 2,052). Secara simultan variabei fasilitas kerja (X1) dan gaji (X2) memiiiki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (Y). Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima terbukti dari niiai F hitung > F tabel (10.918 > 3,11). Variabei fasilitas kerja (X1) dan gaji (X2) mampu memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel kepuasan kerja sebesar 44,6% sedangkan sisanya sebesar 55,4% dipengaruhi oleh variable lain. Dari kesimpuian di atas penulis memberikan saran bahwa pimpinan seharusnya memberikan fasilitas kerja yang layak sesuai dengan peraturan yang berlaku agar karyawan dapat bekerja dengan senang hati. Karyawan harus tetap bekerja dengan semangat dan disiplin agar pimpinan dapat mempertimbangkan gaji yang diinginkan.
DAMPAK SOSIAL KEBIJAKAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DAN PENGEMBANGAN KARIER TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI KONTRAK DI PT BANK SUMUT PUSAT MEDAN Fahri Alamsyah; Amir Makhmud Zain Nst; Siti Wardah Pratidina; Muhammad Rizki Zidane
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v9i2.28245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemutusan hubungan kerja dan pengembangan karier berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai kontrak di PT. Bank Sumut Pusat Medan dan seberapa besar pengaruhnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan beberapa uji yakni reliability analysis, uji penyimpangan asumsi klasik dan regression linier. Berdasarkan hasil regresi data primer yang diolah dengan menggunakan SPSS 20, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 3,537 + 0,532 X1 + 0,376 X2 + e. Secara parsial, variabel pemutusan hubungan kerja (X1) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung > t tabel (12,424 > 1,992). Variabel pengembangan karier (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung > t tabel (7,228 > 1,992). Secara simultan, variabel pemutusan hubungan kerja (X1) dan pengembangan karier (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai F hitung > F tabel (115,872 > 3,12). Variabel pemutusan hubungan kerja (X1) dan pengembangan karier (X2) mampu memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel kepuasan kerja karyawan sebesar 75,5% sedangkan sisanya sebesar 24,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dari kesimpulan di atas, penulis memberikan saran bahwa hendaknya pegawai kontrak yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun diangkat menjadi pegawai tetap. Hendaknya diberikan ruang bagi pegawai kontrak untuk mencoba menjadi pegawai tetap melalui rekrutmen langsung oleh PT. Bank Sumut Pusat Medan. Diharapkan ada penelitian yang mendalam di masa yang akan datang yang dilakukan peneliti-peneliti lainnya mengenai variabel pemutusan hubungan kerja dan pengembangan karier terhadap kepuasan kerja. 
PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN: Studi pada PT Wahana Trans Lestari Medan Rahmadani Syafitri; Hablil Ikhwana; Siti Wardah Pratidina; Fahri Alamsyah
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v9i2.28246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor kompetensi individu, faktor dukungan organisasi dan faktor dukungan manajemen berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Wahana Trans Lestari Medan baik secara parsial dan simultan dan seberapa besar pengaruhnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan beberapa uji yakni reliability analisis, uji penyimpangan klasik dan regression linier. Berdasarkan hasil regresi data primer yang diolah dengan menggunakan SPSS 20, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = -6,841 + 0,340 X1 + 0,279 X2 + 0,163 X3 + e. Secara parsial, variabel faktor kompetensi individu (X1) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung >  t tabel (1,716 > 1,710). Variabel faktor dukungan organisasi (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung >  t tabel (2,985 > 1,710). Variabel faktor dukungan manajemen (X3) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. secara simultan, variabel faktor kompetensi individu (X1), faktor dukungan organisasi (X2), dan faktor dukungan manajemen (X3) memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan kinerja karyawan. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai F hitung > F tabel (319,667 > 2,92). variabel faktor kompetensi individu (X1), faktor dukungan organisasi (X2), dan faktor dukungan manajemen (X3) mampu memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel kinerja karyawan sebesar 97,4% sedangkan sisanya sebesar 2,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dari kesimpulan di atas, penulis memberikan saran hendaknya pimpinan lebih memperhatikan lagi kinerja karyawan. Hendaknya perusahaan lebih memperhatikan lagi sarana dan prasarana kerja dan kenyamanan lingkungan kerja. Hendaknya karyawan tetap bekerja dengan kinerja yang baik sesuai peraturan perusahaan dan hendaknya karyawan lebih di tingkatkan lagi disiplin dalam bekerja.