Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 0–12 Bulan di Karawang Nurasiah Nurasiah; Musmundiroh Musmundiroh; Herlina Simanjuntak; Ida Widaningsih
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7186

Abstract

Pijat bayi merupakan terapi sentuh yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur. Banyak bayi mengalami gangguan tidur seperti sulit tidur dan sering terbangun pada malam hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat terhadap kualitas tidur bayi usia 0–12 bulan di TPMB Bidan Nur Asiah, Karawang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pretest–posttest dengan total sampling sebanyak 40 bayi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan sebelum pijat, 32 bayi (80%) mengalami kualitas tidur kurang, dan 8 bayi (20%) memiliki kualitas tidur baik. Uji Wilcoxon menghasilkan p=0,000 (p<0,05), sehingga pijat bayi berpengaruh signifikan terhadap kualitas tidur. Disarankan pijat bayi dilakukan rutin sejak usia 0 bulan, minimal dua kali sebulan, oleh orang tua atau tenaga profesional bersertifikat.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Akseptor KB AKDR Pada Wanita Usia Subur Di TPMB Bdn. Hj Wiwin Wulandari SST., M.Si Tahun 2025 Putri Henida; Rosi Kurnia Sugiharti; Ida Widaningsih; Herlina Simanjuntak
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.7316

Abstract

Wanita usia subur (WUS) berusia 15–49 tahun merupakan sasaran utama program Keluarga Berencana (KB). Meskipun demikian, pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) masih relatif rendah. Berdasarkan SDKI 2017, hanya 4% WUS yang menggunakan AKDR, jauh di bawah kontrasepsi suntik (32%) dan pil (14%). Di Kabupaten Bekasi, dari 470.064 WUS, hanya 6,3% yang memilih AKDR. Studi pendahuluan di TPMB Hj. Wiwin Wulandari menunjukkan bahwa 90% dari 20 responden lebih menyukai kontrasepsi suntik dibandingkan AKDR. Rendahnya minat tersebut menjadi dasar penting untuk menelaah faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan AKDR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan AKDR pada WUS di TPMB Hj. Wiwin Wulandari, S.ST., M.Si. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 60 WUS yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia (p=0,028), paritas (p=0,048), pengetahuan (p=0,021), pendidikan (p=0,008), dan pekerjaan (p=0,000) dengan penggunaan AKDR. Disimpulkan bahwa faktor usia, paritas, pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan berpengaruh terhadap rendahnya pemilihan AKDR. Peran bidan dalam memberikan konseling serta dukungan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan minat WUS terhadap AKDR, sehingga program KB jangka panjang dapat berjalan lebih efektif.