Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH INISIASI MENYUSUI DINI TERHADAP PERUBAHAN KADAR BILIRUBIN PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG PERINATOLOGI RSUD AL IHSAN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT Pandith Aribowo Arismunandar; Wulan Novika Ambasari; Nunung Nurhayati
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperbilirubinemia merupakan salah satu fenomena klinis yang paling sering ditemukan pada bayi baru lahir. Sekitar 25 – 50% bayi baru lahir menderita ikterus, untuk mencegah terjadinya ikterus maka dilakukan IMD   dengan harapan bayi segera mendapatkan kolostrum. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini terhadap Perubahan Kadar Bilirubin pada Bayi Baru Lahir di Ruang Perinatologi RSUD Al ihsan. Penelitian ini adalah Eksperimen dengan rancangan Posttest Only design Group dengan menggunakan teknik Purposive sampling pada 30 responden.gambaran pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap perubahan kadar bilirubin pada bayi baru lahir bahwa hasil uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk (untuk sampel di bawah 50 orang) menunjukkan kadar bilirubin kelompok bayi IMD dan tidak IMD memiliki nilai p sebesar 0,729 dan 0,781. Nilai p > ᾳ=0,050 artinya data kadar bilirubin kelompok bayi IMD dan tidak IMD berdistribusi normal, analisis statistik yang digunakan adalah Independent t Test bahwa nilai thitung sebesar 3,356 dengan ttabel pada  = 0.05 dan db = n – 2 = 30 – 2 = 28 sebesar 2,048. Dengan demikian nilai p > ᾳ= 0.05. Disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini terhadap Perubahan Kadar Bilirubin pada Bayi Baru Lahir di Ruang Perinatologi RSUD Al ihsan Bandung. Saran perlu dilakukan Tindakan Inisiasi Menyusu Dini ( IMD )  pada satu jam pertama kelahiran sehingga dapat meningkatkan mutu asuhan Keperawat Pada Bayi Bary Lahir. Kata Kunci : Inisiasi menyusu dini, kadar bilirubin.
Scoping Review: Pengaruh Mendengarkan Murottal Al-Quran terhadap Tingkat Stres Orang Dewasa Edwina Sukmasari Yunus; Pandith A Arismunandar; Dadang Rukanta
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i1.7503

Abstract

Murottal adalah pembacaan Al-Quran yang sesuai dengan tajwidnya ditambah dengan tartil (perlahan, tidak tergesa-gesa dengan mahraj yang jelas dan benar) dan dilagukan berdasar atas ilmu nagham. Sama halnya dengan terapi musik, banyak penelitian sebelumnya yang membuktikan bahwa salah satu efek Murottal Al-Quran adalah dapat menurunkan tingkat stres. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh murottal Al-Quran terhadap tingkat stres orang dewasa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode scoping review yang merupakan pencarian data melalui penelitian-penelitian sebelumnya dengan memfiltrasi penelitian-penelitian tersebut berdasar atas PICOS: Population, Intereention, Clontrol and Study. Pada penelitian ini, artikel-artikel yang di-review berasal dari jurnal nasional dan internasional yang berkaitan dengan pengaruh murottal Al-Quran terhadap stres. Berasal dari negara Malaysia dengan jumlah total artikel sebanyak 3 dan menggunakan dua database: Google Scholar dan Pubmed. Hasil scoping review ini menunjukkan bahwa mendengarkan murottal Al-Quran dapat menurunkan tingkat stres yang ditandai dengan penurunan hormon stres dan peningkatan gelombang alfa otak. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh murottal Al-Quran terhadap tingkat stres. Scoping Review: the Effect of Listening to Murottal Al-Quran on the Stress Level of Adults Murottal is the recitation of the Quran according to its tajwid coupled with tartil (slowly, not in a hurry with clear and correct mahraj) and is chanted based on the study of nagham. The same with music therapy, many previous studies have shown that one of the effects of Murottal Al-Quran is reducing stress levels. The purpose of this study was to determine the effect of the murottal Al-Quran on the stress level of adults. This research was conducted using scoping review method, which is the search for data through previous studies by filtering these studies based on PICOS: Population, Intervention, Control and Study. In this study, the articles reviewed was chosen from national and international journals related to the influence of Murottal Al-Quran on stress.  These articles are from Malaysia with a total of 4 articles, using two databases: Google Scholar and Pubmed. The results of this scoping review shown that listening to murottal Al-Quran reduces stress level characterized by the decrease in stress hormone and the increase in brain alpha waves. Therefore, it can be that there is influence of murottal Al-Quran on stress.
Pengaruh Senam Asma terhadap Pengurangan Frekuensi Serangan Asma pada Dewasa: Scoping Review Siti Namirah Nurul Rachmah; Mia Kusmiati; Pandith A.Arismunandar
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1022

Abstract

Abstract. The development of disease in all countries today is no longer focused on communicable diseases but on non-communicable diseases, one of which is asthma. Asthma is a chronic inflammatory disease of the airways, characterized by airway obstruction. In Indonesia, asthma is first rank in the category of chronic non-communicable diseases. This research was taken by a scoping review method in the form of searching data and analyzing several articles. The samples came from national and international journals related to the effect of asthma exercise on reducing the frequency of asthma attacks in adults. The databases used in this study were PubMed, ScienceDirect, Springer Link, and Google Scholar, with the number of articles obtained as many as 5,067 articles and the results of the screening and eligible were 5 articles. The results of the scoping review of 5 articles with asthma gymnastics include aerobic exercises intervention had a significant result of p < 0.05 can do 3 times a week for 4–8 weeks so it has a significant effect on reducing the frequency of asthma attacks. The conclusion in this study is that there is an effect of asthma gymnastic on reducing the frequency of asthma attacks. Abstrak. Perkembangan penyakit di seluruh negara saat ini tidak lagi terfokus pada penyakit menular tetapi pada penyakit tidak menular, salah satunya adalah asma. Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada bagian saluran napas, ditandai dengan obstruksi jalan napas. Di Indonesia, asma merupakan peringkat pertama dalam kategori penyakit kronik tidak menular. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode scoping review berupa pencarian data dan menganalisa beberapa artikel. Sample berasal dari jurnal nasional dan internasional yang berkaitan dengan pengaruh senam asma terhadap pengurangan frekuensi serangan asma pada dewasa. Database yang digunakan pada penelitian ini adalah PubMed, Science Direct, Springer Link, dan Google Scholar, dengan jumlah artikel yang didapatkan sebanyak 5.067 artikel dan hasil skrining serta uji kelayakan terdapat 5 artikel. Hasil scoping review tersebut 5 artikel dengan intervensi latihan senam asma memiliki hasil signifikansi p < 0,05 yang dapat dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 4–8 minggu sehingga sangat berpengaruh signifikan terhadap penurunan frekuensi serangan asma. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh senam asma terhadap pengurangan frekuensi serangan asma.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Kecanduan Smartphone dengan Kejadian Hipertensi pada Mahasiswa Tingkat I di Stikes Budi Luhur Cimahi Pandith Arismunandar; Ando Fikri Hakim; Rifki Eka Nuryana
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2241.879 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i2.357

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi bersifat abnormal yang ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg, hipertensi juga merupakan penyakit yang bersifat silent killer. Salah satu faktor risiko hipertensi yang dapat diubah yaitu kurangnya aktivitas fisik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan kecanduan smartphone dengan kejadian hipertensi pada mahasiswa tingkat I STIKes Budi Luhur Cimahi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Metode sampling yang digunakan adalah Stratified Proportional Random Sampling dengan jumlah 59 mahasiswa tingkat I di STIKes Budi Luhur Cimahi. Hasil : Hasil analisis yang digunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji Sommers’d dengan α <0,05.  Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat aktivitas fisik paling banyak pada mahasiswa adalah pada tingkat tinggi yaitu sebanyak 22 mahasiswa (32,3%). Tingkat intensitas penggunaan smartphone paling banyak adalah pada tingkat adiksi (50,8%). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini maka perlu adanya perubahan pola aktivitas pada mahasiswa dengan cara mengikuti kegiatan keorganisasian sehingga mampu menaikkan tingkat aktivitas fisik mahasiswa untuk meminimalkan risiko peningkatan tekanan darah.
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap terhadap Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Cimahi Febriyanto, Wahidin; Warnasouda, Sophan; Arismunandar, Pandith
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Cimahi melaporkan jumlah kumulatif kasus HIV positif sebanyak 479 pada tahun 2019, mengalami peningkatan yang signifikan mencapai 621 kasus pada tahun 2023. Berdasarkan usia dan jenis kelamin pada tahun 2005 – Januari 2023 terdapat 154 kasus yang terdiri dari 120 kasus pada laki-laki dan 34 kasus pada perempuan dengan rentang usia 15-19 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS pada siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Cimahi. Penelitian ini adalah observasional deskriptif, dengan desain cross sectional, menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 96 responden di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Cimahi. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukan gambaran tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS kategori baik yaitu 78 responden (81.3%), kategori cukup yaitu 3 responden (3.1%) dan kategori kurang yaitu 15 responden (15.6%). Sikap terhadap pencegahan HIV/AIDS masuk kategori sikap positif yaitu 82 responden (85.4%) sedangkan yang masuk kategori sikap negatif yaitu 14 responden (14.6%). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa gambaran tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS terbanyak pada kategori baik yaitu sebanyak 78 responden (81.3%). Sikap terhadap pencegahan HIV/AIDS terbanyak pada kategori sikap positif yaitu 82 responden (85.4%).
PENGARUH INISIASI MENYUSUI DINI TERHADAP PERUBAHAN KADAR BILIRUBIN PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG PERINATOLOGI RSUD AL IHSAN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT Arismunandar, Pandith Aribowo; Ambasari, Wulan Novika; Nurhayati, Nunung
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.72

Abstract

Hiperbilirubinemia merupakan salah satu fenomena klinis yang paling sering ditemukan pada bayi baru lahir. Sekitar 25 – 50% bayi baru lahir menderita ikterus, untuk mencegah terjadinya ikterus maka dilakukan IMD dengan harapan bayi segera mendapatkan kolostrum. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini terhadap Perubahan Kadar Bilirubin pada Bayi Baru Lahir di Ruang Perinatologi RSUD Al ihsan. Penelitian ini adalah Eksperimen dengan rancangan Posttest Only design Group dengan menggunakan teknik Purposive sampling pada 30 responden.gambaran pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap perubahan kadar bilirubin pada bayi baru lahir bahwa hasil uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk (untuk sampel di bawah 50 orang) menunjukkan kadar bilirubin kelompok bayi IMD dan tidak IMD memiliki nilai p sebesar 0,729 dan 0,781. Nilai p > ᾳ=0,050 artinya data kadar bilirubin kelompok bayi IMD dan tidak IMD berdistribusi normal, analisis statistik yang digunakan adalah Independent t Test bahwa nilai thitung sebesar 3,356 dengan ttabel pada  = 0.05 dan db = n – 2 = 30 – 2 = 28 sebesar 2,048. Dengan demikian nilai p > ᾳ= 0.05. Disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini terhadap Perubahan Kadar Bilirubin pada Bayi Baru Lahir di Ruang Perinatologi RSUD Al ihsan Bandung. Saran perlu dilakukan Tindakan Inisiasi Menyusu Dini ( IMD ) pada satu jam pertama kelahiran sehingga dapat meningkatkan mutu asuhan Keperawat Pada Bayi Bary Lahir. Kata Kunci : Inisiasi menyusu dini, kadar bilirubin
Penguatan Literasi Kesehatan Puasa Ramadhan pada Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) Pandith Aribowo Arismunandar; Lucky Wardani; Sri Maryati
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v5i1.7717

Abstract

Non-communicable diseases such as Diabetes Mellitus (DM) and hypertension are leading causes of global morbidity and mortality and require comprehensive long-term management. During Ramadan, alterations in dietary patterns, medication schedules, and physical activity may increase the risk of complications among patients with chronic conditions. A situational analysis of participants enrolled in the Chronic Disease Management Program (PROLANIS) at Klinik Pratama Sehat Budi Luhur Cimahi revealed limited understanding regarding safe fasting criteria and recognition of danger signs. This community service initiative aimed to enhance participants’ knowledge of safe fasting guidelines. The intervention employed an interactive educational session combined with discussion and evaluation through pre-test and post-test assessments involving 21 PROLANIS participants diagnosed with DM and hypertension. Pre-test results indicated that only 33.3% of participants demonstrated good knowledge, while 19.1% were categorized as having poor knowledge. Following the intervention, post-test results showed a significant improvement, with 100% of participants achieving a good knowledge level. These findings suggest that structured education effectively improves participants’ understanding of risk stratification, therapy adjustment, dietary management, and self-monitoring practices during fasting. In conclusion, community-based education delivered through the PROLANIS framework represents an effective promotive and preventive strategy to support DM and hypertension management during Ramadan. Regular implementation of similar educational programs is recommended to sustain adherence and prevent long-term complications.