Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendekatan Lean Hospital dalam Mengoptimalkan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Lucky Wardani; Muhardi Muhardi; Albert Hendarta
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i1.10608

Abstract

AbstrakPelayanan penunjang di rumah sakit merupakan salah satu penentu kualitas rumah sakit. Salah satu pelayanan penunjang di rumah sakit adalah laboratorium. Unit laboratorium seringkali mengalami permasalahan, yaitu belum mampu memberikan pelayanan kesehatan yang tepat waktu dengan standar pelayanan minimal di rumah sakit, kesalahan pengambilan darah, kerusakan sampel darah, dan terjadi kesalahan yang dapat menyebabkan pemborosan. Lean adalah upaya terus menerus untuk menghilangkan pemborosan, meningkatkan nilai tambah produk (barang dan jasa), dan memberikan nilai kepada pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pendekatan lean hospital dalam mengoptimalkan pelayanan laboratorium dan kondisi sebelum dan setelah dilakukan pendekatan lean hospital pada laboratorium rumah sakit. Penelitian dilakukan pada September 2021 sampai dengan Februari 2022 di RS A Kota Cimahi dan RS B Kota Bandung. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif. Informan dipilih secara non probability dengan teknik purposive sampling. Data diolah dengan metode analisis lean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio aktivitas value added terhadap total aktivitas di kedua rumah sakit adalah kurang dari 30%. Usulan perbaikan yang diajukan kepada manajemen di kedua rumah sakit menunjukkan quality improvement di antaranya penurunan waktu tunggu pasien, penunjuk arah ke laboratorium yang jelas, sistem informasi rumah sakit (SIMRS) yang terintegrasi, serta standar operasional prosedur (SOP) yang sesuai dipatuhi. Simpulan, kedua rumah sakit dianggap belum lean karena memiliki rasio aktivitas yang bernilai tambah (value added activities) terhadap total aktivitas adalah kurang dari 30%, pemborosan pada waiting time, process, transportation, motion dan defect dipengaruhi oleh man, methods, machine, dan environmental.Kata kunci: Laboratorium, lean hospital, manajemen rumah sakit, pelayanan optimal, pemborosanLean Hospital Approach to Optimizing Hospital Laboratory ServiceAbstractSupport services in hospitals are one of the determinants of hospital quality. One of the supporting services in hospitals is a laboratory. Laboratory units often experience problems, such as not being able to provide timely health services with minimum service standards in hospitals, blood sampling errors, damage to blood samples and medication error that can cause waste. Lean is a continuous improvement effort to eliminate waste, increase product value added (goods and services) and provide value to customers (customer value). The purpose of this study was to determine the lean hospital approach in optimizing laboratory services and to determine condition before and after the lean hospital approached. The research was conducted from September 2021 to February 2022 in A Hospital Cimahi and B Hospital Bandung. The research use qualitative method. Informants were selected non-probability with purposive sampling technique. The data is processed by lean analysis method. The results showed that the ratio of value added and non value added activities in both hospitals was less than 30%. The improvement proposals submitted to hospital management showed that there were quality improvements including decreasing patient waiting time, there are clear directions to the laboratory, an integrated hospital information system and appropriate standard operating procedure. In conclusion, the two hospitals are considered not lean because they have ratio of value added activities to total activities is less than 30%, there are wastes in waiting time, process, transportation, motion, and defects influenced by man, methods, machine and environment.Keywords: Hospital management, laboratory, lean hospital, optimal service, waste
Penyuluhan Tentang Penggunaan Media Lembar Balik Dalam Penyuluhan Tentang Scabies Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung Afrieani Deasy; Lucky Wardani; Gibran
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 6 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i6.1721

Abstract

Scabies merupakan penyakit kulit menular yang mudah menyebar di lingkungan padat seperti LPKA. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan remaja warga binaan tentang penyebab, gejala, serta upaya pencegahannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga binaan remaja tentang scabies melalui penyuluhan berbasis media lembar balik. Metode yang digunakan meliputi ceramah edukatif, diskusi interaktif, simulasi kebersihan diri, serta evaluasi pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Penyuluhan ini diharapkan mampu mendukung program promotif dan preventif kesehatan di lingkungan tertutup seperti LPKA.
Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa dalam Menghadapi Skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Liuhur Cimahi Afreani Deasy; Lucky Wardani; Yulianingsih Yulianingsih
Health Idea Vol 2, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi2208

Abstract

Lebih dari 8,4 juta jiwa gangguan kejiwaan terjadi di Jawa Barat adalah gangguan kecemasan. Selain itu, ada sekitar 6,6 juta orang yang mengalami depresi. Banyak upaya yang dilakukan untuk mengurangi tingkat gangguan kecemasan yaitu meditasi, olahraga, mendengarkan musik, dan lain-lain. Berdasarkan studi pendahuluan oleh peneliti dengan cara observasi diperoleh data bahwa dari 10 mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di kampus Sekolah Tinggi Ilmi Kesehatan Budi Luhur Cimahi, mereka mengalami kecemasan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Hasil penelitian adalah tingkat kecemasan pada mahasiswa sebelum diberikan terapi musik klasik dalam menghadapi skripsi di STIKes Budi Luhur Cimahi, yaitu  7 orang (36,8%) adalah cemas ringan, setelah diberikan terapi musik klasik dalam ada 12 orang (63,2%) adalah cemas ringan. Hasil uji Marginal Homogeneity diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 maka                 terdapat pengaruh terapi musik klasik terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa dalam menghadapi skripsi di STIKes Budi Luhur Cimahi. Dengan hasil penelitian ini, penulis menyarankan untuk mengurangi kecemasan dalam mengahdapi skripsi supaya melakukan terapi musik klasik.Kata kunci: Musik Klasik, Kecemasan, Homogeneity.
Penguatan Literasi Kesehatan Puasa Ramadhan pada Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) Pandith Aribowo Arismunandar; Lucky Wardani; Sri Maryati
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v5i1.7717

Abstract

Non-communicable diseases such as Diabetes Mellitus (DM) and hypertension are leading causes of global morbidity and mortality and require comprehensive long-term management. During Ramadan, alterations in dietary patterns, medication schedules, and physical activity may increase the risk of complications among patients with chronic conditions. A situational analysis of participants enrolled in the Chronic Disease Management Program (PROLANIS) at Klinik Pratama Sehat Budi Luhur Cimahi revealed limited understanding regarding safe fasting criteria and recognition of danger signs. This community service initiative aimed to enhance participants’ knowledge of safe fasting guidelines. The intervention employed an interactive educational session combined with discussion and evaluation through pre-test and post-test assessments involving 21 PROLANIS participants diagnosed with DM and hypertension. Pre-test results indicated that only 33.3% of participants demonstrated good knowledge, while 19.1% were categorized as having poor knowledge. Following the intervention, post-test results showed a significant improvement, with 100% of participants achieving a good knowledge level. These findings suggest that structured education effectively improves participants’ understanding of risk stratification, therapy adjustment, dietary management, and self-monitoring practices during fasting. In conclusion, community-based education delivered through the PROLANIS framework represents an effective promotive and preventive strategy to support DM and hypertension management during Ramadan. Regular implementation of similar educational programs is recommended to sustain adherence and prevent long-term complications.