Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengujian Mekanik Material S355J2 Pengelasan SAW dengan Standar DNVGL-OS-C401 2019 Aulia Fajrin; Muhammad Rafa S; Hendra Butar Butar
Jurnal Sinergi Jurusan Teknik Mesin Vol 21, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/sinergi.v21i2.4272

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengujian mekanik kualifikasi prosedur untuk pengelasan berdasarkan DNVGL-OS-C401 2019. Tujuan penelitian ini adalah memenuhi persyaratan pembuatan WPS (welding procedure qualification) berdasarkan spesifikasi DNVGL-OS-C401:2019. Pengujian mekanik merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kualitas dari material dengan menggunakan metode destruktif yaitu dengan merusak material. Material yang digunakan menggunakan standar BS EN ISO 10025-2:2004 S355J2 dengan jenis material yaitu baja karbon. Pengujian yang disyaratkan meliputi pengujian tarik, pengujian impact, pengujian bending, pengujian macro examination dan pengujian kekerasan dengan skala hardness vickers (HV10) dengan pembebanan 10 Kgf. Hasil dari pengujian tarik didapatkan perbedaan kekuatan antara spesimen 1 dan 2 dengan selisih 5 N/mm2 dengan spesimen 1 sebesar 510 N/mm2, dan spesimen 2 sebesar 515 N/mm2, akan tetapi hasil ini masih dalam range yang dipersyaratkan. Spesimen 1 dan 2 merupakan bagian dari test coupon yang dipotong dengan lokasi pemotongan yang berbeda pada test couponnya. Pada pengujian charpy impact V-nocth didapatkan hasil di atas nilai yang dipersyaratkan yaitu minimum 27 J. Pada pengujian bending didapatkan permukaan spesimen uji tidak menunjukan adanya opening defect. Hal ini juga ditunjukan pada hasil pengujian macro examination tidak terdapat opening defect. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan nilai kekerasan pada area base metal, HAZ, dan weld metal dengan nilai kekerasan pada base metal sebesar 192 HV, nilai kekerasan pada HAZ sebesar 194 HV, dan nilai kekerasan pada weld metal sebesar 209 HV. Perbedaan nilai kekerasan ini diakibatkan proses pemanasan dan pendinginan yang cepat dari proses pengelasan, sehingga mempengaruhi sifat material tersebut.
Pengaruh Tekanan Terhadap Umur Elektroda Pada Proses Las Titik Untuk Material Flow Through Heater Nurul Fadilah; Tian Havwini; Hendra Butar Butar; Andrew William Patria Mantik; Ebeng Sugondo; Aulia Putri Siregar
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.213

Abstract

     AbstractThe pressure supplied to the electrode has a direct impact on the quality of the weld joint, making it one of the aspects that significantly affects the spot-welding process. The electrode's short lifespan is a major problem in resistance spot welding for high-volume vehicle manufacturing since the electrode component is crucial to the spot-welding process. The Work Instruction specifies the electrode's parameters, which include an energy storage of 209 V and an air pressure of 0.25±0.05 MPa. A charge voltage of 178 V is used throughout the welding process, with a squeeze of 9–12 seconds and a compress duration of 12 seconds. The holder holds the electrode along a length of 21 mm, with the upper and lower electrodes separated by 12 mm. The relative humidity is 70% and outside temperature is 30°C. 400-grit sandpaper is used to clean the electrode surface following 500 welds. An investigation of how electrode pressure affects electrode longevity during spot welding was carried out. The study used SolidWorks software's static and fatigue simulation techniques, modified for field circumstances. The pressing force applied to the electrode and its effect on electrode longevity were examined using this program. With a damage percentage of just 0.002%, the results demonstrated that a pressure of 0.25 MPa had no discernible effect on electrode degradation within 2100 cycles. Under this pressure, the electrode may last up to 100,000,000 cycles before failing. The study's findings indicate that the pressing process has little effect on electrode longevity.Keywords:Electrode., Lifetime., Spot welding., Solidworks simulation  AbstrakSalah satu faktor yang sangat mempengaruhi proses las titik, yaitu tekanan terhadap elektroda, karena akan secara langsung mempengaruhi kualitas sambungan pada pengelasan. Komponen elektroda sangat penting dalam metode pengelasan titik, sehingga umur pakai elektroda yang pendek menjadi masalah krusial dalam pengelasan titik resistansi pada manufaktur mobil bervolume tinggi. Parameter yang digunakan dalam menggunakan elektroda ini tercantum dalam Work Instruction, dengan Energy Storage 209 V dan Air Pressure 0.25±0.05 Mpa. Pada proses pengelasan menggunakan charge voltage 178 squeeze 9-12s dan compress 12. Jarak antara elektroda atas dan bawah 12mm, holder akan menjepit elektroda sepanjang 21mm. Suhu ruangan 30℃, kelembapan udara Rh70. Jika pengelasan sudah 500 kali, elektroda diamplas permukaannya menggunakan kertas pasir 400 CW. Adapun penelitian yang dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penekanan pada elektroda terhadap masa pakai dalam proses pengelasan titik. Pada penelitian yang dilakukan pengujiannya akan menggunakan metode simulasi static dan fatigue pada software solidworks dan telah diseuaikan dengan kondisi dilapangan, penggunaan software ini digunakan untuk melihat gaya tekan yang diberikan pada elektroda yang dapat mempengaruhi umur dari elektroda. Hasil penelitian sudah dilaksanakan menunjukkan bahwa tekanan sebesar 0,25 MPa tidak berdampak signifikan pada kerusakan elektroda dalam 2100 siklus karena persentase kerusakan yang didapat sebesar 0.002% serta siklus pakai yang didapatkan dengan tekanan tersebut bisa mencapai 100.000.000 untuk bisa membuat elektroda tersebut rusak. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa umur pakai elektroda tidak dipengaruhi secara signifikan oleh proses penekanan.Kata Kunci:             Elektroda., Umur pakai., Las titik., Uji simulasi Solidworks
Implementasi Rotary Biokomposter dalam Pengolahan Limbah Organik Pertanian Kelompok Tani Harapan Sukses Kec. Sekupang Nur Fitria Leksonowati; Nurman Pamungkas; Meilani Manurung; Hendra Butar Butar; Ninda Batubara; Adi Syahputra Purba; Windy Stefani; Ita Wijayanti; Kholilur Rahman; Efraim Tambunan
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i2.25498

Abstract

Limbah organik pertanian yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan penumpukan residu, gangguan sanitasi lingkungan, serta berkurangnya potensi pemanfaatan bahan organik sebagai pembenah tanah. Permasalahan ini juga dihadapi oleh Kelompok Tani Harapan Sukses di Kecamatan Sekupang, Kota Batam, terutama karena kegiatan pertanian menghasilkan sisa tanaman hortikultura yang belum diolah secara optimal. Selain itu, kondisi tanah ultisol yang cenderung masam dan rendah unsur hara membutuhkan dukungan bahan organik secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi rotary biokomposter sebagai alat bantu pengolahan limbah organik pertanian menjadi kompos. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berbasis Project Based Learning (PBL), yang meliputi observasi lapangan, identifikasi kebutuhan mitra, desain dan fabrikasi alat, pelatihan pengoperasian, simulasi penggunaan, serta penyerahan alat kepada mitra. Rotary biokomposter dirancang dengan komponen utama berupa drum berputar, blade pengaduk, rangka penopang, lubang aerasi, sistem pengunci, dan mekanisme putar untuk mendukung pencampuran bahan organik secara lebih merata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat berhasil difabrikasi, diuji secara fungsional, dan diserahkan kepada Kelompok Tani Harapan Sukses. Mitra juga memperoleh pelatihan mengenai pengisian bahan organik, proses pengadukan, aerasi, serta perawatan alat. Implementasi ini memberikan alternatif teknologi sederhana bagi petani untuk mengolah limbah organik secara mandiri dan mendukung pemanfaatan kompos sebagai bahan pembenah tanah. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan lanjutan, evaluasi kualitas kompos, serta pengujian penerapan kompos pada lahan pertanian mitra.