Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN BLOCK-BASED PROGRAMMING DENGAN MICROBIT TERHADAP MINAT DAN PEMAHAMAN PEMROGRAMAN SISWA SMA Junita, Junita; Uranus, Henri P.; Susanto, Kathleen Gabriella
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2725

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep pemrograman dasar kepada siswa SMA dengan memanfaatkan Micro:bit melalui pendekatan block-based programming. Metode pelaksanaannya melibatkan pelatihan langsung (hands-on) yang mengombinasikan simulasi digital dengan penggunaan fisik board Micro:bit. Evaluasi dilakukan melalui survei terhadap 15 peserta, dan hasilnya menunjukkan bahwa 80% responden merasa pemrograman berbasis blok lebih mudah untuk dipelajari. Sebanyak 93,3% peserta menyatakan bahwa penggunaan board fisik meningkatkan aspek kesenangan dalam pembelajaran, sedangkan 86,7% mengakui bahwa kehadiran perangkat keras tersebut membantu pemahaman konsep pemrograman. Secara keseluruhan, 66,7% peserta mengungkapkan bahwa pemrograman menjadi lebih menyenangkan setelah mengikuti pelatihan. Dalam hal metode pembelajaran, 53,3% peserta menilai kombinasi antara penjelasan teori, pemberian contoh program, dan sesi latihan sebagai cara paling menyenangkan, sementara 60% menganggapnya paling efektif. Terkait tingkat kesulitan, 46,7% peserta menginginkan latihan yang sedikit lebih kompleks dibandingkan contoh yang diberikan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan block-based coding dengan dukungan perangkat keras seperti Micro:bit terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman pemrograman bagi pemula. Selain itu, struktur pembelajaran ideal mencakup penyampaian teori, contoh, dan latihan dengan peningkatan kesulitan yang bertahap.
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN DAN KONTROL INTENSITAS CAHAYA SERTA PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS PADA GREENHOUSE BERBASIS INTERNET OF THINGS Fitri Yuni Astuti; Henri P. Uranus
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 8 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v8i2.9030

Abstract

Agriculture is an important sector in a country's economy, but with the increasing population growth, the challenges in agriculture are becoming increasingly complex. One of the main challenges is maintaining the quality and quantity of plants product. Greenhouses are an effective solution to control the plant growth environment. However, environmental management in conventional greenhouses today requires a lot of labor and high costs. To address this challenge, there is an urgent need to develop an automation system capable of monitoring plant conditions and controlling the light intensity and watering of plants in greenhouse plants. The system uses Internet of Things (IoT) technology with an ESP32 Devkit v1 microcontroller module for automatic and real-time monitoring and control of the plant growth environment. Through the implementation of carbon dioxide (CO2), light intensity, soil pH, and soil moisture quality monitoring systems along with automatic control of light intensity and watering of plants in greenhouses, it is hoped that agricultural productivity can be increased. Sensor data were taken and read by the microcontroller which is then displayed and sent to 4 platforms, namely Serial Monitor, LCD OLED, website Platform, and Google Sheets. The microcontroller successfully reads the data of the installed sensors and sent in real-time to multiple platforms. These test data provide a concrete picture of the performance of the developed greenhouse plant monitoring and control system. The results of verification to commercial measuring instruments showed that the LDR sensor had an average error of 1.15%, the CO2 sensor had an error of 0.86%, the soil pH sensor had an error of 3.22%, and the soil moisture sensor had an error of 1.46%. Functional tests show that the system responds to turn on the growlight when the light intensity drops to 500 Lux and turn on the pump when the soil moisture drops below 40% according to the threshold points setting.Bahasa Indonesia Abstract:Pertanian adalah sektor penting dalam perekonomian suatu negara, namun dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, tantangan dalam pertanian menjadi semakin kompleks. Salah satu tantangan utama adalah menjaga kualitas dan kuantitas hasil tanaman. Greenhouse adalah solusi efektif untuk mengendalikan lingkungan pertumbuhan tanaman. Namun, pengelolaan lingkungan dalam greenhouse konvensional saat ini memerlukan banyak tenaga kerja dan biaya yang tinggi. Untuk mengatasi tantangan ini, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan sistem otomatis yang mampu memantau kondisi tanaman dan mengontrol intensitas cahaya serta penyiraman tanaman pada greenhouse. Sistem ini menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) dengan mikrokontroler ESP32 Devkit v1 untuk pemantauan dan kontrol otomatis realtime pada lingkungan pertumbuhan tanaman. Melalui implementasi sistem pemantauan konsentrasi karbon dioksida (CO2), intensitas cahaya, pH tanah dan kelembapan tanah serta kontrol otomatis intensitas cahaya dan penyiraman tanaman otomatis, diharapkan produktivitas pertanian dapat ditingkatkan. Data-data sensor diambil dan dibaca oleh mikrokontroler yang kemudian ditampilkan dan dikirimkan ke 4 platform, yaitu Serial Monitor, LCD OLED, platform website, dan Google Spreadsheet. Mikrokontroler berhasil membaca data-data sensor yang terpasang, dan mengirimkan secara realtime pada platform-platform tersebit. Data-data pengujian ini memberikan gambaran konkret tentang kinerja sistem pemantauan dan kontrol tanaman greenhouse yang dikembangkan. Hasil verifikasi terhadap alat ukur komersial menunjukkan sensor LDR mempunyai kesalahan sebesar 1.15%, sensor CO2 mempunyai kesalahan sebesar 0.86%, sensor pH tanah mempunyai kesalahan 3.22%, sensor kelembaban tanah mempunyai kesalahan 1.46%. Uji fungsional menunjukkan sistem memberi respon menyalakan lampu growlight saat intensitas cahaya turun sampai 500 Lux dan menyalakan pompa saat kelembaban tanah turun di bawah 40% sesuai dengan setting titik threshold yang diberikan.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Kualitas Udara, Kecepatan Angin, dan Arah Angin Menggunakan Mikrokontroler ESP32 dan Visualisasi Data Menggunakan Blynk : [Design of Air Quality, Wind Speed, and Wind Direction Monitoring System Using ESP32 Microcontroller and Data Visualization Using Blynk] Abdur Rahman Haritsah; Henri P. Uranus
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 9 No. 1 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9159

Abstract

Air quality, wind speed, and wind direction monitoring system is a system that can measure environmental parameters that affect human health and comfort, as well as displaying real-time measurement data through an application. This system is designed and built using ESP32 microcontroller and data visualization using Blynk IoT platform. The system consists of three main components, namely sensors, microcontroller, and IoT platform. The sensors used are DHT22 sensor to read temperature and humidity, MQ135 sensor to read CO2 concentration, anemometer sensor to read wind speed, and wind direction sensor to read wind direction. These sensors send data to the ESP32 microcontroller, which then processes the data and sends it to the Blynk server via an internet connection. In addition, the measurement data is also automatically sent to a Google Spreadsheet using the Google Sheets API. This allows users to save data in a tabular format, perform further analysis, and store measurement history in the cloud. The Blynk app displays measurement data in the form of graphs, numbers, and color indicators. The test showed that the system can function well in measuring environmental parameters. Verification showed that the average relative errors in reading the parameters are as follows: temperature 1.7%, humidity 1.63%, CO2 concentration 1.99%, and wind speed 0.02%. These error values are within accepted tolerance level, hence the system is sufficiently accurate to measure environmental conditions. Bahasa Indonesia Abstract: Sistem monitoring kualitas udara, kecepatan angin, dan arah angin adalah sistem yang dapat mengukur parameter-parameter lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan dan kenyamanan manusia, serta menampilkan data hasil pengukuran secara real-time melalui aplikasi. Sistem ini dirancang dan dibangun dengan menggunakan Mikrokontroler ESP32 dan visualisasi data menggunakan Blynk. Mikrokontroler ESP32 adalah sistem berbiaya rendah dan berdaya rendah, terintegrasi pada chip mikrokontroler, dengan WiFi terintegrasi dan mode ganda Bluetooth. Blynk adalah platform perangkat lunak IoT berbiaya rendah dan berdaya rendah yang memungkinkan pengembang untuk membuat proyek terhubung dengan mudah. Sistem ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu sensor, mikrokontroler, dan aplikasi. Sensor yang digunakan adalah sensor DHT22 untuk membaca suhu dan kelembapan, sensor MQ135 untuk membaca CO2, sensor anemometer untuk membaca kecepatan angin, dan sensor arah angin untuk membaca arah angin. Sensor-sensor ini mengirim data ke mikrokontroler ESP32, yang kemudian mengolah data dan mengirimnya ke server Blynk melalui koneksi internet. Selain itu, data hasil pengukuran juga dikirimkan secara otomatis ke Google Spreadsheet menggunakan API Google Sheets. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan data dalam format tabel, melakukan analisis lebih lanjut, dan menyimpan riwayat pengukuran secara terpusat. Aplikasi Blynk menampilkan data hasil pengukuran dalam bentuk grafik, angka, dan indikator warna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat berfungsi dengan baik dalam mengukur parameter-parameter lingkungan. Rata-rata kadar CO2 adalah 310PPM. Rata-rata kecepatan angin adalah 1.2 m/s, dengan nilai minimum 0 m/s dan maksimum 3.1 m/s. Arah angin terbanyak adalah dari arah Tenggara (135°). Sistem ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna untuk mengetahui kondisi lingkungan di sekitarnya.