Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI TERHADAP PENURUNAN RESISTANSI PENTANAHAN MENGGUNAKAN ELEKTRODA PLAT BERBENTUK PERSEGI Riska Wahyuningsih; Purwoharjono -; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh penambahan arang sekam padi dengan menggunakan jenis tanah gambut yang berlokasi di Jalan Raya Desa Mega Timur P. Lengkong Kecamatan Sungai Ambawang Pontianak Kaliamantan Barat. Pengukuran dilakukan dengan metode 3 titik menggunakan alat ukur Earth Resistance Tester model 4105A. Penelitian ini dilakukan dengan 4 model elektroda A,B,C,D dengan ukuran luas bervariasi mulai dari 15x15 cm2 hingga 60x60 cm2. Elektroda yang digunakan terbuat dari bahan alumunium dengan ketebalan plat 2 mm. Penambahan ketebalan arang sekam padi dibuat bervariasi dengan kedalaman maksimal 120 cm. Hasil pengujian dengan penurunan maksimum didapatkan pada skenario 1 kedalaman 120 cm menggunakan elektroda model D dengan nilai resistansi pentanahan sebesar 9,01 Ohm dan skenario 2 didapatka resistansi pentanahan sebesar 4,05 Ohm turun sebesar 66,80%. Hasil pengukuran resistansi pentanahan pada skenario 3 ketebalan 120 cm menggunakan elektroda model D sebesar 4,05 ohm, pada metoda skenario 4 mengguakan elektroda model D didapatkan hasil 4,08 ohm. Nilai resistansi pentanahan terendah yang didapatkan dengan metoda skenario 5 sebesar 3,83 Ohm. Pengaruh variasi ukuran luas elektroda plat berbentuk persegi berpengaruh terhadap penurunan resistansi pentanahan, dimana semakin luas elektroda plat berbentuk persegi maka nilai resistansi pentanahan semakin rendah.
STUDI PEMANFAATAN ARANG CANGKANG SAWIT UNTUK MENURUNKAN RESISTANSI PENTANAHAN JENIS ELEKTRODA PLAT BERBENTUK PERSEGI Hendra Sutiawan; M. Iqbal Arsyad; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42474

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang hasil pengukuran resistansi pentanahan dengan melakukan treatment terhadap tanah menggunakan arang cangkang sawit untuk mengetahui penurunan resistansi pentanahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh penambahan arang cangkang sawit menggunakan jenis tanah liat yang berlokasi di Kota Pontianak, Kecamatan Pontianak Timur, Kelurahan Parit Mayor. Penelitian ini menggunakan 4 model elektroda A,B,C,D dengan ukuran luas bervariasi mulai dari 15x15 cm hingga 60x60 cm. Elektroda yang digunakan  terbuat dari bahan alumunium dengan ketebalan plat 2 mm. Penambahan ketebalan arang cangkang sawit dibuat bervariasi dengan kedalaman maksimal 120 cm. Pengukuran dilakukan dengan metode 3 titik menggunakan alat ukur Earth Resistance Tester model 4105A. Hasil pengujian dengan penurunan maksimum didapatkan pada kedalaman 120 cm menggunakan elektroda model D dengan nilai resistansi pentanahan tanpa penambahan arang cangkang sawit sebesar 12,73 ohm setelah penambahan arang cangkang sawit sebesar 5,16 ohm turun sebesar 57,5%. Nilai resistansi pentanahan terendah yang didapatkan dengan penambahan ketebalan arang cangkang sawit 120 cm dibiarkan selama 10 hari menggunakan elektroda model D sebesar 4,69 ohm.
EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN DI PERPUSTAKAAN UNTAN GEDUNG LAMA BERDASARKAN STANDAR PUIL 2011 Ricki Oktafianus M; Rudi Gianto; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35373

Abstract

Sistem penerangan pada suatu ruangan yang baik akan mempengaruhi hasil kerja dan kenyamanan bekerja seseorang. Sistem pencahayaan pada gedung lama Perpustakaan Untan perlu dilakukan evaluasi, agar mengetahui intensitas cahaya yang dibutuhkan pada ruangan. Pengukuran dilakukan pada 3 (tiga) periode waktu yaitu periode waktu pagi, periode pada siang hari dan periode pada malam hari serta metode yang digunakan untuk melakukan perhitungan dengan menggunakan metode lumen. Teknis pengukuran yang dilakukan pada setiap ruangan dengan menggunakan metode pengukuran setempat. Hasil pengukuran dengan menggunakan lux meter diperoleh ruangan yang memenuhi standar kuat penerangan pada pengukuran pagi diperoleh ruangan yang memenuhi standar kuat penerangan pada pagi hari yaitu R 11 sekitar 11,75 %, pada siang hari R 11 sekitar 11,75 %, sedangkan untuk malam hari tidak ada ruangan yang memenuhi standar yang sesuai dengan SNI 6197-2011. Kurangnya intensitas penerangan pada pagi dan siang hari dalam ruangan ini disebabkan karena pencahayaan alami yang masuk ke dalam ruangan terhalang oleh bangunan sekitar, sedangkan untuk malam hari faktor yang mempangaruhi adalah penentu jumlah lampu dan jenis lampu yang tidak tepat.
UPAYA PERBAIKAN JATUH TEGANGAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH PT. PLN (PERSERO) RAYON TUMBANG TITI KETAPANG Adrianto Dwi Prasetyo; Bonar Sirait; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48388

Abstract

Penyulang Pawan 11 merupakan penyulang struktur radial terpanjang yang terdapat pada PT.PLN Rayon Tumbang Titi mempunyai panjang 168 kms Dari pengolahan data penyulang Pawan 11 terdiri dari 112 bus dengan total beban aktif sistem penyulang Pawan 11 sebesar 5.165,310 kW, dan beban reaktif sebesar 3.220,790 kVAR. Persentase jatuh tegangan yang terjadi pada ujung penyulang mencapai sebesar 18,5% atau 16,3 kV. Salah satu upaya perbaikan penyaluran daya listrik dan kualitas tegangan pada dapat dilakukan pemasangan kapasitor bank pada penyulang tersebut. Pada penelitian ini penyelesaian aliran daya sistem distribusi radial menggunakan metode injeksi arus dikembangkan oleh Jen-Hao Teng (2003) dan dalam menentukan bus lokasi penempatan dan besarnya nilai injeksi daya reaktif dari kapasitor bank berdasarkan hasil analisa aliran daya dengan kondisi bus yang mempunyai persentase jatuh tegangan diatas 5% atau nilai tegangan dibawah 19 kV. Pada kondisi sebelum pemasangan kapasitor bank (eksisting), tegangan bus yang tidak memenuhi standar SPLN No. 72  Tahun 1987 yaitu persentase jatuh tegangan diatas 5% atau tegangan bus dibawah 19 kV terdapat sebanyak 86 bus. Adapun tegangan bus minimal terdapat pada bus 82 (Gardu distribusi TT 0022) yaitu sebesar 16,565 kV, dengan persentase jatuh tegangan bus sebesar 17,343%. Pada kondisi eksisting total daya aktif yang dibangkitkan PLTD pada penyulang Pawan 11 sebesar 5.614,239 kW, sedangkan total daya reaktif sebesar 3.794.020 kVAR.serta total rugi-rugi daya aktif sebesar 448,994 kW.Setelah pemasangan kapasitor bank dengan dengan total sebesar 3.400 kVAR, tegangan bus tidak ada yang dibawah 19 kV. Tegangan bus minimal pada bus 82 (Gardu distribusi TT 0022) meningkat sebesar 2,780 kV menjadi 19,345 kV, dengan persentase jatuh tegangan bus sebesar 4,493%. Total daya aktif yang dibangkitkan PLTD pada penyulang Pawan 11 berkurang menjadi 5.510,735 kW, sedangkan total daya reaktif berkurang sebesar 261,870 kVAR disebabkan beban daya reaktif disupply sebagian oleh injeksi daya reaktif yang dihasilkan kapasitor bank. Total rugi-rugi daya aktif setelah pemasangan kapasitor bank pada penyulang Pawan 11 sebesar berkurang sebesar 103,569 kW menjadi 345,425 kW.
PERENCANAAN UNIT-UNIT PEMBANGKIT PADA PLTD PADANG TIKAR UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOLP Afif Rosidin; Rudy Gianto; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.61692

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki indeks keandalan sistem pembangkit milik PT. PLN (Persero) yaitu unit PLTD Padang Tikar di area Kecamatan Batu Ampar. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan metode LOLP (Loss Of Load Probability). Unit pelayanan PLTD Padang Tikar merupakan perusahaan penyedia energi listrik yang melayani beban pelanggan di Kecamatan Batu Ampar secara isolated (tidak interkoneksi dengan pusat listrik lainnya). PLTD Padang Tikar memiliki 11 unit pembangkit dimana 5 pembangkit mengalami gangguan permanen sehingga tersisa 6 pembangkit dengan total daya mampu yang dibangkitkan 2080 KW. Kebutuhan energi listrik di PLTD Padang Tikar sampai dengan bulan Juni 2022 dengan beban puncak tercatat 1.950 KW. Sehingga jika dihitung nilai LOLP dengan memperhatikan nilai beban harian didapatkan 4,8021454198 hari/tahun. Dari hasil perhitungan nilai LOLP tersebut artinya nilai keandalan pada PLTD Padang Tikar saat ini tidak standar. Untuk memperbaiki nilai LOLP, penulis mengusulkan 3 skenario. Skenario pertama dengan merencanakan untuk mengganti unit pembangkit lama yang memiliki kapasitas 160 KW dengan unit pembangkit baru yang memiliki kapasitas 1000 KW. Skenario pertama memiliki total kapasitas 2920 KW dengan asumsi nilai FOR untuk unit pembangkit baru 0,01 didapatkan 0,1944801440 hari/tahun. Pada skenario kedua dengan merencanakan penambahan unit pembangkit baru yang memiliki kapasitas 1000 KW, sehingga total kapasitas menjadi 3080 KW. Pada perhitungan skenario kedua didapatkan nilai LOLP 0,0488192753 hari/tahun. Kemudian pada perencanaan skenario 3 yaitu menambahkan 2 unit pembangkit baru dengan kapasitas masing-masing 500 KW dan total kapasitas terpasang menjadi 3080 KW. Pada skenario 3 didapatkan nilai LOLP 0,0110234871 hari/tahun pemadaman. Dari hasil perhitungan nilai LOLP pada skenario 1, skenario 2, dan skenario 3 dapat dikatakan bahwa ketiga skenario yang penulis usulkan sudah memenuhi nilai standar keandalan yang ditetapkan. Perencanaan skenario yang terbaik ialah pada skenario 3, yaitu menambahkan 2 unit pembangkit baru dengan kapasitas masing-masing 500 KW.
ANALISIS AUDIT ENERGI SISTEM PENCAHYAAN DAN TATA UDARA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK Muhammad Muchlis Ansor; Purwoharjono -; Fitriah -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52046

Abstract

Profil pemakaian energi listrik memberikan gambaran tentang distribusi pemakaian energi dan intensitas konsumsi energi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dan Peluang Hemat Energi (PHE) pada Gedung Teori Bersama Universitas Muhammadiyah Pontianak dan merekomendasikan penghematan energi listrik. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur, observasi, metode analisis deskriptif dengan perhitungan yang dibantu oleh Microsoft Excel. Nilai IKE pada tahun 2018 sebesar 90,30 kWh/m2 per tahun, tahun 2019 sebesar 112,49 kWh/m2 per tahun saat kondisi sebelum pandemi covid-19 dan tahun 2020 sampai bulan Agustus tahun 2021 saat pandemi covid-19 sebesar 134,15 kWh/m2 per tahun,. Berdasarkan standar IKE yang ditetapkan yaitu 240 kWh/m2 per tahun, nilai IKE masih tergolong efisien dan total Peluang Hemat Energi (PHE) pada tahun 2018 sebelum pandemi covid-19 sebesar 116,544 kWh, dan total PHE pada tahun 2019 sebelum pandemi covid-19 sebesar 64,48 kWh, total PHE pada tahun 2020 sampai bulan Agustus tahun 2021 saat pandemi covid-19 sebesar 143,136 kWh. Pada total konsumsi energi listrik yang didapat masih bisa menekan nilai IKE dengan cara melakukan penggantian lampu CFL (SL) ke lampu LED untuk sistem pencahayaan dan penggantian Refrigerant HCFC R-22 dengan menggunakan Refrigerant Musicool MC-22 untuk sistem tata udara AC. Penggantian tersebut dapat menghasilkan sebuah perbandingan dan penurunan konsumsi energi listrik pada gedung teori bersama Universitas Muhammadiyah Pontianak.
EVALUASI PENGAMAN GANGGUAN ARUS LEBIH PADA PENYULANG TANJUNG RAYA DUA DI PT. PLN (PERSERO) AREA PONTIANAK - Mulyadi; Bonar Sirait; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35790

Abstract

Gangguan hubung singkat di Penyulang tanjung raya dua merupakan permasalahan serius bagi GI Sungai Raya apabila tidak ditangani dengan benar. Untuk itu, gangguan hubung singkat yang terjadi pada penyulang, harus diatasi agar waktunya tidak melebihi batas kemampuan trafo tenaga, dan juga mengganggu belangsungnya aliran daya pada daerah yang tidak terganggu, yaitu dengan mengatur koordinasi pada peralatan proteksi. Didalam penelitian ini, peralatan proteksi yang digunakan yaitu rele arus lebih. Perhitungan arus gangguan hubung singkat pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode impedansi. Agar dapat mengevaluasi koordinasi rele arus lebih  yang berada di sepanjang Penyulang tanjung raya dua, dengan panjang penyulang masing-masing 4,125 Kms dan 16,5 Kms, maka perhitungan arus gangguan hubung singkat dibagi menjadi lima titik gangguan berdasarkan persentase panjang penyulang, yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Ada 3 jenis gangguan hubung singkat yang dihitung, yaitu gangguan hubung singkat tiga fasa, gangguan hubung singkat dua fasa, gangguan hubung singkat satu fasa. Dari ketiga jenis gangguan hubung singkat tersebut, gangguan hubung singkat tiga fasa lah yang paling besar yaitu 11855,24 A pada 0% panjang jaringan, kemudian gangguan hubung yang terkecil adalah gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah yaitu 914,43 A pada 100% .Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada penyulang Tanjung Raya Dua besarnya arus gangguan hubung singkat yang terjadi dipengaruhi oleh nilai impedansi dan jarak panjang penyulang, semakin jauh jarak gangguan maka semakin kecil pula arus gangguan hubung singkatnya, dan dapat dilihat pula semakin besar arus gangguan hubung singkat yang terjadi maka semakin cepat juga waktu rele proteksi bekerja. Besar arus gangguan hubung singkat tiga fasa lebih besar dari arus gangguan hubung singkat dua fasa dan satu fasa ketanah.Besarnya arus gangguan hubung singkat dipengaruhi jarak titik gangguan, semakin jauh titik lokasi gangguan maka semakin kecil arus gangguan hubung singkat, begitu pula sebaliknya.Semakin besar arus gangguan hubung singkat maka semakin cepat waktu kerja rele proteksi melakukan trip.waktu kerja rele dipenyulang lebih cepat dibanding waktu kerja rele di incoming rele, ini dikarenakan rele dipenyulang bekerja sebagai proteksi utama. Sedangkan rele di incoming bekerja sebagai proteksi cadangan
EVALUASI KEANDALAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DAN RUGI-RUGI ENERGI YANG TIDAK TERSALURKAN PADA FEEDER RAYA 10/ADISUCIPTO Ya' M Randa; Hardiansyah -; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i1.40557

Abstract

Penelitian evaluasi keandalan sistem jaringan distribusi 20 kV dan rugi-rugi energi yang tidak tersalurkan pada Feeder Raya 10 dilakukan berdasarkan tinjauan gangguan yang dialami seperti  JTM putus fasa trip, beban bus4, BC 4-3 berdesir, LBS trip ssaat penambahan SSO, gangguan temporer. Demi menjaga kualitas sistem dibutuhkan pemeliharaan, penanganan cepat agar dapat mengurangi gangguan tersebut. Metode perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan indek keandalan SAIFI, SAIDI, ENS, AENS. Berdasarkan hasil perhitungan SAIFI diperoleh dengan nilai 0,7960 kali/tahun. SAIDI diperoleh 0,7777 jam/tahun. Jika ditinjau dari indek keandalan SAIFI dan SAIDI  terbilang handal  untuk SPLN  68-2  :  1986.  Berdasarkan hasil  perhitungan ENS  sebesar  7,5130 kWh. Sedangkan AENS sebesar 8,3944 kWh. Rugi-rugi energi dari perhitungan total ENS/AENS jika harga listrik PLN per kWh tahun 2018 adalah 1.467.28/kWh, maka kerugian PLN akibat gangguan pada Feeder di PT. PLN Raya 10 tahun 2018 adalah sebesar Rp. 1,241,672/kWh
STUDI PENYAMBUNGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS DARI PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) PADA SISTEM 20 KV DI KABUPATEN SANGGAU Dodi Afri Rizal; Rudy Gianto; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.46711

Abstract

Pemanasan global mendorong pemerintah menyerukan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). PLN mendukung kebijakan tersebut dengan mengizinkan Distributed Generation (DG) berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) tersambung dengan sistem distribusi apabila memenuhi persyaratan dalam S.K/DIR/0357/2014. Lokasi penempatan DG ditentukan dekat dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Dalam hal ini dipilih Kecamatan Kembayan dengan produksi 60 ton TBS/jam dengan titik sambung melalui Penyulang Kembayan. Sebelum PLTBG disambungkan dengan jaringan distribusi 20 kV, dilakukan simulasi dengan ETAP agar penyambungan sesuai standar S.K/DIR/0357/2014. Parameter dalam standar yaitu profil tegangan dan rugi-rugi daya aktif. Kondisi eksisting GH Tanjung dilayani oleh GI Sanggau melalui Penyulang Meliau. Hasil simulasi menunjukkan drop tegangan tertinggi saat Waktu Beban Puncak (WBP) sebesar 23% dan rugi-rugi daya terbesar 14,05% terjadi pada Penyulang Kembayan. Setelah penyambungan PLTBG ke Penyulang Kembayan, drop tegangan tertinggi saat WBP adalah 5,55% pada bus Balai dan rugi-rugi daya 13,22% terjadi pada Penyulang Kembayan. Penyambungan PLTBG memperbaiki profil tegangan sehingga tidak drop lebih dari 10%. Rugi-rugi daya total mengalami penurunan 6,42% saat WBP. Berdasarkan hasil pengujian, persyaratan untuk penyambungan PLTBG ke GH Tanjung sistem 20 kV Sanggau melalui Penyulang Kembayan telah dipenuhi.
EVALUASI TEGANGAN SENTUH TEGANGAN LANGKAH DAN TEGANGAN PINDAH GITET 275 KV BENGKAYANG Hary Budiman; Bonar Sirait; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42477

Abstract

Penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui besar pada  tegangan sentuh, tegangan langkah dan tegangan pindah pada gardu induk 275 KV Bengkayang. Pada Gardu Induk 275 kV Bengkayang memiliki kandungan jenis tanah liat dan ladang dengan nilai resistansi tanah 100 ohm.  Gardu induk 275 kV Bengkayang memiliki sistem pentanahan grid dengan jumlah batang pentanahan sebanyak 53 batang.  Hasil  perhitungan diperoleh besar tegangan sentuh yang diizinkan pada Gardu Induk 275 kV Bengkayang didapat dengan nilai 1.145 V untuk berat badan 50 kg dan 1.527 V untuk berat badan 70 kg. untuk nilai tegangan Langkah didapatkan hasil dengan nilai 3.955 V untuk manusia dengan berat badan 50 kg dan 5.269 V untuk manusia dengan berat badan 70 kg. Untuk nilai tegangan sentuh yang sebenarnya didapatkan hasil dengan nilai 374 V dan tegangan Langkah yang sebenarnya didapatkan dengan hasil 1.102 V.  Dari hasil tersebut menyatakan bahwa nilai tegangan sentuh yang sebenarnya dan nilai tegangan Langkah yang sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai tegangan sentuh yang diizinkan dan nilai tegangan Langkah yang diizinkan. sehingga keamanan pada area sekitar gardu induk tersebut masih dikategorikan aman untuk pekerja yang berada di area gardu induk tersebut.