Muhammad Mursyid
Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan Antara Fatherless Dengan Regulasi Emosi Pada Remaja SMP Negri 1 Limboto Salsa Veronika Koem; Anik Indarwati; Muhammad Mursyid
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2676

Abstract

Permasalahan regulasi emosi pada remaja menjadi perhatian karena masa remaja ditandai perubahan emosional, sosial, dan psikologis yang kompleks. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan keluarga, khususnya keterlibatan ayah, dalam membantu remaja mengelola emosi secara adaptif. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan regulasi emosi adalah kondisi fatherless, yaitu kurangnya keterlibatan figur ayah dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun emosional. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara fatherless dengan regulasi emosi di SMP Negeri 1 Limboto. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Responden penelitian berjumlah 57 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Father Presence Questionnaire (FPQ) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Hasil uji reliabilitas menunjukkan variabel fatherless memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.964 dan regulasi emosi sebesar 0.813 sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis data menggunakan uji deskriptif, normalitas, linearitas, dan Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 24 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif dan signifikan antara fatherless dengan regulasi emosi remaja. Nilai korelasi sebesar r = -0,623 dengan signifikansi p = 0,000. Temuan penelitian menunjukkan remaja dengan keterlibatan ayah yang rendah cenderung mengalami kesulitan memahami, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi ketika menghadapi masalah sehari hari, sehingga diperlukan perhatian lingkungan sekolah untuk mendukung perkembangan emosional remaja secara optimal.
Pengaruh Body image terhadap Kepercayaan Diri pada Mahasiswa Psikologi di Universitas Muhammadiyah Gorontalo Friska Oktaviana Banyamin; Anik Indarwati; Muhammad Mursyid
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2683

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek psikologis yang penting dalam perkembangan mahasiswa dan dapat dipengaruhi oleh cara individu memandang serta menilai kondisi tubuhnya. Body image yang positif cenderung meningkatkan kepercayaan diri, sedangkan body image yang negatif dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh body image terhadap kepercayaan diri pada mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 75 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi sebanyak 297 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala body image dan skala kepercayaan diri yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh body image terhadap kepercayaan diri mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat body image pada kategori sedang (70,7%) dan tingkat kepercayaan diri yang juga berada pada kategori sedang. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa body image berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri mahasiswa (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa body image memberikan kontribusi sebesar sekitar 30–40% terhadap variasi kepercayaan diri mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin positif persepsi mahasiswa terhadap tubuhnya, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan dirinya. Dengan demikian, body image merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam pembentukan kepercayaan diri mahasiswa serta mendukung perkembangan pribadi dan sosial yang lebih optimal di lingkungan perguruan tinggi.
Pengaruh Teacher Self-Efficacy Terhadap Motivasi Mengajar Pada Anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Tibawa Intan Nur&#039;Ain Akuba; Anik Indarwati; Muhammad Mursyid
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3535

Abstract

Motivasi mengajar merupakan faktor penting yang mendukung efektivitas proses pembelajaran dan kinerja guru. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi motivasi mengajar adalah teacher self-efficacy, yaitu keyakinan guru terhadap kemampuannya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teacher self-efficacy terhadap motivasi mengajar pada anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Tibawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Populasi penelitian terdiri atas seluruh anggota KKG Kecamatan Tibawa dengan jumlah sampel sebanyak 50 guru yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Teacher's Sense of Efficacy Scale (TSES) dan Work Tasks Motivation Scale for Teachers (WTMST). Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh teacher self-efficacy terhadap motivasi mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teacher self-efficacy dan motivasi mengajar berada pada kategori sedang. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa teacher self-efficacy tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi mengajar dengan nilai signifikansi sebesar 0,361 (p > 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,017 menunjukkan bahwa teacher self-efficacy hanya memberikan kontribusi sebesar 1,7% terhadap motivasi mengajar, sedangkan 98,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan demikian, teacher self-efficacy bukan merupakan faktor yang secara signifikan memengaruhi motivasi mengajar pada anggota KKG Kecamatan Tibawa.
Hubungan Antara Forgiveness Dengan Kualitas Persahabatan Pada Remaja MAN 1 Kota Gorontalo Mutiara Kasim; Lenny Syamsuddin; Muhammad Mursyid
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara forgiveness dengan kualitas persahabatan pada remaja di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo. Forgiveness merupakan kemampuan individu untuk mengurangi motivasi menghindar dan membalas kesalahan serta meningkatkan niat baik terhadap pihak yang melakukan pelanggaran. Kemampuan ini penting dalam kehidupan remaja karena dapat membantu menjaga hubungan sosial yang sehat, menyelesaikan konflik secara konstruktif, serta memperkuat kualitas persahabatan yang terjalin dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.428 siswa, sedangkan sampel penelitian sebanyak 312 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan rumus slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala forgiveness berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Michael E. McCullough dan skala kualitas persahabatan yang mengacu pada Friendship Quality Scale (FQS). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman’s Rho  untuk menguji hubungan antar variabel penelitian secara lebih mendalam dan sistematis. Hasil analisis menunjukan bahwa rata-rata skor forgiveness sebesar 77,39 dengan standar deviasi 8,356, sedangkan rata-rata skor kualitas persahabatan sebesar 66,66 dengan standar deviasi 8,099. Sebagian besar responden berada pada kategori sedang pada variabel forgiveness yaitu sebesar 74%, sedangkan pada variabel kualitas persahabatan sebesar 83%. Hasil tersebut menunjukan bahwa siswa telah memiliki kemampuan memaafkan dan kualitas hubungan persahabatan yang cukup baik. Hasil uji hipotesis menunjukan adanya hubungan positif dan signifikan antara forgiveness dengan kualitas persahabatan (r = 0,311; p = 0,000 < 0,05). Temuan ini menunjukan bahwa semakin tinggi kemampuan memaafkan yang dimiliki siswa, maka semakin baik pula kualitas persahabatan yang terjalin. Dengan demikian, forgiveness berperan penting dalam menciptakan hubungan sosial yang harmonis, positif, dan saling mendukung bagi perkembangan sosial remaja dilingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan.
Hubungan Self-Compasion dengan Burnout Akademik pada Man 1 Kota Gorontalo Putri Mutmaina Datau; Anik indarwati; muhammad mursyid
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3049

Abstract

Burnout akademik merupakan kondisi kelelahan emosional, sikap sinis terhadap aktivitas belajar, serta menurunnya keyakinan terhadap kemampuan diri akibat tuntutan akademik yang berkepanjangan. Salah satu faktor yang dapat membantu siswa menghadapi tekanan akademik adalah self-compassion, yaitu kemampuan individu untuk bersikap baik kepada diri sendiri, menerima kekurangan, dan memandang kegagalan sebagai bagian dari pengalaman hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan burnout akademik pada siswa MAN 1 Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.049 siswa dengan sampel sebanyak 92 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Self-Compassion berdasarkan teori Neff dan skala Burnout Akademik berdasarkan teori Schaufeli dkk. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dan burnout akademik (r = -0,542; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-compassion yang dimiliki siswa, maka semakin rendah burnout akademik yang dialaminya. Sebaliknya, semakin rendah self-compassion, maka semakin tinggi burnout akademik yang dirasakan siswa. Dengan demikian, self-compassion berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan burnout akademik pada siswa MAN 1 Kota Gorontalo.
HUBUNGAN KONTROL DIRI DENGAN KECANDUAN INTERNET PADA SISWA SMP NEGERI WIDYA KRAMA DI KABUPATEN GORONTALO Muhamad Mursyid; Nurhikma Mahmud
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 1, No 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.1.1.52-60.2022

Abstract

Social media addiction is a psychological disorder characterized by the behavior of accessing social media by spending a lot of time due to a lack of self-control. This study aims to determine the relationship of self-control with internet addiction. The type of research used is quantitative with a correlational design. The total population is 211 students, sampled using the solving formula. Namely, there are 68 students as samples. They were collecting data using questionnaires and data analysis using Rank Spearman with a significance level of 95% (α=0.05). The results showed that 60 students had good self-control with mild internet addiction, 59 students and statistical test results obtained p=0.001 (p<0.05), so it can be concluded that there is a relationship between self-control and internet addiction and the correlation coefficient value is 0.396, it indicates a high relationship between self-control and internet addiction.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN AL-ISLAM KABUPATEN GORONTALO Muhamad Mursyid; Riskawati Ladiku
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 2, No 1 (2023): April 2023
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.2.1.37-43.2023

Abstract

Adolescents who live in Islamic Boarding Schools are prone to experiencing self-acceptance problems. The ability to accept one’s self can be influenced by one of their social support. The study aims to determine the relationship between social support and self-acceptance in adolescents at Al Islam Islamic Boarding School, Gorontalo Regency. Quantitative research with a cross-sectional study approach. The independent variable is social support, while the dependent variable is self-acceptance. The population is adolescents in seventh grade with as many as 228 people. The sample was 45 people with a purposive sampling technique. Data were collected by questionnaire and analyzed using product moment and linearity tests. The results showed that adolescents at Al-Islam Islamic Boarding School mostly had moderate social support (62.2%) and moderate self-acceptance (57.8%). The results of the analysis obtained a significance value (ρ) of 0.001, an F deviation from linearity value of 1.096, and a p-value of 0.403 (>0.05). It is concluded that there is a relationship between social support and adolescent self-acceptance at Al-Islam Islamic Boarding School, Gorontalo Regency. 
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA SANTRIWATI KELAS VII MTS DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH Muhamad Mursyid; Siti Fathiah Biongan
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 2, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.2.2.53-58.2023

Abstract

This research aims to determine the relationship between social support and self-adjustment in female students of Class VII MTs at the Al-Falah Islamic Boarding School. This researchuses a quantitative research design with a population of 45 female students. The total sample was 45 female students using total sampling technique. The research results showed the level of social support for female students is in the medium categoryat 28 with 62.2%. Mean while female students' self-adjustment was in the medium category at 31 with 68.9%. Based on the results of the spearmenrank correlationtest with a correlationvalue (r) of 0.498 and a sig value (p) = 0.000 (p<0.05). Thus it can be concluded, thereis a positive relationship between social support and self adjustment in class VII MTs female students at the Al-Falah Islamic boarding school. This shows the higher social support, the better student's self-adjustment
Burnout Ditinjau dari Big Five Personality Traits pada Pegawai Puskemas Fadhila A. Husain; Lenny Syamsuddin; Muhammad Mursyid
Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi Vol 6 No 2 (2026): PSIKODINAMIKA : Jurnal Literasi Psikologi, Juli 2026
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/psikodinamika.v6i2.10001

Abstract

High work demands among public health center employees and the scarcity of research on the Big Five Personality Traits and burnout within Indonesian primary healthcare motivated this study. The objective was to examine the relationship between the Big Five Personality Traits and burnout among employees at Telaga Public Health Center, Gorontalo Regency. A quantitative correlational design was utilized. The research population included 83 employees selected through total sampling, with a final sample of 62 respondents. Data collection employed the Big Five Inventory (BFI) and the Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI), and analysis was conducted using the Pearson Product-Moment correlation test in Jamovi. Results indicated a significant negative relationship between conscientiousness and burnout (r = - 0.314; p = 0.013), with weak correlation strength. A significant positive relationship observed between neuroticism and burnout (r = 0.37; p = 0.003) with weak-to-moderate correlation. Extraversion, agreeableness, openness to experience did not demonstrate significant relationships with bumout (p > 0.05). These findings suggest that personality characteristics influence employee burnout levels and may inform strategies to prevent and manage burnout in healthcare settings. The study may serve as a reference for developing national-level mental health initiatives for public health center employees. Keywords: Big Five Personality Traits, burnout, public health center employees