Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MUTU CHURROS DAUN KELOR DAN TEPUNG KACANG MERAH SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN BAGI REMAJA PUTRI ANEMIA Tisa Rahma; Witri Priawantiputri; Dadang Rosmana; Agustina Indrihapsari; Fred Agung Suprihartono
Jurnal Gizi dan Dietetik Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Gizi dan Dietetik
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jgd.v1i2.1248

Abstract

Salah satu masalah yang sering terjadi pada remaja putri adalah anemia yang dapat dicegah dengan meningkatkan asupan makanan tinggi zat besi dan protein. Daun kelor merupakan salah satu pangan lokal tinggi zat besi, sedangkan kacang merah tinggi dalam kandungan protein. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh formulasi daun kelor dan tepung kacang merah terhadap sifat organoleptik serta kandungan zat gizi (zat besi dan protein) pada churros. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan tiga perlakuan yaitu perbandingan daun kelor dan tepung kacang merah 25%:75%, 50%:50%, dan 75%:25%. Sampel diujikan kepada 30 panelis agak terlatih. Analisis data sifat organoleptik menggunakan uji non parametrik Kruskall Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata pada tingkat kesukaan panelis terhadap seluruh aspek organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, overall) churros (p>0.05). Hasil uji laboratorium, terhadap formula terbaik menunjukkan bahwa 1 porsi churros (40 gr) formula (50% :50%) dapat memenuhi kecukupan zat besi selingan remaja sebanyak 114%, sedangkan kecukupan selingan protein masih belum terpenuhi karena hanya memenuhi 54% dari kecukupan protein selingan remaja. Produk ini dapat menjadi makanan selingan bagi remaja putri, namun perlu dilakukan pengembangan produk lebih lanjut untuk menyempurnakan formulasi dan menambah kandungan protein agar memenuhi kebutuhan protein selingan remaja.
SIFAT ORGANOLEPTIK SNACK BAR TEPUNG SUKUN KACANG MERAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Wina Nabila Turohim; Fred Agung Suprihartono; Gurid Mulyo; Ramanda Alfika; Hervina Sahrul Nasution; Enung Nurhotimah
Jurnal Inovasi Bahan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL INOVASI BAHAN LOKAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jibpm.v5i1.4905

Abstract

Background: Diabetes mellitus type II is a chronic metabolic disease that requires dietary management, including low glycemic index and high-fiber snacks to help control blood glucose levels. Objective: This study aimed to determine the organoleptic properties of a snack bar made from breadfruit flour and red bean flour with dried apple topping as a snack for type II diabetes mellitus patients. Methods: This experimental study used three formulations: F1 (20%:80%), F2 (40%:60%), and F3 (10%:90%) breadfruit to red bean flour ratios. Hedonic testing was conducted by 30 semi-trained panelists using a 1-7 scale. Nutritional content was calculated using the Indonesian Food Composition Table (TKPI) 2019 and USDA data, and the estimated glycemic index was calculated using the overall glycemic index formula. Results: Formula F3 (10%:90%) had the highest overall acceptance (mean score 5.67) and was most preferred for taste, aroma, and texture. Nutritional content per serving of F3 was 165 kcal energy, 8.2 g protein, 5.3 g fat, 22.3 g carbohydrate, and 5.9 g fiber. The estimated glycemic index of all three formulas was low (<55). Conclusion: The snack bar with 10% breadfruit and 90% red bean flour was the most acceptable, had low glycemic index and high fiber, and was suitable as a snack for type II diabetes mellitus patients.