Mahira
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI PELATIHAN GURU PROFESIONAL DI SD INPRES 12/79 DESA ABBUMPUNGENG Ade Ria; Firmansyah; Nursina; Dian Islamiati; Alim ramadan; Muhajir; Mahira; Sri Wahyuni Bakri; Alyfiah Annisa Zalzabila
Pangulu Abdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Pangulu Abdi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PPM LP2M UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/pangabdi.v2i1.34123

Abstract

Pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap peningkatan hasil belajar siswa SD Inpres 12/79 desa Abbumpungeng Mengajarkan ilmu adalah suatu perbuatan yang baik dalam hidup. Oleh sebab itu, seorang pengajar di tuntut untuk mempunyai ilmu yang luas tentang ilmu-ilmu dunia maupun agama agar dapat melaksanakan tanggung jawab dengan baik hingga mencapai tujuan yang diinginkan. Tim pengabdian melaksanakan persiapan kegiatan dalam bentuk tindakan awal, yaitu menyusun rancangan pemberdayaan masyarakat dalam implementasi nilai-nilai social budaya dan keagamaan selama enam hari dengan cara FGD (Focus Grouf Discussion). Khususnya untuk tenaga pendidik, sangat minim sekali tenaga pendidik yang ada di desa Abbumpungeng khususnya di Sekolah Dasar Inpres 12/79 desa Abbumpungeng tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan tenaga pendidik tambahan yang memang benar-benar mampu melaksanakan pengajaran tersebut, sehingga kepala UPT sekolah tersebut tidak lagi mencari tenaga pendidik dari luar desa mereka untuk mengajarkan ilmu-ilmu kepada siswa-siswa yang ada di sekolah tersebut. Tim pengabdi mencoba memberikan pemahaman kepada tenaga pendidik yang ada di sekolah tersebut tentang bagaimana keterampilan dalam mengajar yang baik agar dengan keterampilan tersebut siswa-siswa di sekolah dapat dengan mudah mampu memahami dan cepat menangkap apa yang telah diajarkan
ANALISIS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN VISI DAN MISI SMA NEGERI 11 LUWU KECAMATAN LAMASI KABUPATEN LUWU Mahira; Ilyas; Tenri Sau
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02 Juni 2026 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.56302

Abstract

School vision and mission serve as strategic directions for achieving educational goals; however, their implementation often encounters challenges related to organizational commitment, communication, and program alignment. This study aimed to analyze the principal’s leadership in realizing the vision and mission of SMA Negeri 11 Luwu and to identify the supporting and inhibiting factors influencing the process. The research employed a qualitative descriptive approach conducted at SMA Negeri 11 Luwu, Lamasi District, Luwu Regency. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, vice principals, and school personnel. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the principal’s leadership in realizing the school vision and mission was implemented through five interconnected dimensions: communication of the vision and mission, principal role modeling, empowerment of school members, program alignment, and continuous supervision and evaluation. Effective communication fostered a shared understanding among school stakeholders, while role modeling strengthened organizational culture and commitment. Empowerment encouraged active participation in achieving school goals, and program alignment ensured that school activities supported the strategic direction of the institution. Continuous supervision and evaluation functioned as mechanisms for monitoring achievement and improving performance. Supporting factors included strong commitment, collaborative culture, and organizational support, whereas inhibiting factors involved differences in understanding the vision and mission, uneven participation, and limitations in evaluation practices. The study concludes that integrated principal leadership plays a crucial role in translating the school vision and mission into sustainable organizational practices.