Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploring tabooed food among Dayaknese of Ngaju Women in Central Kalimantan Province, Indonesia Suyitno; Suwarni, Linda; Asmarawanti; Sadli, Mohamad; Sera, Agnescia Clarissa
Public Health of Indonesia Vol. 9 No. 3 (2023): July - September
Publisher : YCAB Publisher & IAKMI SULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v9i3.715

Abstract

Background: Dayak Ngaju is a sub-ethnic group of the Dayak tribe in Central Kalimantan, Indonesia. This group practices cultural practices as an identity, including the food taboo. Objective: This study aimed to explore the food taboo practices among women of Ngaju Dayaknese living in Central Kalimantan Province. Methods: A qualitative descriptive study was employed. A total of 12 informants were included, consisting of three pregnant women and two breastfeeding women as the main informants, five relatives of each woman, a midwife, and an ethnic leader. The in-depth interview was done in the study of Kartamulya Village, Sukamara District, Central Kalimantan Province. Content analysis was used for data analysis.  Results: All the women were of reproductive age. Types of foods and dishes that are categorized as taboo include unripe pineapple, durian, chempedak, jackfruit; gourami (kalui), catfish/lele, puffer fish/buntal, wallago/tapah, snakehead fish/kerandang, marble goby/bakut/betutu, forest snakehead fish/jujung, shark catfish/patin; luffa gourd/gambas/oyong, bamboo shoots, stinky beans/jengkol; and soda. The food taboo for breastfeeding mothers was not described in detail. Conclusion: There was no reason to accept the scientific aspects of avoiding those foods rationally. Restricting the consumption of food during pregnancy and breastfeeding might have the risk of being anemic. Further study can include the anemia assessment to examine the impact of food taboo practices and anemia. Stakeholders at the village level can collaborate to decrease the negative health impact of food taboo practices on pregnant and breastfeeding mothers.  
Hubungan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Kelurahan Baros Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Baros waluya, ady; Asmarawanti; Paridah, siti; Wahyudin, Dedi; Liawati, Nunung
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.330

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi yang umum dialami oleh lansia dan berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani secara optimal. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Baros Kota Sukabumi, tingkat kepatuhan lansia dalam mengonsumsi obat masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh rendahnya keyakinan diri (self efficacy). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan melibatkan 207 responden yang dipilih melalui metode cluster sampling. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self efficacy rendah (59,9%) dan tingkat kepatuhan yang juga rendah (58%). Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara self efficacy dan kepatuhan minum obat (p = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa lansia dengan self efficacy yang lebih tinggi cenderung memiliki kepatuhan minum obat yang lebih baik. Intervensi berupa edukasi serta dukungan psikososial diperlukan untuk meningkatkan self efficacy lansia.