Rastipiati Rastipiati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengalaman Pasien Penderita Kusta Dalam Pencarian Pengobatan di Wilayah Pare-Pare Sulawesi Selatan: Studi Fenomenologi Rastipiati Rastipiati; Titih Huriah; Arianti Arianti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.458

Abstract

Latar Belakang: Kusta merupakan salah satu penyakit yang sering ditakuti karena dapat menyebabkan kecacatan. Penderita kusta tidak akan mengalami kecacatan jika segera melakukan pengobatan yang secara tepat. Penelitian ini bertujuan menggali dan memahami secara mendalam tentang pengalaman pasien penderita kusta dalam pencarian pengobatan di wilayah Pare Pare Sulawesi Selatan.Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Partisipan pada penelitian ini diambil secara purposive sampling, interpretasi data menggunakan metode model Spiegelberg.Hasil: Tema yang teridentifikasi pada penelitian ini adalah: 1) Pilihan dan keyakinan pengobatan tradisional, 2) Berat ringan stimulus kehidupan, 3) Keterbatasan pengetahuan dan dukungan, 4) Harapan dan realitas dukunganKesimpulan: Pengalaman pasien penderita kusta dalam pencarian pengobatan adalah keinginan dan motivasi untuk sembuh. Oleh karena itu perlunya informasi tentang pengobatan kusta yang tepat serta dukungan atau motivasi dari keluarga, teman atau orang lain disekitar, dan perawat yang berperan penting sebagai care giver, educator, fasilitator dalam pencarian pengobatan yang tepat.                                                                  Kata kunci: Kusta, Pengalaman, Pencarian Pengobatan, Studi fenomenologi.AbstractBackground: Leprosy is one of the diseases that is often feared due to it can cause disability. Lepers will not experience a disability if they immediately take proper treatment. The objective of the research is to find out and to understand deeply about lepers’ experience in seeking treatment in Pare-pare South Sulawesi.Method: This research applied qualitative phenomenology descriptive method; the process of data collection was done with an in-depth interview. The participants of this research were chosen using purposive sampling, the data interpretation using Spiegelberg method. Result: The research result identified theme: 1) Experience and belief traditional treatment, 2) Dynamic weighting of life stimulus, 3) Limited knowledge and support, 4) expectation and reality of support.Conclusion: This research concludes that lepers’ experience in seeking treatment is the desire and motivation to get well. Therefore, information about the proper treatment and support or motivation from family, friends or people around and nurses who play an important role as a caregiver, educator, facilitator in seeking proper treatment of leprosy are needed.            Keywords: Leprosy, treatment-seeking, experience, phenomenology.   
Pengalaman pasien penderita kusta dalam pencarian pengobatan di wilayah Pare-Pare Sul-Sel : studi fenomenologi Rastipiati Salahuddin; Titih Huriah
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 4, No 1: Maret 2020
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.221 KB) | DOI: 10.31101/jhes.531

Abstract

Kusta merupakan salah satu penyakit yang sering ditakuti karena dapat menyebabkan kecacatan. Penderita kusta tidak akan mengalami kecacatan jika segera melakukan pengobatan yang secara tepat. Penelitian ini bertujuan menggali dan memahami secara mendalam tentang pengalaman pasien penderita kusta dalam pencarian pengobatan di wilayah Pare Pare Sulawesi Selatan. Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Partisipan pada penelitian ini diambil secara purposive sampling, interpretasi data menggunakan metode model Spiegelberg. Tema yang teridentifikasi pada penelitian ini yaitu, 1) Pilihan dan keyakinan pengobatan tradisional, 2) Berat ringan stimulus kehidupan, 3) Keterbatasan pengetahuan dan dukungan, 4) Harapan dan realitas dukungan. Pengalaman pasien penderita kusta dalam pencarian pengobatan adalah keinginan dan motivasi untuk sembuh. Oleh karena itu perlunya informasi tentang pengobatan kusta yang tepat serta dukungan atau motivasi dari keluarga, teman atau orang lain disekitar, dan perawat yang berperan penting sebagai care giver, educator, fasilitator dalam pencarian pengobatan yang tepat.
Pengalaman orang tua dalam pencegahan kejadian Stunting di wilayah Kabupaten Kuningan Jawa Barat : Studi Fenomenologi Rastipiati, Rastipiati; Wulandari, Wulandari
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 3 No 2 (2023): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v3i2.713

Abstract

Latar Belakang : Masalah stunting menjadi fenomena di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Wilayah Kabupaten Kuningan termasuk kejadian stunting yang cukup tinggi dan di intervensi program stunting lebih maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengalaman orang tua dalam pencegahan kejadian stunting di wilayah Kabupaten Kuningan Jawa Barat.Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi deskriptif, proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Partisipan pada penelitian ini diambil secara purposive sampling, interpretasi data menggunakan metode Collaizi.Hasil : Hasil penelitian teridentifikasi 4 tema: Sudut pandang dan pengalaman, Respon psikologis, Harapan orang tua, Dukungan moril dan materil.Kesimpulan : Pengalaman orang tua dalam pencegahan stunting adalah keinginan dan motivasi terhadap kejadian stunting. Bagi orangtua diharapkan berupaya mengakses informasi terkait pencegahan stunting dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh Konsumsi Air Kelapa Muda Hijau (Cocos Viridis) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Nugraha, Moch. Didik; Komalasari, Mala; Rastipiati, Rastipiati
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i01.1260

Abstract

Latar Belakang : Angka kejadian hipertensi berdasarkan data dari organisasi kesehatan dunia WHO tahun 2023 memperkirakan sebanyak 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi. Salah satu pengobatan yang dapat dikonsumsi Masyarakat yaitu pengobatan non farmakologi dengan mengkonsumsi air kelapa muda hijau (Cocos Viridis) yang dianggap sebagai salah satu terapi alternatif mudah untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi air kelapa muda hijau (Cocos Viridis) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental dengan One Group Pre and Post-test design. Jumlah sampel sebanyak 19 responden dengan teknik Purposive Sampling. Analisis data Bivariat menggunakan Uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test dan instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini Spigmomanometer, SOP pengukuran tekanan darah, SOP pemberian air kelapa muda hijau (Cocos Viridis) dan lembar observasi.Hasil : Nilai rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah diberikan air kelapa muda hijau (Cocos Viridis) dengan hasil 170 mmHg dan 130 mmHg dan hasil rata-rata tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah diberikan air kelapa muda hijau (Cocos Viridis) dengan hasil 95 mmHg dan 80 mmHg. Yang artinya keduanya mengalami penurunan. Nilai Bivariat Uji Normalitas Data dengan nilai sig sistolik (Pre) 0,203, Sistolik (Post) 0,030, Diastolik (Pre) 0,107, Diastolik (Post) 0,011 menunjukkan data tidak berdistribusi normal maka peneliti menggunakan uji alternatif uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan p value sebesar 0,000.Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian Air Kelapa Muda Hijau (Cocos Viridis) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
The Effect of Progressive Muscle Relaxation Therapy and Deep Breath Relaxation on Lowering Blood Pressure in Hypertension Patients in Selajambe Village, Selajambe District, Kuningan Regency in 2024 Rastipiati, Rastipiati; Nugraha, Moch. Didik; Nur Alifah, Dea
INDOGENIUS Vol 4 No 2 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i2.581

Abstract

Background & Objective: Hypertension is a disease that causes premature death in the world. West Java Province ranks second with the most hypertension patients with a prevalence of 39.60%. Treatment of hypertension uses pharmacological therapy which can be combined with non-pharmacological therapies such as relaxation therapy. Currently, the belief of hypertension sufferers in chemical drugs is decreasing, and increasing treatment using complementary therapies. This study aims to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy and deep breath relaxation on reducing high blood pressure in hypertensive patients in Selajambe village, Kuningan Regency, 2024. Method: This type of research is an analytic quasy experiment design with pre-test and post-test design. The population was 168 hypertensive patients with purposive sampling technique. Bivariate analysis using the T test. Result: The results showed that the average blood pressure before being given progressive muscle relaxation was 160.1/101.7mmHG which decreased to 135.6/79.35. The results of deep breath relaxation were 155.9/95.20mmHg decreased to 147.0/87.20mmHg. T test on progressive muscle relaxation obtained p-value = 0.000 on systole blood pressure and p-value = 0.006 on diastole blood pressure. The results of deep breath relaxation obtained p-value = 0.011 on systole blood pressure and p-value = 0.002 on diastole blood pressure (<0.05). Conclusion: There is an effect of progressive muscle relaxation therapy and deep breath relaxation on reducing high blood pressure in hypertensive patients in Selajambe village, Kuningan Regency, 2024. Hypertensive patients can combine drug therapy and relaxation as part of controlling blood pressure.
Hubungan antara self care management dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus di Desa Cisantana Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Rastipiati, Rastipiati; Amelia, Agnes
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 4 No 2 (2024): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v4i2.1109

Abstract

Latar Belakang: International Diabetes Federation (IDF) menyatakan bahwa peningkatan kejadian diabetes melitus diperkirakan sebesar 9,3% (463 juta) orang, dimana pada tahun 2030 akan menjadi 10,2% (578 juta) dan pada tahun 2045 akan menjadi 10,9% (700 juta). Penyakit diabetes melitus mempunyai risiko tinggi dalam penurunan angka harapan hidup dan kualitas hidup penderitanya. self care management merupakan penatalaksanaan untuk meminimalisir munculnya dampak dari diabetes melitus.Metode: Jenis penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 46 orang, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan rank spearman.Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar melakukan self care mangement baik sebanyak 34 (73,9%) dan memiliki kualitas hidup tinggi sebanyak 29 (63,0%). Hasil analisis bivariat dengan korelasi rank spearman didapatkan nilai p = 0,000 juga didapatkan hasil korelasi dengan nilai 0,782 yang memiliki kekuatan korelasi kuat.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara self care management dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus di Desa Cisantana Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan.
Hubungan antara sikap dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi Handayani, Putri; Rastipiati, Rastipiati; Kholilah, Siti
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/670m5n08

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi menjadi kasus silent killer karena sering tanpa gejala. Ketidakpatuhan minum obat menjadi penyebab utama tingginya angka kematian. Faktor ketidakpatuhan adalah kurangnya sikap dan dukungan keluarga, sehingga penting dilakukan pencegahan dengan patuh minum obat antihipertensi. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara sikap pasien dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Desa Cipondok Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 74 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi (univariat) serta uji korelasi Rank Spearman (bivariat).Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki sikap kepatuhan minum obat yang cukup (44,6%, n=33) dan dukungan keluarga yang baik (59,5%, n=44). Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan signifikan antara sikap dengan kepatuhan minum obat (ρ=0,528; p<0,001) dan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (ρ=0,357; p=0,002).Kesimpulan: Pengendalian tekanan darah membutuhkan kepatuhan pasien yang ketat terhadap regimen pengobatan, jadwal kontrol rutin, serta penatalaksanaan gaya hidup yang meliputi diet, aktivitas fisik, penghentian merokok.
PENGARUH TERAPI AIR PUTIH HANGAT DAN AIR PUTIH BIASA TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU (GDS) PADA LANSIA DIABETES MELITUS DI DESA LURAGUNG LANDEUH KECAMATAN LURAGUNG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2023 Rastipiati, Rastipiati; Nugraha, Moch. Didik; Purnama, Rian
National Nursing Conference Vol. 1 No. 2 (2023): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i2.865

Abstract

Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta dan jumlah penduduk sebesar 179,72 juta, ini berarti prevalansi diabetes di Indonesia sebesar 10,6%. Prevalensi DM di Jawa Barat mencapai 1,74% diperkirakan sekitar 570.611 penderita diabetes. Angka kejadian diabetes melitus menurut dinas kesehatan Kabupaten Kuningan pada tahun 2022 sekitar 14.772 orang. Kasus diabetes melitus terbanyak di Kecamatan Luragung mencapai 9,2% diperkirakan sekitar 1.363 orang. Tujuan penelitian yaitu untuk mengurangi terjadinya diabetes melitus pada lansia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Quasy Eksperimen. Populasi lansia yang mengidap diabetes melitus di Desa Luragung Landeuh sebanyak 77 orang. Responden dalam penelitian ini sejumlah 30 orang terdiri dari 15 orang air putih hangat dan 15 orang air putih biasa, teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis uji statistik menggunakan uji wilcoxon. Instrumen penelitian menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan lembar observasi. Hasil analisis uji paired samples test terapi air putih hangat diperoleh p- value 0,000 (<0,05) artinya terdapat Pengaruh Air Putih Hangat terhadap penurunan kadar gula darah pada lansia diabetes melitus. Hasil analisis uji wilcoxon terapi air putih biasa diperoleh p-value 0,000 (<0,05) artinya terdapat Pengaruh Air Putih Biasa terhadap penurunan kadar gula darah pada lansia diabetes melitus. keduanya sama-sama terdapat pengaruh dalam menurunkan kadar gula dalam darah pada lansia diabetes melitus. Terdapat Pengaruh Terapi Air Putih Hangat dan Air Putih Biasa terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) pada Lansia Diabetes Melitus di Desa Luragung Landeuh Tahun 2023. Perlunya mengaplikasikan Terapi Air Putih Hangat Dan Air Putih Biasa pada penderita Diabetes Melitus.