Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Factors Affecting the Income of Street Vendors Around the Barito Bridge. Ahmad Maulana; Syaharuddin Syaharuddin; Rusmaniah Rusmaniah; Raihanah Sari; Muhammad Rezky Noor Handy
Journal of Social Development Vol 1, No 2 (2023): Journal of Social Development, November 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-sod.v1i2.10058

Abstract

The purpose of this study is to find out what factors affect the income of street vendors around the Barito Bridge. Descriptive techniques are used in this study's qualitative methodology. The methods used to gather the data were observation, interviewing, and documentation. Data sources include both primary and indirect sources. The primary source of data for this study was street vendors who served as research participants. secondary information gleaned from various book reviews. The findings of this research show that the following are the main factors influencing the income of street vendors near the Barito Bridge (1) the initial capital used by street vendors to open a business is different. The greater the mode, the greater the income earned, (2) the trader's working hours or the length of time trading. The longer the trading time the greater the income earned, (3) work experience is very influential on the success of traders in earning income. The more experience, the management and trading strategy will be better. These elements favorably affect how much money street sellers make near the Barito bridge.
Pengembangan Produksi dan Pemasaran Roti Tawar Kukus Beku Berbasiskan Labu Kuning Varitas Juai di Kota Banjarbaru Rini Hustiany; Dessy Maulidya Maharani; Suci Latifah Noor Fahmi; Fhadila Salsabila; Tiara Florinda Amandita Amandita; Ahmad Maulana
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.10472

Abstract

Roti tawar kukus adalah sejenis roti yang terbuat dari bahan dasar tepung dan ragi, tidak memiliki isi dan memiliki tekstur yang padat. Subtitusi tepung terigu dengan puree labu kuning juai dapat menjadi inovasi dari segi rasa dan kandungan gizi pada roti tawar kukus. Selain itu, produk roti tawar kukus juga mendukung terjadinya diversifikasi pangan lokal Kalimantan Selatan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melatih mitra untuk dapat mengolah roti kukus tawar berbasiskan puree labu kuning juai dan memotivasi ketertarikan mitra menjadi pemasok roti kukus tawar berbasiskan puree labu kuning juai untuk jangka panjangnya. Pengembangan produk roti tawar kukus ini dilaksanakan di KWT Beruntung Barokah, Desa Beruntung Jaya, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Ibu-ibu yang ada di KWT tersebut sangat antusias mengikuti pelatihan dan demo pembuatan roti kukus tawar berbasiskan puree labu kuning juai. Ibu-ibu berpendapat bahwa mudah memahami materi, sesuai dengan kebutuhan, produk mempunyai daya tarik, dan berkualitas. Akan tetapi ibu-ibu masih ragu terhadap nilai jual produk ini dan pembuatan roti kukus tawar agak sedikit sulit. Selain itu pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan memberikan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat. Berdasarkan hal ini, ibu-ibu puas terhadap pelatihan ini dan menjadi pemicu kegiatan usaha masyarakat.
Urgensi Ratifikasi Statuta Roma Sebagai Solusi Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat: Urgency of Ratification of the Rome Statute as a Solution to Resolving Serious Human Rights Violations Ahmad Maulana; Mirza Satria Buana
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7732

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi ratifikasi Statuta Roma oleh Indonesia dalam rangka memperkuat penegakan hukum terhadap pelanggaran hak asasi manusia berat. Statuta Roma yang menjadi dasar Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menawarkan prinsip complementarity yang memungkinkan intervensi internasional jika sistem hukum nasional tidak mampu atau tidak bersedia mengadili pelaku kejahatan berat secara adil. Namun, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM di Indonesia hanya mengadopsi sebagian yurisdiksi ICC, tanpa mencakup kejahatan perang dan agresi. Penelitian ini menyoroti kelemahan sistem hukum nasional dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu, seperti penghilangan paksa tahun 1998, serta menekankan pentingnya harmonisasi hukum nasional dengan standar internasional untuk mencegah impunitas dan meningkatkan akuntabilitas. Kajian ini merekomendasikan ratifikasi Statuta Roma sebagai langkah strategis dalam reformasi hukum dan perlindungan HAM di Indonesia.