Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tegangan fuel pump dan penggunaan injector racing 8 hole terhadap performa mesin, konsumsi bahan bakar (Specific Fuel Consumption/SFC), dan emisi gas buang pada sepeda motor Honda Scoopy 110cc. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan membandingkan komponen standar dan modifikasi. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan tegangan fuel pump (12V, 13V, 13,5V, dan 14V) serta membandingkan injector standar 6 hole dengan injector racing 8 hole. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan injector racing dengan tegangan 12V menghasilkan torsi terbaik sebesar 14,10 Nm pada 3000 RPM (meningkat sekitar 1,07% hingga 1,25%). Namun, penggunaan injector standar dengan tegangan 14V menghasilkan daya puncak tertinggi sebesar 5,84 HP pada 5500 RPM, sementara injector racing justru menurunkan daya sebesar 0,94% hingga 1% karena pembakaran yang kurang efektif. Pada pengujian efisiensi, nilai SFC tertinggi (paling boros) ditemukan pada kombinasi injector racing dan tegangan 14V sebesar 0,4154 L/HP.h pada 9000 RPM. Untuk emisi gas buang, variasi tegangan dan jenis injector menyebabkan peningkatan kadar karbon monoksida (CO), karbondioksida (CO2), dan oksigen (O2), namun berhasil menurunkan kadar hidrokarbon (HC). Kesimpulannya, peningkatan tegangan fuel pump dan injector racing efektif meningkatkan torsi di RPM bawah, tetapi menurunkan efisiensi daya di RPM atas serta membuat konsumsi bahan bakar lebih boros.