Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : peshum

Pendidikan Multi Kultural Dalam Konsep Filsafat Pendidikan Islam Saiyed Mahmuddin Assaqqaf; Ferdinan; Bahaking Rama
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15462

Abstract

Pendidikan multikultural menjadi kebutuhan penting dalam masyarakat majemuk yang ditandai oleh keberagaman budaya, agama, dan latar sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji pendidikan multikultural dalam perspektif filsafat pendidikan Islam serta relevansinya dalam menghadapi tantangan sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui analisis terhadap berbagai sumber ilmiah yang membahas filsafat pendidikan Islam dan pendidikan multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam memberikan landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang kuat bagi pengembangan pendidikan multikultural berbasis nilai tauhid, keadilan, dan kemanusiaan. Integrasi pendidikan multikultural dalam pendidikan Islam berperan strategis dalam membentuk sikap toleran, inklusif, dan berkeadilan serta mencegah segregasi sosial di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, pendidikan multikultural dalam konsep filsafat pendidikan Islam relevan sebagai pendekatan transformatif untuk membangun sistem pendidikan yang harmonis dan berkeadaban di tengah masyarakat plural.
Pendidikan Islam Dalam Dinamika Dan Perubahan Sosial Ramlianto; Ferdinan; Bahaking Rama
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15463

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam menghadapi dinamika dan perubahan sosial yang terus berlangsung dalam masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan Islam, posisinya dalam dinamika sosial, serta perannya dalam merespons dan mengarahkan perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang transformatif. Pendidikan Islam yang adaptif, kontekstual, dan berlandaskan nilai-nilai Islam mampu menjawab tantangan globalisasi, digitalisasi, dan pergeseran nilai sosial tanpa kehilangan identitas dasarnya. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki kontribusi strategis dalam membentuk masyarakat yang beriman, berakhlak, dan berkeadaban di tengah perubahan sosial yang dinamis.
Aliran Empirisme dan Nativisme dalam Pendidikan serta Tinjauan Filsafaat Pendidikan Islam Abd.Haris; Irsyadah Ibrahim; Bahaking Rama; Ferdinan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15526

Abstract

Perdebatan tentang faktor dominan dalam perkembangan manusia melahirkan dua arus besar dalam filsafat pendidikan, yaitu empirisme dan nativisme. Empirisme menekankan pengalaman dan lingkungan sebagai penentu utama perkembangan, sedangkan nativisme menegaskan dominasi pembawaan sejak lahir. Artikel ini bertujuan menganalisis kedua aliran tersebut dan menempatkannya dalam kerangka filsafat pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan analisis konseptual-komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak berada pada posisi ekstrem empirisme maupun nativisme. Konsep fitrah dalam Islam mengandung potensi bawaan sekaligus membuka ruang besar bagi peran lingkungan dan proses pendidikan. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam menawarkan model integratif antara potensi dasar, pengalaman empiris, dan bimbingan nilai wahyu. Kontribusi artikel ini terletak pada formulasi sintesis konseptual antara teori perkembangan Barat dan paradigma fitrah dalam pendidikan Islam.