Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN ARUS LALU LINTAS DI SIMPANG GELORA SAMADOR KOTA MAUMERE, NUSA TENGGARA TIMUR Anastasia Merdekawati Noralita Soludale; Cornelia Hildegardis; Maria Carolin Tandafatu; Febriyanti Alwisye Wara
RUSTIC Vol 2 No 2 (2022): RUSTIC
Publisher : ITB Ahmad Dahlan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.661 KB) | DOI: 10.32546/rustic.v2i2.1749

Abstract

Noise is noise pollution that interferes with daily life. One source of noise comes from the flow of vehicle traffic. There are many office buildings and residential houses around the Gelora Samador intersection, Maumere City, it is necessary to conduct research to analyze the noise level of traffic flow. The method used in this study is to place a Sound Level Meter measuring instrument at several points around the Gelora Samador intersection, and from the measurement results it is analyzed to obtain the noise level of traffic flow. The results of this study indicate that the noise level that occurs exceeds the noise threshold standardized in KEP.48/MENLH/II/1996, so it is necessary to control efforts that can reduce the noise level that occurs, including the placement of vegetation, as well as the design of a sound barrier that can applied to the path itself.
Pendampingan Siswa dalam Penggunaan Perangkat Komputer Persiapan ANBK SDK Maumere 2 Kabupaten Sikka Cornelia Hildegardis; Anastasia Merdekawati Noralita Soludale; Febriyanti Alwisye Wara; Maria Carolin Tandafatu
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2002.743 KB) | DOI: 10.32503/cendekia.v4i2.2480

Abstract

Keterbatasan dalam mengakses komputer, internet maupun tidak adanya pengajar ahli merupakan beberapa faktor hambatan yang umumnya dirasakan siswa-siswi yang berada di Wilayah Timur Indonesia dalam mengenyam pendidikan. Berdasarkan keterbatasan tersebut, Fakultas Teknik mengadakan kegiatan pengabdian yang merupakan salah satu kegiatan tahunan guna memberikan pendampingan yang dibutuhkan siswa siswi khususnya menjelang ANBK. Kegiatan diutamakan pada sekolah yang tidak memiliki sarana prasarana seperti komputer sehingga salah satu sekolah terpilih pada tahun 2021 yakni SDK Maumere 2. SDK Maumere 2 merupakan salah satu sekolah mandiri dan tidak memiliki sarana komputer untuk digunakan siswanya. Sehingga pendampingan yang dilakukan dosen maupun mahasiswa ini dengan harapan agar dalam mengoperasikan komputer, siswa siswi di sekolah tidak mengalami kendala berarti ketika ANBK dilaksanakan.
ANALISIS DEFORMASI LATERAL KOLOM BETON BERTULANG, KOLOM BAJA, DAN KOLOM KOMPOSIT Maria Kurniaty Lete; Firnimus Konstantinus Bhara; Anastasia Merdeka Noralita Soludale
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol 1 No 2 (2021): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/semnastekmu.v1i1.120

Abstract

Di Indonesia banyak peristiwa bencana alam maupun bencana yang dibuat oleh manusia sendiri, seperti kegagalan pada bangunan selama umur rencana bangunan. Dalam merencanakan bangunan gedung diperlukan sebuah struktur bangunan yang stabil dan awet (tidak mudah terguling dan tergeser) selama umur rencana bangunan dan tidak membutuhkan biaya pemeliharaan yang berlebihan. Hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan bangunan gedung adalah merencanakan kolom. Apabila kolom mengalami kegagalan, dapat mengakibatkan keruntuhan struktur bangunan atas dari gedung secara keseluruhan. Hal tersebut merupakan suatu permasalahan yang dialami konsultan perencanaan bangunan gedung dalam merencanakan bangunan gedung. Diharapkan penelitian ini dapat menganalisa permasalahan dalam merencanakan bangunan gedung. Rencana pengambilan data bertujuan untuk mengetahui optimalisasi kolom dilihat dari deformasi yang terjadi dengan cara merencanakan kolom dengan menggunakan 3 material yang berbeda yaitu kolom beton bertulang menggunakan SNI 2847:2013 persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan penjelasannya, kolom baja, dan kolom komposit menggunakan SNI 1729:2002 persyaratan untuk perencanaan material baja dan komposit, sebagai perbandingan. Pedoman perhitungan pembebanan struktur kolom bangunan gedung menggunakan pedoman SNI 1727:13, PPUG (peraturan pembebanan untuk gedung1983) untuk perhitungan beban hidup, sedang perhitungan beban gempa menggunakan pedoman SNI 03-1726-2003 tatacara perencanaan ketahanan gempa untuk bangunan gedung. Penggumpulan data berupa studi pustaka dan software computer CSI SAP 2000 V14.2. Hasil penelitian deformasi lateral untuk material beton bertulang sebesar 0,05565, deformasi lateral untuk material baja sebesar 0,08819, deformasi lateral material komposit sebesar 0,07981.
ANALISA TARIF ANGKUTAN PEDESAAN KECAMATAN PAGA-TERMINAL MADAWAT DI KABUPATEN SIKKA Rudolfus Stephen; Anastasia Merdekawati Noralita Soludale
Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal In Create : Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi
Publisher : Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya kita menyadari bahwa tarif angkutan pedesaan terkadang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh sebagian masyarakat. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh pemakai jasa angkutan pedesaan adalah besarnya tarif yang harus dibayar untuk melakukan perjalanan. Dari pihak pengusaha angkutan pedesaan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengoperasikan angkutan pedesaan pada tingkat pelayanan tertentu. Sedangkan dari pihak pengguna (user) memberikan keuntungan yang besar bagi penyedia jasa, sehingga operator memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisa Tarif angkutan pedesaan trayek Kecamatan Paga-Terminal Madawat di Kabupaten Sikka, menggunakan metode Forum Studi Transportasi Perguruan Tinggi (FSTPT) dan metode Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ), serta membandingkan Tarif yang berlaku saat ini dengan kedua metode tersebut. Berdasarkan hasil analisa Tarif menunjukan tarif berdasarkan metode FSTPT adalah Rp 12.500,- perpenumpang sekali perjalanan dan Tarif berdasarkan metode DLLAJ adalah Rp 12.000,- perpenumpang sekali perjalanan dengan jarak 43 km.hasil analisa dari kedua metode tersebut sama dengan tarif yang diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka. Akan tetapi tarif yang diberlakukan oleh pemilik kendaraan berbeda dengan ketentuan tarif yang berlaku, yakni Rp.15.000,- untuk penumpang umum dan Rp.10.000,- untuk penumpang pelajar. Kata Kunci : Angkutan Umum, Biaya Opersional Kendaraan, Tarif, FSTPT, DLLAJ
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DI JALAN RAJA CENTIS KOTA MAUMERE Remigius Yasri; Anastasia Merdekawati Noralita Soludale; Yono Putra; Margaretha Yuneta
Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal In Create
Publisher : Increate - Inovasi dan Kreasi dalam Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan merupakan suara yang tidak dikehendaki dan mengganggu manusia. Bising yang ditimbulkan bukan hanya bunyi knalpot kendaraan yang melintas tetapi juga dapat disebabkan oleh gesekan antara permukaan jalan dan ban kendaraan, bahkan bunyi klakson kendaraan. Jalan Raja Centis merupakan salah satu ruas jalan yang terdapat di pusat kota Maumere. Jalan Raja Centis merupakan jalan kolektor dengan tipe jalan satu arah yang memiliki lebar badan jalan 6 meter. Kawasan sekitar ruas jalan Raja Centis merupakan kawasan komersil dengan jumlah arus lalu lintas yang cukup tinggi pada saat jam sibuk. Sepanjang jalan Raja Centis terdapat bangunan perdagangan (pertokoan) dan pasar yang beroperasi dari pukul 06:00 wita sampai dengan pukul 19:00 wita. Akibat tingginya arus lalu lintas di ruas jalan tersebut menimbulkan suara/bunyi yang dapat mengganggu kenyamanan bagi masyarakat di sekitar ruas jalan tersebut. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis tingkat kebisingan di jalan Raja Centis Kota Maumere dengan menggunakan standar SK Menteri Negara Lingkungan Hidup No: Kep.48/MENLH/XI/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Pengukuran nilai kebisingan menggunakan alat ukur Sound Level Meter (SLM). Berdasarkan hasil analisis, tingkat kebisingan di ruas jalan Raja Centis Kota Maumere tepatnya di depan Toko Laris diperoleh tingkat kebisingan sebesar 80,57 dBA. Dari nilai tersebut dapat diketahui bahwa tingkat kebisingan akibat arus lalu lintas di ruas jalan Raja Centis Kota Maumere telah melebihi standar baku mutu tingkat kebisingan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 untuk kawasan perdagangan dan jasa yaitu 70 dBA.
POLA PERILAKU MASYARAKAT BENA PADA TATANAN RUANG DALAM RUMAH ADAT BENA - NGADA Anastasia M. Noralita Soludale
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Nusa Nipa (UNIPA) merupakan salah satu Perguruan Tinggi di Kabupaten Sikka ke depannya akan berkembang pesat, sehingga membutuhkan pemikiran yang serius untuk menyediakan fasilitas ruang parkir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik dan kebutuhan ruang parkir. Penelitian ini menggunakan survei durasi parkir dengan cara mengadakan pengamatan dan pencatatan plat nomor serta waktu masuk dan keluar kendaraan dari lahan parkir UNIPA. Berdasarkan survei yang dilakukan, luas lahan parkir di Universitas Nusa Nipa Maumere untuk sepeda motor sebesar 324,6 m2 dan mobil sebesar 42 m2 . Hasil analisis menunjukkan karakteristik parkir kendaraan sebagai berikut: Akumulasi maksimal kendaraan roda dua sebesar 218 kend/jam dan kendaraan roda empat sebesar 7 kend/jam. Volume terbesar untuk sepeda motor sebesar 568 kendaraan dan untuk mobil sebesar 22 kendaraan. Turnover maksimal sepeda motor sebesar 2,41106 dan mobil sebesar 4,55. Indeks parkir sepeda motor dan mobil menunjukkan bahwa lahan parkir yang ada di Universitas Nusa Nipa Maumere masih memadai. Puncak durasi parkir untuk sepeda motor sebesar 68 kendaraan dan mobil sebesar 8 kendaraan dengan interval waktu untuk kedua jenis kendaraan tersebut yaitu 0:00-15:00. Ruang parkir yang ada saat ini di Universitas Nusa Nipa Maumere masih dapat menampung kendaraan pada saat jam puncak. Hanya diperlukan adanya pengaturan parkir sehingga lebih mengoptimalkan penggunaan lahan parkir yang ada
EVALUASI GEOMETRIK JALAN LUAR KOTA TRANS ENDE-WATUNESO STA 90+525,973-STA 92+357,543) Anastasia M. Noralita Soludale
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Trans Ende-Watuneso merupakan salah satu jalan utama di pulau Flores, yang menghubungkan antara Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende. Jalan ini sangat membantu peningkatan ekonomi masyarakat serta aspek lainya. Pada ruas jalan ini terdapat banyak tikungan tajam, yang secara otomatis membahayakan penggunanya baik kendaraan roda empat maupun roda dua. Oleh karena itu faktor tikungan sangat mempengaruhi keselamatan pengguna jalan sehingga perencanaan pada tikungan sangat perlu untuk diperhatikan agar perencanaannya sesuai dengan metode yang dipakai, dalam hal ini Metode Bina Marga. Proses perencanaan ini yang kerap kali diabaikan oleh konsultan perencana sehingga untuk meminimalisir kekeliruan perencanaan, dilakukan evaluasi geometrik jalan sesuai dengan standart yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga, yaitu Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota 1997. Data geometrik jalan diperoleh dari Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pejabat Pembuat Komitmen Wolowaru-Batas Kota Maumere. Hasil yang diperoleh dari evaluasi geometrik alinyemen horisontal pada jalan Trans Ende-Watuneso, bahwa perencanaan yang dilakukan tidak sesuai dengan TPGJAK 1997. Hal ini dapat menyebabkan turunnya tingkat keamanan dan kenyamanan bagi pengemudi.
ANALISA PENGARUH PERUBAHAN GEOMETRIK JALAN TERHADAP KINERJA JALAN ANGGREK KOTA MAUMERE Anastasia Merdekawati Noralita Soludale; Guido Jogo Dio
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 2 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Anggrek merupakan tipe lingkungan komersil. Tingginya arus kendaraan pada jam-jam sibuk mengakibatkan kinerja ruas Jalan Anggrek meningkat. Keberadaan beberapa sekolah yang dihubungkan ruas jalan ini serta berbagai unit usaha masyarakat seperti kios, pertokoan, dan warung makan yang tidak menyediakan tempat parkir khusus untuk pengunjung merupakan penyebab terjadinya masalah lalu lintas pada ruas jalan ini. Tahun 2016 dilaksanakan peningkatan jalan pada Jalan Anggrek. Adanya perubahan geometrik jalan serta ditambah median jalan secara tidak langsung mempengaruhi arus lalu lintas di ruas jalan tersebut yang berpengaruh juga terhadap kinerja ruas Jalan Anggrek. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perubahan geometrik jalan terhadap kinerja ruas Jalan Anggrek saat ini. Analisa kinerja ruas jalan menggunakan metode pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) Tahun 2014 untuk jalan perkotaan. Survey dilakukan selama tiga (3) hari yakni dari hari Selasa, Rabu , dan Kamis. Dari hasil survey dan analisis data diperoleh bahwa Volume lalu lintas tertinggi adalah pada hari Selasa dengan jam puncak pada pukul 06.30 wita – 07.30 Wita sebesar 2786 kend/jam. Nilai kapasitas ruas Jalan Anggrek diperoleh sebesar 1187,99 skr/jam, lebih besar dari pada volume lalu lintas yang terjadi yaitu sebesar 995,70 skr/jam. Nilai derajat kejenuhan yaitu sebesar 0,84. Tingkat pelayanan Jalan Anggrek masuk dalam kategori D, dimana arus mulai terganggu, kecepatan rendah, arus pelayanan berkaitan dengan kapasitas maksimal
EVALUASI TARIF ANGKUTAN KOTA MAUMERE BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) De Rosario Rosantus Tapun; Anastasia Merdekawati Noralita Soludale; Firnimus Konstantinus Bhara
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 1 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Sebagai elemen dalam suatu sistem transportasi, angkutan kota idealnya mampu menjangkau setiap wilayah, mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, dan berfungsi untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat yang lainnya dalam satu kota. Data diperoleh dari survey ke pemilik angkutan kota/sopir angkot trayek Terminal Lokaria–Terminal Madawat dan juga wawancara dengan pengusaha angkot. Hasil analisis data untuk mengetahui besarnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dilakukan dengan metode perhitungan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.687/AJ.206 /DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur. Data pada penelitian ini diperoleh langsung dari responden/objek penelitian. Data yang diperlukan adalah data jumlah penumpang, harga komponen BOK (Biaya Operasional Kendaraan), jarak yang ditempuh, biaya transportasi penumpang, jumlah angkutan kota yang terdaftar, jenis angkutan kota, dan besarnya tarif angkutan kota Maumere. Hasil analisis data menunjukkan tarif berdasarkan BOK sebesar Rp. 3.200,- dan tarif yang berlaku sekarang adalah sebesar Rp. 4.000,- untuk tarif umum dan Rp. 2.000,- untuk pelajar. Selisih antara tarif BOK dan tarif yang berlaku sekarang trayek Terminal Lokaria -Terminal Madawat sebesar Rp.800,- untuk penumpang umum sehingga operator masih memiliki keuntungan tambahan sebesar 20% dan selisih tarif untuk penumpang pelajar sebesar minus Rp 1.200,- sehingga operator memiliki kerugian sebesar 60%
PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN JALAN RAJA CENTIS KOTA MAUMERE (Ruas Jalan Raja Centis Kota Maumere di depan Toko Laris) Remigius Yasri; Anastasia Noralita Merdekawati Soludale; Yono Putra
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6 No 2 (2020): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan perekonomian di Indonesia menyebabkan kebutuhan sarana transportasi meningkat. Kebisingan merupakan suara yang tidak dikehendaki dan mengganggu manusia. Bising yang ditimbulkan bukan hanya bunyi knalpot kendaraan yang melintas tetapi juga dapat disebabkan oleh gesekan antara permukaan jalan dan ban kendaraan, bahkan bunyi klakson kendaraan. Tingkat kebisingan di Jalan Raja Centis, Kota Maumere diakibatkan oleh sepeda motor dan angkutan umum yang melewati jalan tersebut. Disekitar Jalan Raja Centis tersebut terdiri banyak bangunan yang difungsikan sebagai pertokoan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis tingkat kebisingan di jalan Raja Centis Kota Maumere. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pengukuran tingkat kebisingan lalu lintas dengan menggunakan alat ukur Sound Level Meter (SLM). Penelitian ini dilakukan di ruas jalan Raja Centis, Kota Maumere. Penelitian di depan Toko Laris. Tingkat kebisingan di ruas Jln. Raja Centis Kota Maumere tepatnya di depan Toko Laris yang nilai kebisingannya 70,11 dBA. Berdasarkan nilai kebisingan yang diperoleh, maka tingkat kebisingan lalu lintas kendaraan pada ruas Jln. Raja Centis Kota Maumere melebihi standar baku mutu tingkat kebisingan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 untuk kawasan perdagangan dan jasa yaitu 70 dBA sedangkan pada hari Sabtu, 01 Agustus 2020 dengan interval waktu pukul 13.00-13.10 WITA yang nilai kebisingannya 70,11 dBA dengan interval waktu pukul 08.00-08.10 WITA yang nilai kebisingannya 70,11 dBA, diatas standar baku mutu tingkat kebisingan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 untuk kawasan perdagangan dan jasa yaitu 70 dBA