Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA UNTUK MEMPERTAHANKAN MUTU, MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN DAN MENANGANI LIMBAH SAWI HIJAU Ratih Ikha Permata Sari; Zainal Arifin; Rini Setiowati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bangun Cipta, Rasa, & Karsa Vol 2, No 1 (2023): Jurnal PKM Batasa
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/pkmbatasa.v2i1.1559

Abstract

Wilayah Sukabumi merupakan daerah yang cocok untuk budidaya sawi hijau. Namun pada saat panen tiba, produksi sawi hijau melimpah dan menyebabkan harga turun drastis, petani menjualnya dengan harga yang sangat murah dan tidak sebanding dengan upaya yang telah dilakukan oleh petani dalam proses penanamannya, bahkan sampai terbuang dan akhirnya mubazir. Hal ini dapat terjadi apabila masa panen sawi hijau bersamaan atau serentak antara satu daerah dengan daerah lainnya, sedangkan kebutuhan di pasaran tidak sebanding dengan persediaan yang ada.  Kondisi ini sudah tentu merugikan petani sawi hijau. Desa Sukamanis merupakan salah satu desa penghasil sayuran sawi hijau, sawi hijau merupakan produk hortikultura yang bersifat mudah rusak. Sehingga perlu penanangan yang baik untuk mempertahankan mutu dan memperpanjang umur simpan. Selain itu hal yang dapat dilakukan juga adalah degan meningkatkan nilai ekonomi dari produk olahan sawi. Di desa Sukamanis telah ada upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi sawi dengan membuat keripik sawi. Namun masih terkendala dengan pemasaran yang belum optimal, selain itu jumlah produksi yang besar menyebabkan jumlah susut bobot yang tinggi. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mempertahankan mutu, memperpanjang umur simpan, dan menangani limbah akibat susut bobot yang besar.
Pelatihan Canva untuk Guru SD Sekecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Zainal Arifin; Tri Angkarini; Nini Adelina Tanamal; Edward Alfin; Ricky Eka Sanjaya
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ckm0sw73

Abstract

This training program was designed to improve the competence of elementary school teachers in creating visual-based instructional media using the Canva application. Held for teachers in Majenang District, Cilacap Regency, the training combined theoretical lectures, live demonstrations, and hands-on practice to ensure comprehensive understanding and skill acquisition. At the outset, a pre-test was conducted to assess the participants’ initial knowledge and digital design skills. The results showed an average score of 58.3, indicating limited experience with design tools and low literacy in visual media creation. Following the training, a significant improvement was observed. A total of 90% of the participants successfully produced at least two educational media products, such as posters, infographics, and activity cards. The post-test results revealed an average score of 86.7, demonstrating a substantial increase in understanding and practical ability. Additionally, the satisfaction survey showed that 92% of participants were very satisfied with the content, delivery method, and technical assistance provided during the sessions. This outcome highlights the effectiveness of the training in empowering teachers to utilize Canva for innovative and engaging learning materials. The participants are now better equipped to apply these skills in their classrooms, contributing to a more visually appealing and interactive learning environment.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKATMELALUI KELOMPOK TERNAK IKAN CUPANG HIASDI RT 13 RW 03 KALISARI PASAR REBO Zainal Arifin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i3.839

Abstract

Proyek kelompok ternak ikan cupang hias di RT 13 RW 03 Kalisari, Pasar Rebo, didasarkan pada potensi pasar yang tinggi dan kondisi lingkungan yang mendukung untuk budidaya ikan cupang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi usaha, khususnya di bidang budidaya ikan hias. Melalui identifikasi potensi pasar, evaluasi sumber daya lokal, dan dukungan pemerintah, proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, seperti peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja. Dengan pendekatan kelompok ternak, diharapkan masyarakat dapat bekerja sama dalam pengelolaan usaha ini, meningkatkan keterampilan bersama, dan mencapai keberlanjutan dalam jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek ini memiliki dasar yang kuat, dengan potensi dampak positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat setempat. Langkah-langkah konkret untuk keberlanjutan proyek, partisipasi masyarakat, dan pendidikan keterampilan telah diidentifikasi dalam pembahasan. Dengan demikian, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ikan cupang hias, menciptakan dampak positif bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.).
Pelatihan Berbasis Praktik Produksi Tempe Higienis bagi UMKM Pangan di Padaringan, Purwadadi, Ciamis. Bambang Perkasa Alam; Arief Nugroho Wibowo; Zainal Arifin; Nini Adelina Tanamal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i2.6367

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM tempe di Desa Padaringan, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, melalui pelatihan berbasis praktik produksi tempe higienis. Pelatihan difokuskan pada penerapan sanitasi alat, pengelolaan bahan baku, teknik inokulasi ragi, standardisasi pengemasan, serta penataan ruang produksi sesuai prinsip Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Metode pelaksanaan meliputi asesmen awal, pelatihan praktik langsung, pendampingan teknis, dan monitoring pasca pelatihan selama satu siklus produksi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, keterampilan, dan perilaku higienitas produsen. Sebanyak 78% peserta konsisten menerapkan kebiasaan cuci tangan, penggunaan sarung tangan, serta kebersihan ruang produksi. Efisiensi produksi juga meningkat, ditandai dengan penurunan tingkat kegagalan fermentasi dari 20–30% menjadi 5–10%. Selain itu, peserta mulai menerapkan SOP produksi dan memperbaiki tata letak ruang fermentasi. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan mutu tempe, memperkuat kepercayaan konsumen, serta mendorong kesiapan UMKM menuju legalitas pangan seperti PIRT dan standar higienitas lainnya. Program ini dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi pengembangan UMKM tempe maupun pangan fermentasi.